Friday, March 1, 2013

In My Dream[Songfict]/Kim Kibum


1. Title : Morning Sunday
2. Author : K. Fortuna[Ikrillah Kh]
3. Casts : Choi Siwon, Lee Hyomin
4. Lenght : Dribble
5. Rated : PG 15/PG17
6. Genre : Romace. AU. Etc. I don’t know. Up to you.
7. Disclaimer : FF yang tercipta lagi karena gangguan Hyuk Jae oppa!! Apapun yang terjadi salahkan Hyuk Jae oppa#lari ke kandang Ddangkomma#. Story is Mine. Don’t copas and Plagiat.

Story.......................................

Author POV
“Yak Oppa! Kemana bajumu!!” teriak seorang yeoja yang terdengar sangat nyaring. Pantas saja. Ia melihat seorang namja keluar dari kamar mandi sambil mengeringakan rambut hitamnya dengan handuk kecil sedangkan ia hanya memakai handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya. Mulai dari pinggang sampai lutut tertutupi kain handuk putih.
“Wae ? aku lupa tidak membawa baju ganti chagiya~” ujar namja itu cuek. Sebenarnya ia memang sengaja ingin menggoda istrinya itu.
“Alasan!! Dasar namja pervert” umpat yeoja itu sambil membenahi tempat tidur mereka. Ia mengganti bed cover ranjang itu dengan motif bunga-bunga.
“Walaupun aku pervert. Aku tetap suamimu. Jika aku Mr. Pervert berarti kau Mrs. Pervert! Bukankah begitu ?” namja itu meletakkan handuk itu di gantungan dan melangkah mendekati istrinya yang sibuk mengganti bed cover ranjang mereka.
“Aku menikah denganmu karena perjanjian konyolmu dengan Hyuk Jae oppa! Lagipula gara-gara pernikahan ini aku harus menunda kuliahku 1 tahun. Menyebalkan!!” namja itu sudah berdiri tepat dibelakang yeoja itu. Sebenarnya yeoja itu menyadari keberadaan namjanya itu karena aroma tubuh namjanya yang khas itu menusuk hidungnya. Tangan sang namja kini melingkar dipinggang sang yeoja yang membuat yeoja itu menghentikan aktivitasnya.
“Dan gara-gara pernikahan itu juga aku harus menuruti perintah Appa untuk mengurus Hyundai. Bukankah itu lebih menyebalkan Lee Hyomin! Ah! Ani! Choi Hyomin” ujar namja itu ditelinga kanan sang yeoja yang membuat bulu kudu sang yeoja meremang.
“Oppa, lepaskan! Aku akan buatkan sarapan dulu” suara yeoja itu terdengar biasa saja. Bukan! Itu hanya terdengar! Sebenarnya ia sangat gugup walau sudah 2 bulan ia menyandang status Ny. Choi.
“Ini hari minggu jadi aku ingin sarapan yang berbeda” bibir tebal itu kini sudah mulai menguncup bahu Hyomin. Ia menurunkan sedikit piyama yang dipakai istrinya. Pelukan namja itu semakin erat. Namun namja itu menurunkan salah satu tangannya untuk menyentuh paha yeojanya.
“Oppa. Jangan lakukan sekarang! Bukankah tadi malam sudah” namun sepertinya namja itu sudah sibuk sendiri sehingga tidak mendengarkan ucapan dari yeojanya.
Cekleeet
“Siwon Samchon!!” petik seorang namja kecil berusia 5 tahuanan yang berhasil menghentikan kegiatan namja yang dipanggil Siwon.
“Yak bocah! Kenapa kau selalu menggangguku di hari Minggu. Kemana Appa dan Eommamu ?” Siwon melepaskan pelukkannya dan berbalik menghadap namja kecil yang masih setia berdiri diambang pintu kamarnya.
“Kata Appa, jika Chunjoo ingin deongsaeng. Chunjoo tidak boleh ada dirumah saat hari Minggu” ujar bocah itu polos. Yang menyebabkan Siwon mengerang keras.
“Hyung~~~~!!!” Siwon menjambak rambut hitam legamnya sendiri. Chunjoo hanya menatap samchonnya itu bingung dengan mata mengerjap-ngerjap lucu. Sementara Hyomin. Yeoja itu terkikik geli melihat tinggah suaminya yang terlihat kekanak-kanakan. Siwon bahkan lupa bahwa dirinya hanya menggunakan handuk saja -_-‘.
___________________________________________________________________________
End

Wednesday, February 27, 2013

New Fact[Dribble]/CHo Kyuhyun



1. Title : New Fact [Another World]
2. Author : K. Fortuna [Ikrillah Kh]
3. Casts : Marcus Cho/Cho Kyuhyun,Yoon Hyehwa. Etc jika ada.
4. Rated : PG 13/gak ada kissue dan semacamnya!!
5. Genre : AU, Fantasy. Etc. Find by ur self.
6. Lenght : Dribble
7. Disclaimer : FF lanjutan Another world ‘Experimen’. Otak masih error jadinya ya kayak gini. Don’t Copas and Plagiat. Typo(s). Resiko ditanggung reader.

Story............

