1.
Title :
Why Did I Fall In Love With You
2.
Author :
Fortunia Ryu
3.
Casts :
Choi Seunghyun, Han Young Bi, Cho Kyuhyun and other casts.
4.
Genre :
Friend, Lonely.
5.
Lenght :
Songfict
6.
Rated :
PG 13
7.
Disclaimer :
Lagu dari DBSK. Why did i fall in love with you. Han Young Bi, itu adalah nama
korea dari sunbae saya. Saya suka dia karena dia orang yang menginspirasi saya.
Suka bukan dalam artian cinta kan saya juga yeoja. Kekekeke.. saya membuat ini
diam-diam dan sebut saja Young Bi sunbaenim tidak tahu dan mungkin tidak pernah
tahu.. author makin nyaco..
Story...
Mengapa
akhirnya aku jatuh untukmu?
Tidak peduli
berapa banyak waktu telah berlalu,
aku berpikir
bahwa kamu akan selalu di sini
Tapi kamu harus
memilih jalan yang berbeda
“Baiklah
pertemuan kali ini cukup sampai disini. Gamsahamnida” aku ikut menunduk memberi
hormat kepada anggota dewan direksi. Aku mengikutinya yang keluar ruang rapat
sambil mengecek agenda selanjutnya.
“Selanjutnya
anda kosong dan hanya mengecek laporan hasil penjualan bulan ini saja
sajangnim” tuturku setelah kami masuk elevator. Aku menatap wajahnya yang baru
saja berubah dari wajah datar menjadi wajah bahagia. Aku tahu!!
“Sudah aku
bilang jika hanya berdua jangan panggil aku sajangnim. Aku belum tua Young
bi-ah” aku hanya tersenyum mendengarnya. Ini untuk membiasakan aku
Seunghyun-ah. Aku takut aku tak bisa merubah kebiasaanku untuk memanggilmu oppa
atau sekedar namamu saja.
“Tapi ini masih
dikantor. Itu tidak sopan dan sebentar lagi kau akan menikah dengan nona Shin.
Aku tak enak padanya, aku takut ia salah paham. Kau ingat kejadian bulan lalu
bukan ?” ia hanya mengusap tengkuknya sambil tersenyum kikuk.
“Aku minta maaf
padamu. Ia memang sangat sensitive, tapi aku sangat mencintainya” aku
mengangguk paham. Ini membuatku kehilangan kata-kata. Aku hanya mampu diam saat
ia mencurahkan segala padaku.
Mengapa aku tidak
bisa menyampaikan kepadamu?
perasaanku yang
tumbuh setiap hari dan malam
Kata-kata mulai
meluap
Tapi aku tahu
mereka tidak akan menyentuhmu sekarang
“Young, kapan
kau akan menikah ?” aku meletakkan sumpit lalu meminum sedikit jus avocado.
“Memangnya
kenapa ?”
“Aku punya
teman... yah, mungkin kau akan tertarik padanya setelah mengenalnya. Ia cukup
tampan dan mapan. Walaupun tentu aku lebih tampan” kau memang tampan
Seunghyun!! Sampai aku tak bisa keluar dari pesonamu. Dan itu membuatku sakit.
“Aku tak akan
menyukainya!!”
“Kenapa kau
mengatakan seperti itu ? Kau belum melihat wajahnya, belum mengenalnya!!” aku
menghela nafas. Ia sedikit emosi karena kau selalu menolak dikenalkan dengan
teman-temannya yang rata-rata seornag pengusaha sepertinya. Aku tahu ia ingin
yang terbaik untukku, tapi lebih baik aku sendiri.
“Karena namja
yang tak pernah mengetahui kau mencintainya. Siapa namja itu ? Biarkan aku
menghajarnya untukmu. Aku tak suka kau terlihat terpuruk seperti itu walau kau
tak pernah menunjukkannya padaku” Seunghyun... namja itu kau!! Kau!!
Dari hari
pertama aku bertemu denganmu
aku merasa
seperti aku tahu kamu
Dan kita berdua
menyatu bersama-sama secara alami
“Bagaimana
tawaranku waktu itu ?” aku mengalihkan perhatianku dari layar komputer
menatapnya.
“Tawaran apa ?”
“Kyuhyun.
Setidaknya temui dia besok malam” aku menimbang-nimbang sebenatar. Jika aku
terus menolak ia pasti akan terus memaksaku. Mungkin akan seperti temannya yang
lain, mereka akan berhenti mengejarku setelah bertemu. Aku mengangguk sambil
tersenyum tipis. Menarik sudut bibirnya untuk ikut tersenyum. Tampan.
