1.
Title : Past Life
2.
Author
: K. Fortuna [Ikrillah
Kh]
3.
Casts : Cho Kyuhyun, Ah Minra etc.
4.
Lenght : Ficlet
5.
Genre : Au, I Don’t Know
6.
Rated : PG 15
7.
Disclaimer : FF yang idenya maksa untuk Kyuhyun
oppa yang lagi ulang tahun. Story is Mine. Don’t be Plagiat dan copas.
Typo(s). Saenggil Chukae haminda oppa, moga-moga cepet insyaf dan mendapat
hidayah dari sananya. Semoga makin ganteng(emang sekarang belum ganteng
?#Plakkk#). Makin disayang ELF, Sparkyu dan Hyeong-Hyeong-nya yang biasa jadi
korban ke_Evil_an_nya. Semoga ilmu evilnya semakin meningkat juga.
Story..............
Kyuhyun POV
“Minra noona, ini untukmu” kusodorkan coklat yang kubawa padanya.
Ia langsung menerimanya.
“Gomawo, kau harus berjuang lebih keras lagi. Olimpiade Sains
tinggal 2 minggu lagi” aku hanya mengangguk sambil membenarkan letak
kacamataku. Ia menepuk pundakku lalu pergi bersama temannya.
Akupun berbalik
menuju kelasku yang berada dilantai dasar. Aku Cho Kyuhyun. Siswa kelas X-1
Hyungjuk SHS Daegu. Walau aku masih kelas satu tapi aku dipercaya untuk
mewakili sekolah ini untuk mengikuti Olimpiade Sains cabang Fisika yang
diadakan 2 minggu lagi. kulewati lorong-lorong yang sepi seorang diri. Yah..
lorong ini adalah tempat anak pemilik yayasan dimana aku sekolah ini berkumpul
dengan teman-temannya. Tapi menurutku jika hanya lewat saja tidak apa-apa. Ini
adalah lorong paling cepat menuju kelas.
“Cho Kyuhyun” kutengok kearah belakang. Hyung Seung sunbae. Ia
sendirian, tidak bersama teman-temannya itu. Pakaiannya acak-acak. Ia bahkan
lebih mirip preman dari pada anak seorang ketua yayasan.
“Ne Sunbae” ia berjalan mendekat kearahku. Ia menatapku dengan
teliti dari atas sampai bawah dan itu membuatku risih.
“Wae Sunbae ?” ia menatap tepat dimataku. Kurasakan tangannya
mencengkram kedua pundakku. Tak lama senyum sinis itu tercetak jelas
diwajahnya.
“Apa yang membuatmu berani mendekati Ah Minra. Kau hanya namja kutu
buku. Berkaca mata tebal dan culun” ia mendorong tubuhku hingga sedikit
terhuyung kebelakang karena ia melepaskan cengkramannya.
“Ku sarankan untuk tidak mendekati Minra jika kau tidak ingin
keluar dari sekolah ini. Kudengar orang tuamu hanya pegawai PNS biasa. Aku bisa
dengan mudah mendepak appamu jika kau sampai berani mendekati Minra lagi. ingat
itu” ia berbalik dan berjalan meninggalkanku. Dia memang mengejar Minra noona.
Noona kenapa pesonamu begitu kuat.
***
“Noona aku punya permintaan. Apa kau mau mengabulkannya untukku ?”
tanyaku sambil meliriknya yang masih sibuk dengan buku yang ia baca dimeja baca
perpustakaan yang bersebrangan dengan aku duduk.
“Memangnya permintaan apa Kyuhyun-ah ?” jawabnya sambil tetap fokus
pada bacaan yang entah sepertinya buku tentang sejarah yang menurutku itu
pelajaran paling membosankan.
“Aku akan mengatakannya jika aku berhasil memenangkan olimpiade
tingkat nasional. Eotteohke Noona setuju ?” ia mengangkat wajahnya dan
menatapku.
“Baiklah noona setuju. Noona angkap permintaanmu itu sebagai hadiah
dari noona jika kau menang” aku mengangguk semangat menatapnya.
“Ne noona. Sekarang aku kembali ke kelas dulu. Annyeong” kubereskan
buku-bukuku kemudian menunduk sedikit kearahnya sebelum keluar dari ruangan
ini.
***
Bugh. Bugh. Bugh
Kurasakan pipiku
perih dan aku tidak bisa melihat dengan jelas karena kacamataku retak.
Kurasakan hidungku sedikit mengeluarkan cairan yang mungkin itu darah.
Cengkraman di kerah baju sekolahku belum Hyun Seung Sunbae lepaskan.
“Sudah aku peringatkan jika sampai kau mendekati Minra lagi, kubuat
kau dan keluargamu menderita” kurasakan tulang punggungku sakit karena ia
mendorong tubuhku ketembok.
Bugh. Bugh
Itulah pukulan
terakhir yang aku terima darinya di perutku sebelum ia melenggang pergi.