Yoon Hyehwa POV
“Euuuuhh” kunaikkan selimut untuk menutupi seluruh tubuhku. Hah... rasanya sungguh lemas sekali. Untuk bangun saja sepertinya akan sangat sulit. Kupejamkan lagi mataku. Matahari sialan!! Siapa yang menggajimu hingga kau berani menampakan cahayamu yang menyilaukan mataku ini!! Sungguh tak berperi kemanusiaan. Belum lama kurasa ada seseorang yang menarik selimutku. Aishhh!! Eomma, jebal hari ini saja!! Ini gara-gara Marcus sialan itu...
“Eomma... badanku sedang tidak enak. Aku ingin istirahat hari ini saja dirumah. Jebalyeo” ucapku dengan mata terpejam. Aneh!! Biasanya eomma akan langsung menyeretku masuk kamar mandi jika aku sedang bermalas-malasan seperti ini. Tumben eomma diam. Apa wajahku benar-benar pucat ?
“Yak!! NEO-” kenapa wajahnya sedekat ini denganku. Hah... untung saja aku membuka mataku. Jika tidak ia pasti akan menyedot auraku lagi. apa ia tak lihat sekarang tubuhku lemas sekali karenanya ?
“Kau tenang saja. Aku hanya ingin mengecek suhu tubuhmu saja. Tapi kau membuka matamu terlebih dahulu. Mian semalam aku terlalu banyak mengambil auramu jadi kau sekarang masih lemas” namja dari golongan dark angel ini sungguh menguras energiku. Bukan karena semalam. Tapi saat bicara dengannya membuat darahku naik!!
“Oh... lalu kau mau sampai kapan ada disini Marcus-ssi ? Jujur aku sudah tak sanggup kau berada disini. Kau membuat hidupku tidak normal. Aku ingin seperti dulu, hidup bebas dengan chingu-chinguku yang lain. Aku ingin menghabiskan waktu dengan mereka. Tanpa harus diikuti oleh dirimu. Aku tak nyaman dengan itu” hah... leganya. Akhirnya semua keluar juga dari mulutku. Aku tak peduli dengan reaksinya yang jelas aku sudah tak tahan lagi.
“Begitu- aku- ah. Aku tak akan mengganggumu. Aku berjanji tapi aku mohon jangan usir aku. Aku tak ingin mereka membunuhku. Aku- aku-” Marcus gelagapan mencari alasan. Ia berbohong! Aku yakin. Selama ini ada hal yang ia tutup-tutupi dariku. Bola matanya bergerak-gerak gelisah kesana kemari. Kugenggam kedua tangannya yang berada bebas diatas ranjang singel bed ini. Tatapan matanya kini terfokus padaku. Ia menghela nafas dan menunduk. Menghindari tatapanku.
“Wae ? Apa yang kau sembunyikan dariku Marcus-ssi ? aku tahu ada sesuatu besar yang tidak aku ketahui. Dan kau menutup-nutupinya dariku. Marhaebwa!!” kudesak ia dengan cara halus. Jika aku membentaknya ia pasti akan merasa lebih tertekan. Dan aku yakin hal yang ia sembunyikan itu berkaitan denganku.
“Marhaebwa!! Aku tak akan memaksamu untuk pergi jika kau mengatakan semuanya padaku!!” aku mencoba menemukan tatapan matanya. Yap. Ia kini menatapku. Aku mencoba menyakinkan dirinya dengan tatapan mataku.
“Jadi- aku pangeran dari bangsa Dark Angel. Dan- em- emb- huff. Garis takdirku adalah denganmu” hah... benar bukan pasti berkaitan denganku. Jika sudah seperti ini pasti akan lebih banyak fakta yang dapat aku temukan lebih tidak logis didunia manusia lagi!! pegang ucapanku jika kau tak percaya!!
“Sebenarnya jika kita belum bersatu, maksudnya seperti belum menikah jika didunia manusia, kekuatanku tidak bisa maksimal. Oleh karena itu jika aku berada didekatmu para devil itu tidak akan berani mengejarku,.. mereka sebenarnya mengejarku karena putri dari kaum devil itu menginginkanku untuk menjadi pendampingnya. Namun bila itu sampai terjadi maka dunia akan gelap. Karena anak dari keturuna devil dan dark angel itu mempunyai kekuatan antara devil dan dark angel. Oleh karena it-”
“Cukup Marcus-ssi. Aku ingin tidur, aku lelah. Kita bicara lain kali saja” kurebahkan tubuhku dan kutarik cepat selimut untuk menutupi seluruh tubuhku. Saat mendengar penjelasaannya kepalaku pusing entah karena apa. kupaksa kelopak mataku untuk menutup.
Marcus POV
Ia menutupi tubuhnya dengan selimut. Sudah jelas cepat atau lambat ia akan merasa aneh denganku yang hanya dekat dengannya. Aku hanya bisa menatap tubuhnya yang kini tertutup dengan selimut. Kuelus pelan tubuhnya. Kupejamkan mataku. Mengucap mantra untuk mengantarnya kealam mimpi dan kali ini kubiarkan ia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hal yang selama ini aku tutup-tutupi darinya.
Aku tulus. Bukan hanya karena takdir itu namun aku tulus padamu saat aku pertama kali melihatmu secara langsung dan kau memelukku mengira aku adalah sebuah guling.
“Nice Dream. Sweety...”
___________________________________________________________________________
End

Experiment[Dribble]/Cho Kyuhyun



1. Title : Experimen
2. Author : K. Fortuna [Ikrillah Kh]
3. Casts : Cho Kyuhyun/Marcus Cho, Yoon Hyehwa. Etc bila ada
4. Rated : PG 15
5. Lenght : Dribble
6. Genre : AU, Fantasy, others. Up to you because i don’t know
7. Disclaimer : Ini otak saya akhir-akhir ini penuh dengan cerita Another World. Jadi mungkin banyak dribble ataupun Ficlet dari judul itu. Don’t Copas and Plagiat. Typo(s) anywhere. Resiko ditanggung reader.


Story.............