Mempersona. Bagaimana bisa kau jatuh hati pada namja lain Seunghyun-ah jika
hanya melihat wajahmu yang tersenyum aku terasa terbang terbawa angin ?
Kemanapun kita
pergi, itu akan bersama-sama
Hal itu begitu
alami bagi kamu untuk menjadi denganku
Kita menjadi
dewasa bersama-sama
Tapi kau
memilih jalan yang berbeda
“Nona Han Young
Bi ?” aku menoleh. Seorang namja bermata coklat dengan rambut hitam dan setelan
jas cream dipadu dengan celana hitam. Yah.. ia memang tampan. Namun Seunghyun
oppa telah menarikku dalam pesonanya seutuhya. Hingga aku terlalu larut dalam
anganku, namja itu telah duduk dihadapanku.
“Cho
Kyuhyun-imnida”
“Han Young Bi”
seperti biasa. Aku akan bersikap ketus. Namun disini aku yang terkejut.
Biasanya setelah mendengar nada bicaraku namja yang terkejut. Namun kali ini
aku yang terkejut. Ia menarik salah satu sudut bibirnya keatas. Seringaian!
“Kau terkejut
aku tak kaget dengan sikapmu ?”
“Apa peduliku.
Aku hanya mengikuti apa kata Seunghyun saja. Aku tak suka acara kencan buta
seperti ini” ujarku acuh. Namun yang aku dapatkan justru kikikannya. Aku hanya
memandangnya heran. Tak ada yang lucu!!
“Seunghyun!!
Kurasa benar apa yang dikatakannya. Kau sudah jatuh terlalu jauh pada namja
yang diceritakan Seunghyun padaku. Dan yang membuatku heran adalah ia tak
menyadari bahwa namja itu dirinya sendiri” aku terbelakak. Ia dapat membaca
situasi dengan cepat. Kesimpulan yang ia ambil memang benar adanya. Dan
mirisnya Seunghyun tak pernah menyadarinya. Ia terlalu dingin pada sekitarnya.
Mengapa
akhirnya aku jatuh untukmu?
Tidak peduli
berapa banyak waktu telah berlalu,
aku berpikir
bahwa kamu akan selalu berada di sini (tapi sekarang tidak lagi)
“Bagaimana tadi
malam ?”
“Biasa saja.
Seunghyun-ah, sebenarnya dia siapa ?” aku merasa risih saat ia berhenti memilih
jas untuk pernikahan dan menatapku menyelidik. Ia berjalan mendekatiku dan
menyentuh keningku dengan punggung tangannya.
“Tidak panas”
gumamnya. Aku mendesus.
“Wae ?”
“Kau tertarik
padanya ? Tak biasanya kau menanyakan namja yang kurencanakan kencan buta
denganmu” aku menunduk. Bukan itu Seunghyun!! Ia- mengetahui bahwa aku
mencintaimu. Aku takut ia mengatakannya padamu dan mengacaukan segalanya.
Terlebih menjadikan jarak antara kau dan aku lebih lebar lagi. Aku tak bisa.
Setidaknya biarkan aku berada didekatmu walau kau menjadi milik orang lain.
“Dia seorang
dosen. Di Kyunghee University”
Hari ini, hari
yang memegang arti khusus
Hari dimana
kamu berdiri dengan senyum kebahagiaan
Berdoa kepada Tuhan
dalam penampilanmu yang mempesona
Ia tampan. Sangat tampan dan
mempesona. Berdiri dengan gagah diatas altar. Sambil terus menatap Shin Jihyun
yang terus berjalan menuju tempat disampingnya. Anganku begitu liar. Andaikan
aku yang menjadi Jihyun. Andaikan aku- semuanya pasti akan terasa sempurna
untuk sesaat saja. Hingga janji suci itu hendak dimulai. Aku merasakan sebuah
tangan mencengkram pergelangan tanganku. Menariku pergi entah kemana. Hatiku-
sakit!!
Dengan orang di
sebelah kamu yang bukan aku
Bayanganmu
menerima berkat
Bagaimana
mungkin aku hanya berdiri di samping dan menonton
“Kenapa kau
datang ? Kau benar-benar sudah dibutakan dengan cinta” aku tertunduk
dihadapannya. Mendudukan diri diatas hijaunya rerumputan.