Sekolah memang sudah sepi dan aku baru akan pulang. Aku memang tidak bisa
berkelahi apalagi menantang Sunbae-ku sendiri. Tapi aku sangat mencintai Minra
Noona.
***
“OMO! Cho Kyuhyun! Kau kenapa
?” Donghae langsung membrondongku dengan pertanyaanya saat ia melihatku
didepan rumahnya.
“Bolehkah aku masuk ?” aku menatapnya berharap, ia terlihat sedikit
menimbang-nimbang sebelum akhirnya ia mengijinkanku masuk.
Ia memapahku untuk
berbaring dikamarnya. Ia juga mengobati luka memar yang ada diwajahku. Ia
satu-satunya temanku disekolah. Yah... kau tahu sendiri.. aku memang anak yang
kurang bisa bergaul. Aku akui itu.
“Kenapa kau bisa sampai seperti ini Kyu-ah ? kau kesini pasti
karena tidak ingin membuat Eommamu khawatir bukan ?” aku hanya tersenyum
padanya. Ia menghela nafasnya.
“Lalu kau kenapa ? kau tidak mungkin ikut tawuran bukan ?”
“Itu- aku... Hyun Seung Sunbae. Kau tahu sendiri bukan ?”
“Kenapa kau sangat keras kepala Cho Kyuhyun. Ia itu orang penuh
ambisi, kenapa kau tidak mundur saja ? apa sikap Minra Sunbae padamu
mencerminkan ia tertarik padamu ?” aku hanya menggeleng lemah. Tubuhku masih
lemas.
“Aku hanya bisa mengingatkanmu saja. Ia belum tentu memiliki rasa
yang sama sepertimu. Jadi lebih baik kau mengejar mimpimu saja. Buat orang
tuamu bangga padamu Kyuhyun-ah. Jangan hanya karena yeoja kau mengorbankan
semuanya termasuk orang tuamu”
“Tapi aku mencintainya. Ini pertama kalinya untukku, aku ingin
mengungkapkannya. Setidaknya begitu”
“Lalu kau ingin Hyun Seung Sunbae kembali menghajarmu” aku memelas
padanya.
“Terserah kau sajalah”
***
“Noona, aku ingin menagih janjimu. Yah.. walaupun hanya juara 3,
tapi itu masih berlaku bukan ?” kulihat ia meletakkan novel yang ia bawa
disamping ia duduk.
“Ne. katakan saja! Noona sudah berjanji bukan ?” aku menarik
nafasku. Mengisi paru-paruku dengan oksigen sebanyak mungkin agar aku tetap
bisa bernafas walaupun jawaban itu tidak memuaskan baginya.
“Aku- aku-ah! Jeongmal Saranghaminda Minra Noona!” ucapku keras
tanpa berani menatap matanya. Aku takut dan- Malu! Hening. Aku tahu ia terkejut
dan mungkin ia memang tidak mencintaiku. Aku tahu siapa diriku.
“Hahahahahaha.... Kyu-ah! Kenapa kau mengatakan itu, kau ingin
membuat Noona terkena serangan jantung mendadak karenamu ?” aku mengangkat wajahku menatapnya yang tertawa
sambil menutup mulutnya dengan tangan kirinya.
“Noona, aku tidak bercanda” ujarku lirih. Ia menghentikan tawanya.
Lalu tersenyum lembut.
“Tap-”
Bugh. Bugh.
Ia belum selesai
mengucapkan kata-katanya dan hanya terpaku melihatku yang terjatuh dari bangku
taman sekolah. Aku memegangi pipiku yang mungkin sudah lebam karena 2 pukulan
tapi dikedua sisi pipiku.
Author POV
“Hyun Seung apa yang kau lakukan ?” Minra bangkit dari duduknya dan
berjongkok melihat keadaan Kyuhyun yang meringis kesakitan.
“Ia berani mendekatimu Minra-ah. Ia bahkan berani menyatakan perasaannya
padamu. Kau itu hanya milikku seorang”
“Tapi aku bukan yeojachingu-mu Jang Hyun Seung!!” ucapan Minra tadi
membangkitkan amarah Hyun Seung. Namja itu mendorong Minra hingga ia terdorong
menjauh dari Kyuhyun. Kemudian ia menarik kerah leher baju seragam Kyuhyun.
“Rasakan ini” desis Hyun Seung sebelum kembali melayangkan
pukulannya dipipi Kyuhyun.
“Hentikan Hyun Seung-ah!!” Minra menahan kepalan tangan Hyun Seung
yang hampir mengenai pipi Kyuhyun.
“Kenapa kalian menyukaiku ? aku hanya gadis biasa. Kenapa kalian
tidak menyukai dan memperebutkan Jihyun saja! Ia bahkan lebih cantik dari aku!”
Minra melepaskan cengkraman Hyun Seung dikerah leher Kyuhyun. Ia berdiri
ditengah-tengah namja itu. Ia menoleh kearah Kyuhyun yang sedang mengusap
pipinya.