Author POV

Semilir angin malam musim gugur mulai berhembus. Langit yang semula berwarna orange kini berubah menjadi hitam. bukan karena mendung yang tak brsahabat! Hanya saja memang sudah waktunya bagi mentari untuk kembali kebelakang layar. Angin musim gugur memang cukup dingin kala bersentuhan dengan kulit, tapi tidak untuk yeoja yang saat ini sedang duduk menatap 1 titik cahaya kecil dilangit. Ia bahkan memandanginya tanpa kedip! Kagum ? Bukan! Dia tidak terlalu menyukai bintang. Tepat!! Ia melamun dan tatapannya berhenti pada cahaya kecil dilangit malam itu.
Ia tersentak tatkala ada sesuatu-karena itu bukan manusia-menyentuh bahunya. Ia mulai merasa resah. Kenapa ? Kau tahulah perjanjian-bisa dibilang begitu-saat pelajaran sejarah-yang menurut yeoja itu membosankan-yang mengakibatkannya harus terjebak dalam tututan sesuatu yang kini sedang mengusap bahunya berkali-kali.
“Sekarang saatnya Yoon Hyehwa!!” desis sesuatu itu. Kau tak usah menebak lagi ia siapa. Sesuatu yang dimaksud sudah pasti Marcus Cho dari Dark angel itu.
“Apa harus ?” yah... memang Hyehwa masih sangat ragu. Marcus kini duduk disamping Hyehwa. Ia juga menatap langit. Tapi pusat dari benda yang ditatap adalah- Bulan!!
“Sudah berapa kali kubilang... kau tak akan mati. Kau hanya akan merasa pusing dan lemas. Jika kau sudah istirahat maka semua akan kembali lagi. paling hanya 5-6 jam kau tidur kau sudah kembali segar” Hyehwa menatap Marcus yang masih memandang langit. Ia menimbang-nimbang akan menanyakan ini atau tidak. Tapi dia ingin tahu!!
“Emb.. Marcus-ssi!!” Marcus mengalihkan pandangannya menatap Hyehwa saat yeoja berambut ikat hitam sepinggang itu memanggilnya.
“Ada apalagi ? Harus bagaimana aku meyakinkanmu. Bukakah sesuai perjanjian kau akan memberikan auraku jika minimal nilai tugasmu itu B. Kau bahkan mendapat A karena aku. Jadi aku mohon padamu untuk menemati janjimu” lemah. Yah... tenaganya memang berkurang karena perkelahian. Ani! Pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa petinggi Devil yang mencegatnya di Amuria-pembatas dunia Angel dan Devil-.
“Memangnya apa yang terjadi padamu jika aku tidak mentransfer auraku padamu ?” Hyehwa menggigit bibir bawahnya sendiri. Ia takut jika Marcus merasa Hyehwa tidak mempercayainya. Hanya saja yeoja itu belum paham tentang dunia yang entah itu berada dimana.
“Karena kalungku itu berada ditangan Jeremy, maka aku tidak bisa memulihkan keadaanku. Maka aku butuh aura dari white angel dan jika keduanya tidak bisa kudapatkan maka, mungkin tubuhku akan melemah dan semakin lama akan menjadi transparan hingga aku lenyap dibawa oleh hembusan angin” Hyehwa mengangga mendengar penjelasan Marcus. ‘Mungkin ini akan seperti Donor darah’ Hyehwa meyakinkan dirinya.
Tangan langsung memegang kedua pundak Marcus. bukan!! Lebih tepatnya mencekram kedua pundak namja dari golongan dark angel itu. Yeoja yang saat ini mengenakan kaos t-shirt biru laut itu menempelkan bibirnya dengan bibir tebal Marcus. ia memejamkan keduan matanya.
“Lakukan!!” titah Hyehwa. Sebuah senyuman langsung terbit dikedua sudut bibit namja dark angel itu. Tangannya memegang tengkuk dan mengusap punggung Hyehwa.
“Kau hanya perlu memantapkan hatimu jika kau rela. itu sudah cukup dari sebuah mantra” ujar Marcus sebelum ia mengisap udara yang ada dimulut Hyehwa. Ia memejamkan matanya. Yah.. 2 menit. Hingga namja keturunan dark angel itu membuka matanya saat sesuatu menimpa lengan kirinya.
“Gomapta” ia tersenyum tulus sambil membelai kening yeoja yang kini dipindahkan dipangkuannya.
Dengan cekatan ia membawa yeoja yang tengah tak sadarkan diri itu keatas ranjang singel bed dengan bed cover garis-garis tak beraturan. Ia juga menarik selimut sebatas dada yeoja itu. Tangannya yang kekar dan halus ia gunakan untuk membelai pipi yeoja itu.
“Gomapta Hyehwa-ssi. Jaljayo. Nice dream” transparan kemudian sosok itu menghilang.
___________________________________________________________________________
End

Lesson[Dribble]/Cho Kyuhyun


1. Title : Lesson [Another World]
2. Author : K. Fortuna [Ikrillah Kh]
3. Casts : Marcus Cho/Cho Kyuhyun, Yoon Hyehwa. Others casts bila ada.
4. Genre : AU, fantasy, romance. Etc
5. Rated : PG 15
6. Lenght : Ficlet
7. Disclaimer : Cerita dalam Another World yang saya buat ceritanya saling terhubung dalam bentuk Ficlet maupun Dribble. Don’t be Copas and Plagiat. Typo(s) anywhere. Resiko ditanggung reader yang baca. Mian jika kurang berkenan dihati. FF ini 100% fiksi belaka.
Story.................................