“Kau- kenapa
begitu mencintainya ? Kenapa tak melupakannya ? Kenapa kau bertahan disisinya ?
dan terus tersenyum kearahnya walau sebenarnya kau hendak menangis sesegukan ?”
terima kasih Kyuhyuh-ssi. Tapi inilah cinta. Menurutku.
“Kebahagiannya
adalah kebahagiaanku. Cinta sejati itu adalah mencintai dengan tulus, walau
hanya cinta sepihak, setidaknya membuat orang yang menjadi cinta sejati kita
itu bahagia adalah bukti ketulusan pada cinta. Aku ingin masuk sekarang” aku
berdiri dan membersihkan gaun putih selututku yang sedikit kotor. Aku berbalik
dan mulai melangkah pergi. Namun suaranya kembali membuatku terdiam.
“Lalu bagaimana
denganku ? Jika cinta sejati seperti yang kau katakan, lalu bagaimana caranya
agar aku dapat membuatmu bahagia ? Kenapa yang aku dapatkan justru air matamu
yang mengalir dibalik punggungmu yang bergetar. Aku juga ingin kau bahagia” aku
kembali melanjutkan langkahku.
Jadi kenapa aku
akhirnya jatuh untukmu?
Kita tidak bisa
kembali ke waktu itu, atau bagaimana kita (aku sudah memikirkan itu)
“Chukae Seunghyun-ah,
Jihyun-ssi” aku menjabat tangan mereka bergantian sambil tersenyum.
Dibelakangku Kyuhyun berdiri namun aku tak terlalu menghiraukannya.
“Mian Young
bi-ssi. Aku memang berlebihan waktu itu. Tak seharusnya aku bersikap seperti
itu padamu” aku mengangguk.
“Dia terlalu
baik. Bahkan memberikan oksigennya pada orang lain. Membuat dirinya sendiri
sulit untuk bernafas” aku menoleh kebelakang mendengar celotehan Kyuhyun. Ia
menatapku kesal.
“Wae ? Ada yang
salah dengan ucapanku ?” aku tak menghiraukannya dan kembali menghadap pasangan
pengantin ini.
“Kau terlihat
dekat dengannya. Ia orang yang gigih”
Mengapa aku tidak
dapat mengambil tanganmu?
Tidak peduli
berapa banyak waktu berlalu
Kamu harus
selalu ada di sisiku
Sekarang tidak
akan pernah terwujud
“Seunghyun-ah,
kajja kita makan siang” ia mengalihkan perhatiannya sebentar pada dokumen yang
ada dihadapannya lalu kembali fokus.
“Jihyun
sebentar lagi datang membawakan makan siang untukku. Mian aku tak bisa makan
bersamamu hari ini” aku mengangguk paham lalu keluar. Sedetik demi sedetik.
Semenit demi semenit. Waktunya untukku terkikis.
Tapi, meskipun
aku mengatakan bahwa aku ingin kau dekat denganku
aku hanya
berdoa bahwa kamu akan bahagia selamanya
Tidak peduli
seberapa besar yang membuatku kesepian
“Aku akan
pindah ke Inggris selama 4 tahun dan mengajar disana. Bagaimana jika kau ikut
denganku ?” aku menoleh manatapnya dari samping. Kau memang tampan Kyu- namun
hatiku masih memilih Seunghyun. Mian.
“Hah.. aku tahu
jawabanmu. Seharusnya tak usah kau tanyakan” kami kembali diam. Menikmati
semilir angin yang menelusup dibukit ini.
“Ada bintang
jatuh cepat buat permintaan” aku memandangnya bingung. Ia memejamkan matanya
sambil bergumam sesuatu yang tak bisa kudengar. Aku menatap kedepan kemudian
ikut memejamkan mata.
¨Yeoja ini. Aku mohon padamu Tuhan- buat ia
selalu tersenyum. Jangan biarkan ia kesepian. Kirimkan malaikatmu untuk
menemaninya. Sesungguhnya ia bukanlah yeoja yang kuat, jadi biarkan ia
tersenyum oleh malaikat yang engkau kirim untuknya. Walau itu bukan aku. Aku
akan pergi untuknya¨
¨Tuhan, semoga ia bahagia dengan hidupnya,
dengan pendampingnya. Aku berharap tak akan pernah melihat wajah terpuruknya
seperti dulu. Itu membuatku jauh lebih sakit. Semoga kau anugerahkan pada
mereka seorang malaikat kecil ditengah-tengah kehidupan mereka. Do’a selalu
untuknya¨
No comments:
Post a Comment