“Mian Kyu-ah, Noona hanya menyayangimu sebagai Noona, tidak lebih”
kemudian ia berbalik menghadap Hyun Seung.
“Kenapa kau sampai menjadi berandalan begini Hyun Seung-ah hanya
karena aku ? Mian aku hanya menganggapmu sahabatku dan itu tidak lebih”
kemudian ia menggengam satu tangan Kyuhyun dan satu tangan Hyun Seung. Kemudian
ia menarik keduanya untuk duduk dibangku taman.
“Aku bukan yeoja sempurna. Aku tidak bisa bersama kalian lebih
lama, aku harus pergi. Hyun Seung-ah, bisakah kau pergi dulu. ada yang ingin aku
bicarakan dengan Kyuhyun. Aku berbicara berdua dengannya saja. Kau tak usah
khawatir aku tidak akan pernah menjadi yeojachingu Kyuhyun” Hyun Seung akhirnya
bangkit dengan wajah yang ogah-ogahan.
“Kau tahu Kyu-ah. Jika kau melepas kacamatamu. Melepas kancing
paling atasa dari kemeja sekolahmu dan menyibak sedikit poni rambutmu seperti
ini. Kau jauh lebih tampan” Kyuhyun hanya terpaku. Ia masih bingung kenapa
Minra melakukan ini padanya.
“Ini hanya rahasia kita berdua saja. Jika nanti dikehidupan
selanjutnya, entah itu kapan. Kehidupan kedua atau ketiga atau yang keberapa.
Jika kita dipertemukan kembali, kau harus terlihat tampan agar aku terpesona
padamu” Minra tersenyum.
“Noona menyukai dirimu saat ini, tapi noona lebih meyukaimu yang
mengejar impianmu” lanjut Minra.
“Sebagai janji Noona, katakan apa permintaan pertama sekaligus
terakhir darimu” ujar Minra. Kyuhyun berpikir sejenak. Ia terlihat ragu
mengatakannnya.
“Katakan saja”
“Ijinkan aku memeluk noona. Bolehkah ?” Kyuhyun terlihat ragu saat
mengatakannya.
Tanpa menunggu
lama, Minra menghambur memeluk Kyuhyun. Ia memuluk Kyuhyun, mendekap tubuh
Kyuhyun dan menenggelamkan wajahnya didada Kyuhyun.
‘Jujur. Noona menyayangimu Kyu-ah. Noona juga mencintaimu. Sangat.
Tapi noona tidak bisa’
***
Kyuhyun berhenti
meringis. Setelah memori itu tanpa ijin berputar dikepalanya. Ia melihat wajah
pasiennya yang terbaring koma disana. Ia menyadari bahwa namja itu adalah
dirinya dan yeoja itu adalah pasiennya yang terbaring koma disana sejak 2 bulan
yang lalu. Menurut cerita yang ia dengar yeoja bernama Min Rihyu itu kecelakaan
saat menuju kepernikahanya.
Ia berjalan
mendekati ranjang itu. Wajahnya berubah sendu. Dari awal ia menangani pasien
yang biasa dipanggil Rihyun itu, ia merasa ada sesuatu dari dirinya yang kembali.
Ia sudah berada di samping ranjang yeoja itu. Ia mengambil tangan kanan yeoja
itu dan menggenggamnya.
“Dulu kau meninggalkanku karena penyakit itu dan aku tidak bisa
menolongmu karena aku bukan tuhan ataupun seorang uisa yang setidaknya bisa
mengusahakan sesuatu untuk membuatmu bertahan lebih lama” satu tangannya
membelai pipi tirus yeoja itu.
“Aku berjanji untuk mengusahakan yang terbaik untukmu. Mintalah
pada Tuhan agar mengembalikanmu seperti sediakala. Setelah itu, mau atau tidak,
kali ini aku dan egois agar bisa memilikimu. Seutuhya” gumam Kyuhyun.
“Karena aku sudah menepati janjiku padamu. Bukankah aku terlihat
sangat tampan dan mempesona sekarang ?” ia melirik sedikit dirinya sendiri yang
memakai pakaian kemeja cream dengan jas putih. Ia terkekeh sendiri.
“Selamat datang kembali didunia Cho Kyuhyun” Kyuhyun mengencup
kening pasiennya. Kemudian ia mengencup singkat bibir itu. Dan menegakkan
kembali dirinya. Ia menatap yeoja yang masih memejamkan matanya. Merasa belum
puas, ia kembali mengencupkan tapi kali ini dengan melumatnya.
“Euh...” terdengar lengkuhan dari bibir mungil yang sedang
dilumatnya membuatnya tersenyum dan melepaskan tautannya. Ia tersenyum manis
menatap yeoja yang bingung menatapnya dan mengerjapkan matanya lucu.
___________________________________________________________________________
End
No comments:
Post a Comment