Yoon Hyehwa POV
Kualihkan pandanganku menuju keluar kelas. Sejarah memang membosankan. Hah... hamparan rumput yang tertata rapi. Dengan pohon sakura dan cemara disekeliling taman sekolah. Yah... seperti yang kau tahu Cheonan memang daerah yang terletak didataran tinggi. Dan dari lantai 3 ruang kelasku ini bisa kulihat bukit kecil yang indah.
Mataku membulat. Kenapa namja yang mengaku dirinya angel yang dibuang itu melayang dan kakinya tertumpu diatas salah satu pohon cemara disana ? Bukankah ia bilang tak akan menggangguku disekolah asal aku mengijinkannya untuk berada dirumahku ? Dasar namja tidak bisa dipercaya!! Aku menatapnya tajam dan ia membalas tatapanku cuek.
‘Aish... namja babo!! Pulang dan jangan ganggu aku disekolah!!’ semoga kata batinku ini bisa terdengar olehnya. Tapi apa bisa ? aku hanya menatapnya saja.
‘Disana membosankan Yoon Hyehwa. Asal aku berada disekitar keluargamu maka aku akan aman dari kejaran raja evil babo itu’ eh ? Itu suaranya ? apa ia bisa mendengar kata batinku. Ia hanya tersenyum sok manis dan polos. Cih... menjijikan!!
‘Tapi kau mengganggu konsentrasiku babo’ aku menatapnya geram sementara ia tetap memasang wajah sok polosnya itu. Dasar Angel babo!!
‘Bukankah kau sudah tidak menikmati pelajaran ini dari tadi ? Baiklah akan kubuat kau keluar dari ruangan itu sekarang’
“Yak!!” petikku keras sambil berdiri. Aku menggebrak meja karena ia bertingkah semaunya sendiri. Aku menatap namja yang kini tersenyum manis ditempatnya.
“Nona Yoon Hyehwa. Jika anda tidak ingin mengikuti pelajaran saya silahkan keluar daripada anda membuat keributan didalam kelas dengan berteriak dan menggebrak meja sembarangan. Dan jangan lupa buat rangkuman tentang perang dunia 1 dan 2 jika tidak nilai sejarahmu kosong mengerti!!” aku hanya menunduk. Kim Heechul Seonsaengnim memang sangat mengerikan.
“Ne arraseo seonsaengnim. Mianhada mengganggu pelajaran anda” aku tak berani protes padanya. Ia mengerikan.
Aku membereskan bukuku dan mengambil buku tulis serta alat tulis. Ucapan Kim seonsaengnim barusan adalah cara mengusir siswa dari kelas secara halus. Aku berjalan keluar ruangan kelas. Aku menunduk sebelum aku keluar dari kelas dan menuntup pintu.
‘Awas kau namja babo!! Sudah memelas pada orang agar ditolong sekarang ia malah membuatku harus mengerjakan tugas dadakan ini’ rutukku sepanjang jalan menuju perpustakaan. Dimana lagi kau akan mendapatkan referensi disekolah ? Internet ? Disekolahku saat pelajaran berlangsung koneksi wi-fi dimatikan. Jangan harap kau bisa internetan bebas seperti twitter-an, facebook-an atau sekedar membuka blogmu.
Kuputar handle pintu perpustakaan. Kulangkahkan kakiku diruangan yang sebagian besar siswa membencinya termasuk aku. Membaca memang membosankan. Kulihat penjaga perpustakaan sedang tidak ada disana. Kuletakan alat tulis yang kubawa dimeja baca. Kuarahkan langkah kakiku menuju rak-rak buku yang ada disana. Kuteliti di kolom 800 yang berisi bacaan tentang sejarah. Jariku menelurusi setiap detail buku-buku yang tertata rapi disana.
“Dapat!!” petikku sambil mengambil buku ini. Aku termenung disekat-sekat rak buku ini. Aku menghela nafas sejenak. Aku tidak suka sejarah, bagaimana bisa aku menyelesaikan rangkuman itu.
“Tak usah khawatir. Aku bisa membantukku asal kau mau membantuku mengembalikan kekuataanku” aku berbalik. Aku menatap jengah namja yang berdiri dengan bersandar dirak buku dengan melipat tangannya didepan dada. Tatapan matanya yang tajam dengan bola mata biru kehijauan itu menatapku.
“Kau ini banyak sekali maunya. Jujur aku belum percaya jika aku adalah keturunan white angel seperti yang kau ceritakkan!” ia membuang nafasnya lalu mengalihkan padangannya pada buku yang sedang kupegang.
“Terserah. Tapi aku butuh auramu” ia berjalan menghampiriku dan mengambil buku –yang sangat kubenci- dan membawanya ke meja baca. Aku hanya mengekorinya dari belakang.
“Aku tidak tahu maksudmu Marcus-ssi ?” ia duduk dan matanya dengan teliti membaca buku itu. Aku menatapnya menuntut penjelasaan tapi ia tidak menghiraukannya.
“Hah... baiklah, dengarkan aku baik-baik. Ini seperti pelajaran sejarah tapi kuharap kau tidak akan bosan mendengar cerita dariku!!” aku tersenyum dan mengangguk semangat. Aku langsung duduk dihadapannya dan mulai menyimak apa yang ia katakan.
“Jadi, dulu ada seorang dari golongan white angel, ia seorang petinggi dikerajaan angel dan ia diutus kebumi untuk mencari sebuah batu yang entah aku lupa bernama apa yang bisa digunakan untuk menyimpan kekuatan dari seorang angel, jadi apabila kekuatan angel itu tak bisa dikendalikan ia bisa menyimpannya tanpa harus merelakan tubuhnya musnah bila tak bisa mengendalikan kekuatan itu. Tapi orang itu tak kunjung kembali, dari berita yang beredar ia berbaur dengan manusia. Dan aku bisa merasakan aura damai dan tenang dirumahmu dan aura white angelmu itu paling kuat diantara orang yang ada dirumahmu itu” aku masih serius mendengar penjelasaannya saat ia membuang nafas kesamping.
“Dan aura white angel itu bisa mengembalikan kekuatan ataupun luka fisik maupun dalam di golongan dark angel sepertiku. Kau maukan membantuku ?” ia menatapku berharap. Ah... akukan yeoja baik hati. Mana sanggup aku menolak permintaan orang yang sudah memelas sepertinya dihadapanku.
“Apa aku akan mati jika aku memberikan aura white angel-ku padamu ?” ia hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaan dariku. Hey.. apa aku salah ? aku tak ingin menolong orang lain jika akhirnya aku mati. Aku belum sempat menjadi anak yang baik untuk eomma dan appa.
“Tidak. Aku hanya akan sedikit pusing saja. Agar lebih cepat, kita lakukan dimalam bulan purnama karena saat itu aura white angel mudah dikendalikan maupun ditranfer” aku mengangguk. Ah.. apalagi ya ? Aku sebenarnya punya banyak pertanyaan tapi entah kenapa semuanya lenyap sekarang.
“Ohya... Marcus-ssi bagaimana caranya ?” ia membekap mulutnya dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya meletakkan buku sejarah diatas meja baca. Hey.. ada yang salah dengan pertanyaanku ? Aku benarkan jika aku ingin mentransfer aura-ku tapi aku tak tahu bagaimana caranya apa itu bisa ?
“Marcus-ssi berhentilah tertawa. Tidak ada yang lucu” aku jengah menatapnya. Menyebalkan.
“Kau yakin ingin tahu” ia memasang senyum yang seperti—pervert. Mwo ?
Ia bangkit dari duduknya dan berjalan mengitari meja baca lalu duduk dibangku yang sama denganku. Ia menghadapku dan memegang kedua pundakku untuk beradu pandang dengannya.
“Kau yakin ingin tahu caranya ? Ini hanya gerakannya saja, untuk mantranya biar nanti saja” ujarnya sebelum menyatukan bibirnya dengan bibirku. Ia menyedot udara dari mulutku dan sepertinya menelannya. Benarkah ? aku masih menatapnya yang sudah memejamkan matanya sambil menyedot udara yang kuhirup lewat bibirnya.
Kriiing.. Kriiiing
Suara itu membuatkan membuka matanya dan menjauhkan wajahnya dariku. 15 cm. Mungkin. Yang jelas masih dekat dengan tangannya yang ada dipundakku.
“Seperti itu Yoon Hyehwa~” aku masih membeku ditempat dengan tatapan mataku yang terkunci untuk menatapnya.
___________________________________________________________________________
End

Shine[Dribble]/Cho Kyuhyun



1. Title : Shine
2. Author : K. Fortuna [Ikrillah Kh]
3. Casts : Yoon Hyehwa, Cho Kyuhyun/Marcus Cho etc
4. Genre : AU, Fantasy, romance [kalau jadi] i don’t know, up to you.
5. Lenght : Dribble
6. Rated : PG 15
7. Disclaimer : FF muncul ditengah malam yang saya ketik dalam waktu kurang dari 15 menit. Story is Mine, Don’t be Copas and Plagiat, Typo(s). Membaca resiko ditanggung readers.

Story..................................

Yoon Hyehwa POV


“Euh....” kenapa aku merasa ada cahaya dikamarku. Apa ini sudah siang ? tapi aku merasa baru beberapa saat yang lalu aku mulai terbawa kealam mimpi.
“Euh... cahaya sialan” aku merubah posisiku menjadi duduk sambil mengucek-ucek kedua mataku. Aigooo... cahayanya terang sekali apa matahari berada dikamarku ? kusipitkan mataku menatap cahaya yang perlahan-lahan memudar. Menyisahkan-.... emb. Manusia ? Bukan! Ia bersayap babo! Angel ? sayapnya, sebegian putih, abu-abu dan hitam! Devil ? Hey, sudah kubilang sayapnya beraneka macam warna. Vampire ? ia tak bertaring! Ia,... ‘namja’ sepertinya....
“Kau- siapa ? Kenapa hari ini aku mimpi aneh sekali ? aku tidur dulu ya” kurebahkan kembali tubuhku diranjang single bed dengan bed cover bunga-bunga ini. Mataku memang dari tadi tidak bisa dibuka penuh dan terasa seperti ada lem.
Kupeluk bantal guling kesayanganku karena aku hanya memiliki satu. Ternyata mimpi... mimpi.... mana ada orang bercahaya. Seperti cerita dongeng saja. Semoga mimpi kali ini lebih menyenangkan.
***
“Euh....” kurasakan ada sesuatu yang menimpa pinggang dan bahuku. Ini berat dan membuatku tidak bisa bergerak ataupun membalikkan badan. Kubuka mataku hingga penuh. Kuraba bagian perutku dan melihat ada- Mwo ? tangan!!
Kubalikkan tubuhku menghadap belakang. Namja!! Dia, namja yang ada dimimpiku ?? berarti aku mimpi lagi ? tapi- aww... kucubit pipiku sendiri dan ini sakit. Dia siapa ? nafasnya begitu teratur menerpa wajahku yang tepat berada dihadapannya. Tapi- kuraba punggungnya... dimana sayap dengan degradasi warna itu ? punggungnya halus.
Kuturankan wajahku menghadap dada namja ini. Aku masih mengantuk. Kupeluk tubuh namja ini dengan melingkarkan tanganku ditubuhnya. Tangannya masih melingkar ditubuhku menjadikan suhu tubuhku menghangat.
“Yoon Hyehwa-ssi... kau sudah bangun. Mian mengganggu tidurmu” suara ini apa namja itu ? kujauhkan wajahku dari dadanya kutatap wajah namja itu tapi ia masih memejamkan matanya!!
“Aku tak tidur. Aku bukan makhluk sepertimu, Marcus Cho-imnida. Aku akan tinggal bersamamu selama aku berada didunia kalian. Salam kenal. Aku tak terima penolakan, jadi lebih baik sekarang kau tidur” setelah mendengar serentetan kalimat yang keluar darinya membuat tubuhku mengantuk kembali. Terserah siapa dia yang penting malam ini aku bisa tidur cukup untuk besok ulangan geografi Sung Seonsaengnim!!
Cup
Kecupan ringan namun belum dilepaskan itu menghantarkanku pada alam mimpi dan bertemu dengan namja bersayap degradasi warna itu...
***
“Euh... yak! Siapa kau ?” Aigoo. Kenapa ada namja didepan wajahku dan ia-ia memelukku.
“Babo lepaskan!” ia memindahkan tangannya dan duduk diatas ranjang ukuran single bedku yang menjadi sempit karena ada namja ini.
“Naneun Marcus Cho, Yoon Hyehwa-ssi, bukankah aku sudah mengatakannya tadi malam!!” namja itu bangkit dari tempat tidur dan duduk disofa hitam disamping lemari. Aku masih mengikuti gerak-geriknya.
“Yak!! Aku tahu aku begitu mempesona tapi bisakah kau biasa saja cara memandangku” petikan namja itu membuatku tersadar.
“Jadi itu bukan mimpi ?” gumamku menyentuh kening yang semalam terasa sangat hangat.
___________________________________________________________________________
End

Morning SUnday[Dribble]/Choi Siwon



1. Title : Morning Sunday
2. Author : K. Fortuna[Ikrillah Kh]
3. Casts : Choi Siwon, Lee Hyomin
4. Lenght : Dribble
5. Rated : PG 15/PG17
6. Genre : Romace. AU. Etc. I don’t know. Up to you.
7. Disclaimer : FF yang tercipta lagi karena gangguan Hyuk Jae oppa!! Apapun yang terjadi salahkan Hyuk Jae oppa#lari ke kandang Ddangkomma#. Story is Mine. Don’t copas and Plagiat.

Story.......................................

Author POV
“Yak Oppa! Kemana bajumu!!” teriak seorang yeoja yang terdengar sangat nyaring. Pantas saja. Ia melihat seorang namja keluar dari kamar mandi sambil mengeringakan rambut hitamnya dengan handuk kecil sedangkan ia hanya memakai handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya. Mulai dari pinggang sampai lutut tertutupi kain handuk putih.
“Wae ? aku lupa tidak membawa baju ganti chagiya~” ujar namja itu cuek. Sebenarnya ia memang sengaja ingin menggoda istrinya itu.
“Alasan!! Dasar namja pervert” umpat yeoja itu sambil membenahi tempat tidur mereka. Ia mengganti bed cover ranjang itu dengan motif bunga-bunga.
“Walaupun aku pervert. Aku tetap suamimu. Jika aku Mr. Pervert berarti kau Mrs. Pervert! Bukankah begitu ?” namja itu meletakkan handuk itu di gantungan dan melangkah mendekati istrinya yang sibuk mengganti bed cover ranjang mereka.
“Aku menikah denganmu karena perjanjian konyolmu dengan Hyuk Jae oppa! Lagipula gara-gara pernikahan ini aku harus menunda kuliahku 1 tahun. Menyebalkan!!” namja itu sudah berdiri tepat dibelakang yeoja itu. Sebenarnya yeoja itu menyadari keberadaan namjanya itu karena aroma tubuh namjanya yang khas itu menusuk hidungnya. Tangan sang namja kini melingkar dipinggang sang yeoja yang membuat yeoja itu menghentikan aktivitasnya.
“Dan gara-gara pernikahan itu juga aku harus menuruti perintah Appa untuk mengurus Hyundai. Bukankah itu lebih menyebalkan Lee Hyomin! Ah! Ani! Choi Hyomin” ujar namja itu ditelinga kanan sang yeoja yang membuat bulu kudu sang yeoja meremang.
“Oppa, lepaskan! Aku akan buatkan sarapan dulu” suara yeoja itu terdengar biasa saja. Bukan! Itu hanya terdengar! Sebenarnya ia sangat gugup walau sudah 2 bulan ia menyandang status Ny. Choi.
“Ini hari minggu jadi aku ingin sarapan yang berbeda” bibir tebal itu kini sudah mulai menguncup bahu Hyomin. Ia menurunkan sedikit piyama yang dipakai istrinya. Pelukan namja itu semakin erat. Namun namja itu menurunkan salah satu tangannya untuk menyentuh paha yeojanya.
“Oppa. Jangan lakukan sekarang! Bukankah tadi malam sudah” namun sepertinya namja itu sudah sibuk sendiri sehingga tidak mendengarkan ucapan dari yeojanya.
Cekleeet
“Siwon Samchon!!” petik seorang namja kecil berusia 5 tahuanan yang berhasil menghentikan kegiatan namja yang dipanggil Siwon.
“Yak bocah! Kenapa kau selalu menggangguku di hari Minggu. Kemana Appa dan Eommamu ?” Siwon melepaskan pelukkannya dan berbalik menghadap namja kecil yang masih setia berdiri diambang pintu kamarnya.
“Kata Appa, jika Chunjoo ingin deongsaeng. Chunjoo tidak boleh ada dirumah saat hari Minggu” ujar bocah itu polos. Yang menyebabkan Siwon mengerang keras.
“Hyung~~~~!!!” Siwon menjambak rambut hitam legamnya sendiri. Chunjoo hanya menatap samchonnya itu bingung dengan mata mengerjap-ngerjap lucu. Sementara Hyomin. Yeoja itu terkikik geli melihat tinggah suaminya yang terlihat kekanak-kanakan. Siwon bahkan lupa bahwa dirinya hanya menggunakan handuk saja -_-‘.
___________________________________________________________________________
End

Nappeun Sunbae[Dribble]/Siwon


1. Title : Nappeun Sunbae!!
2. Author : K. Fortuna[Ikrillah Kh]
3. Casts : Lee Hyomin, Choi Siwon
4. Lenght : Dribble
5. Rated : PG 17
6. Genre : Romance etc. I don’t know
7. Disclaimer : Otak author lagi konslet gara-gara Hyuk Jae oppa. Jadi apapun yang terjadi semua tanggung jawab Hyuk jae oppa#Digetok Hyuk Jae oppa#. Story is Mine!! Sebenarnya pingin Hyuk Jae oppa yang jadi maen cest^ejaan anak tk^, tapi lagi pengen Siwon oppa yang alim ulama*apalagi ini* ini. Don’t be plagiat and copas. Warning typo(s)

Story...................
Hyomin POV
“Sunbae... sampai kapan aku harus mengikuti perintahmu terus. Aku lelah sunbae, aku janji aku tidak akan melaporkan itu pada guru kesiswaan” ku hempaskan tubuhku dilapangan basket yang sudah sepi. Bagaimana tidak sepi ? sekarang sudah hampir jam 5 sore.
“Siapa suruh kau melihatnya” ujarnya jutek. Aish... orang ini. Membuatku jengkel saja.
“Aku tidak tahu jika ada kau dan Hyuna sunbae disana. Aku hanya mengecek perpustakaan sebelum aku menguncinya. Seharusnya sunbae berterima kasih padaku karena aku tidak mengunci kalian berdua disana” hah... kuusap keringat yang masih bercucuran dari dahiku.
“Jika kau langsung menguncinya itu lebih bagus. Setidaknya aku bisa melakukannya sampai pagi dengan Hyuna” dia mengambil botol air mineral yang kubawakan-karena perintah darinya- dan meneguknya cepat. Bahkan ada aliran kecil air mineral yang turun membasahi lehernya yang berkeringat. Kulitnya yang kecoklatan-mungkin karena terus-menerus latihan basket-dengan bintik-bintik keringat yang membasahi tubuhnya. Bahkan baju olahraga dengan lengan sebatas bahu itu sudah sangat basah.
Kulihat ia membuka kaos-nya dan duduk disampingku. Deru nafasnya yang tak beraturan terdengar jelas disampingku. Oh..ayolah!! aku juga yeoja normal. Bagaimana bisa ia dengan mudahnya membuka kaosnya dan topless dihadapan yeoja polos sepertiku ? apa ia tidak diajari sopan-santun ? bagaimana mungkin anak Choi Seonsaengnim seperti ini!! Aku masih diam-diam meliriknya yang sesekali memutar-mutar bola basket ditangannya. Kau tahu ? abs-nya. Ayolah.... eomma!!
“Kau tertarik denganku ?” kau tertangkap basah Lee Hyomin!! Babo! Babo yeoja!
“A-a-an-yio! Aku tidak tertarik dengan sunbae” kupalingkan wajahku menghadap arah lain. Jika kau seperti ini justru lebih memalukan. Kudengar ia tertawa renyah dengan tangan masih memainkan bola basket itu.
“Geuraeyeo ?”
“Geurae. Aku memang tidak tertarik dengan Sunbae. Aku justru tidak ingin terlibat masalah dengan sunbae. Aku janji tidak mengatakannya pada Hyuk jae oppa. Jadi kapan aku bebas” kuberanikan diriku untuk berbicara dengan nada tinggi dengannya. Salah bicara dengannya kau bisa dibuat tidak bisa berbicara lagi!!
“Orang yang melihatku sedang melakukan itu dengan yeojachingu-ku pasti akan kubuat tutup mulut. Tapi sepertinya ada pengecualian untukmu Lee Hyomin” ia mengalihkan pandangannya yang tapinya tertuju pada bola basket menjadi menatap wajahku.
“Kalau begitu bebaskan aku Siwon Sunbae” kekeluarkan ekspresi paling memelas yang aku punya. Ia tiba-tiba mendorongku hingga aku berbaring dilapangan basket ini dengan kedua tanganku yang dicengkam olehnya. Ia mengunciku dengan tangannya diletakkan disamping kepalaku dengan tangan masih mencengkramku.
“Baiklah kalau begitu” ia tersenyum misterius. Pelahan ia mendekatkan wajahnya, aku bahkan bisa merasakan nafas hangat itu menerpa permukaan wajahku.
“Kau- mau apa Sunbae ?” tanyaku gemetar. Aku menatapnya takut. Wajahnya terlihat sangat—mengerikan!!
“Nikmati saja” dengan cepat ia mengecup leherku. Ah... bibirnya yang sexy itu mengencup kulit leherku. Ia bahkan sedikit melumatnya.
“Argh...” aku meringis saat ia menggigit kulit leherku. Giginya tajam seperti vampire. Tapi setelah itu ia langsung menjauhkan wajahnya dari leherku. Ia menatapku dengan jarak hanya 5 cm. Tapi ia tidak menindihku!!
“Aku sudah membuat tanda dilehermu. Karena janjiku pada Hyuk Jae hyung, jadi aku tidak akan melakukannya denganmu sebelum kita menikah. Aku harap aku mau menjaganya untukku” ujarnya kemudian ia mencium keningku lama. Setelah itu ia bangkit dan menarik tanganku untuk membangunkanku.
“Selamanya kau tidak akan pernah lepas dariku”
“Maksudmu ?”
“Kita akan menikah”
“Mwo ? kenapa ?”
“Karena itu kesepakatanku dengan Oppa-mu. Lee Seonsaengnim!!”
“Nappeun!!”
___________________________________________________________________________
End

Sapphhire Blue World [Ficlet]


Title                 : Sight
Author             : K. Fortuna
Casts               : Marcus Cho, Alliciana Park, Keirai
Length             : Ficlet
Genre              : AU, Fantasy, Romance
Rated              : PG 15
Disclamer        : This Fanfiction is Mine. Don’t be Plagiat, pure my idea.

Story...............................
Author POV
“Mau apa kau kemari ? kurasa kau bukan orang bodoh yang tak tahu tentang aturan disini!” yeoja berkulit putih dengan gaun panjang putih yang dihiasi pernak-pernik disana-sini itu mengacungkan tongkatnya pada namja yang masih memasang wajah santainya itu.
“Wae ? aku hanya ingin jalan-jalan” ujar namja itu santai. Ia tak memasang wajah waspada seperti yeoja yang ada dihadapannya. Bahkan namja itu tak mengeluarkan tongkatnya untuk menjaga dirinya.
“Yak! Marcus Cho! Aku bertanya baik-baik padamu. Atau kau mau aku menyerahkanmu pada Keirai!” yeoja itu semakin geram menghadapi namja yang ada dihadapannya.
“Kau tahu aku ? apa aku juga terkenal dikalangan Elf hijau ? aku kira aku hanya terkenal di bangsaku saja” yeoja itu mencelos mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut namja itu.
“Pantas saja bangsamu-Elf biru-sangat tidak tahu aturan. Ternyata Chizhou mereka lebih tak tahu aturan” yeoja tadi tersenyum mengejek.
“Apa yang kau katakan ? tarik lagi kata-katamu jika kau masih ingin hidup!” rahang Marcus mengeras mendengar penuturan dari yeoja dihadapannya.
“Aku tak akan pernah menarik kata-kataku. Jika kau tidak tahu aturan lalu apa namanya ? kau melewati lembah Verquez dan berkeliaran di hutan Aratis. Apa tujuanmu kemari ? menjadi penyusup ? atau membuat keonaran di Mateya!” Marcus mulai terbakar emosinya. Hari juga sudah mulai malam. Hawa dingin itu mulai terasa di hutan Aratis yang letaknya tak jauh dari kota Mateya.
“Apa tujuanku kemari itu bukan urusanmu” terdengar nada ketus keluar dari mulut namja dengan mata biru laut itu. Rambut coklatnya bergoyang seirama dengan jubah hitamnya yang elegan.
“Kau berada diwilayah kekuasaanku! Jadi katakan apa tujuanmu datang kemari” Marcus mempertajam tatapan matanya pada yeoja yang ia tak tahu siapa. Yang jelas ia adalah makhluk sepertinya. Elf. Namun matanya berwarna hijau.
“Alliciana Park” desis Marcus.
“Baguslah jika kau sadar sekarang kau berhadapan dengan siapa” Alliciana kini melayang. Tongkat Atarios masih digenggaman tanganya. Tongkat dengan permata Ovilin kuning-kehijauan. Marcus menatap yeoja yang berada di kini melayang diatasnya itu.
“Sekarang katakan apa tujuanmu datang kemari! Aku tak punya banyak waktu. Jika kau tidak mengatakannya maka aku akan membawamu ke Keirai” Marcus menatap Alliciana sendu.
“Aku hanya ingin bertanding denganmu”
“baiklah. Modus amarus” tanpa Marcus duga Alliciana langsung mengarahkan tongkat Atariosnya pada dirinya. Namun untunglah ia bisa bergerak cepat untuk menghindar.
“Modus Amarus” Marcus dengan cekatan berpindah tempat menghindari cahaya putih dari Atorios.
“Modus Amarus” lagi. Alliciana mengarahkan tongkatnya kearah Marcus. Kali ini ia tak menghindar. Mengarahkan tongkat Loverdisnya keatas dengan cepat.
“Revour” cahaya putih yang keluar dari Atarios itu lenyap.
“Modus amarus”-“Revour” Marcus kini ikut melayang seperti Alliciana.
“Apa maumu ? kenapa kau tidak balas menyerang. Kenapa dari tadi kau hanya menghindar ? bukankah kau tadi mengatakan ingin bertanding denganku” Alliciana menurunkan Atoriosnya. Ia menatap Marcus yang kini juga melayang 2 meter darinya. Entah kenapa ia yakin Marcus tidak akan menyerangnya.
“Appa terkena racun Lucifer. Ia membutuhkan daun Orodis, namun di Amasia sudah tak ada lagi. akhirnya aku kemari. Aku harap kau mau memberiku 3 helai daun Orodis. Aku mohon... aku janji tidak akan memasuki Mateya lagi” Marcus menatap Alliciana penuh harap.
“Baiklah” Hari sudah malam. Mereka meninggalkan hutan Aratis. Cahaya mereka saat terbang membuat langit disekitar mereka menjadi terang.
___________________________________________________________________________
“Appa” namja paruh baya yang sedang duduk diatas balkon menara pengawas itu mengalihkan perhatiannya menuju suara yang sudah tak asing baginya. Bahkan sangat familiar.
“Alliciana. Kau-” Dennis-Keirai Elf Hijau- tak mampu berkata apa-apa.
“Alliciana. Dibelakangmu” petik Dennis melihat sosok dibelakang putri tunggalnya yang tengah melayang menghampiri dirinya.
“Pengawal........!!!” Dennis berteriak histeris. Ia tak ingin Alliciana terbunuh seperti istri dan kakaknya.
“Appa... tak apa, Marcus kemari hanya ingin meminta bantuan tidak lebih” Ujar Alliciana melihat begitu banyak pengawal yang berada disekitar mereka.
“Tangkap Marcus” perintah Dennis. Jelas tergambar rasa bencinya saat menatap Marcus. Lebih tetapnya saat melihat makhluk yang sama seperti Marcus-Elf Hijau-.
“Jangan!!” Alliciana membalikkan tubuhnya ia memeluk Marcus. ia merasa bahwa Marcus sangat memerlukan daun Orodis itu. Ia rasa Marcus adalah makhluk yang baik.
“Alliciana. Apa yang kau lakukan chagiya. Mereka berbahaya” Dennis memperingatkan putri satu-satunya itu. Alliciana melepaskan pelukkannya. Yeoja dengan pakaian kerajaan itu menautkan tangannya pada namja disampingnya.
“Marcus hanya ingin meminta 3 helai daun Orodis saja Appa. Cho Keirai sekarang sedang sekarat. Ia terkena racun seorang Lucifer”Marcus menatap yeoja disampingnya. Cahaya bulan yang menerpa wajah yeoja itu membuatnya jauh lebih mempesona.
“Apa benar Cho terkena racun Lucifer ?” tanya Dennis pada Marcus. namja itu tergagap dan kembali pada dunia nyata.
“N-ne. Park Keirai”
“Baiklah. Ambil saja. Setelah itu pergi dari Mateya, kembalilah ke Amasia. Kalian semua kembali ke pos jaga masing-masing” ujar Dennis. Ia memang Keirai yang bijaksana.
“Ku harap kau tidak membuat keonaran di Mateya” Dennis menatap tajam Marcus.
“Ne. Park Keirai. Gomapta, jeongmal Gomapta. Aku berhutang budi pada Anda Park Keirai” Marcus menunduk hormat. 2 bangsa ini memang saling bermusuhan, oleh karena itu Keirai memutuskan memisahkan Mateya dan Amasia.
“Alliciana, antarkan Marcus ke taman” Alliciana tersenyum lalu mengangguk.
“Ne Appa. Kajja Marcus-ssi”
            Alliciana berbalik begitu juga dengan Marcus. ia kembali menunduk hormat sebelum mengikuti Alliciana yang telah terbang 5 meter didepannya.
“Aku akan berusaha untuk tak mengungkitnya lagi, Violien” gumam Dennis setelah Alliciana dan Marcus menghilang dari hadapannya. Ini kali pertamanya bertemu dengan bangsa Elf biru setelah kematian Istrinya-Violien-. Ia dan putrinya dibunuh oleh seorang Elf biru menggunakan racun dari Lucifer.
___________________________________________________________________________
“Kau yakin akan mengantarku sampai hutan Aratis ?” Marcus menatap Alliciana yang terbang disampingnya. Tubuh mereka saat terbang mengeluarkan percikan cahaya seperti kembang api yang berwarna hijau-Alliciana- dan biru-Marcus- yang menyatu.
“Ne. wae ? aku hanya takut kau kenapa-napa ? bukannya apa-apa, kau adalah Chinzhou bangsa Elf biru, jika kau kenapa-napa bagaimana ? bukankah Cho Keirai sedang sakit ?” sebenarnya bukan itu alasan Alliciana. Ia merasa bahagia saat berada didekat Marcus.
“Tak apa. Aku membawa Loverdis. Cukup mengantarku sampai sini saja. Terima kasih telah percaya padaku dan memberikan daun Orodis. Terima kasih telah mengantarku. Dan sampaikan terima kasihku pada Park Keirai. Juga maaf karena kejadian dulu Appa-ku tidak bisa berbuat apa-apa” Marcus melepas genggaman tangannya pada Alliciana. Ya. Dari tadi mereka terbang dengan jari yang saling terkait. Bukankah itu sangat romantis ?
“Aku pergi. Kuharap kita bisa bertemu kembali Park Chinzhou” seru Marcus sebelum ia terbang jauh meninggalkan Alliciana. Marcus tersenyum manis kemudian cahaya biru membawanya terbang melewati gelapnya malam dengan sangat cepat.
“Semoga kita bisa bertemu kembali Cho Chizhou” ujar Alliciana lirih. Alliciana tersenyum kemudian berbalik terbang untuk kembali ke kastil.
___________________________________________________________________________
“Nifodis-aratus” Marcus mengarahkan Loverdisnya kearah yeoja asing yang bersembunyi diantara pohon pinus. Hutan Omifena memang menjadi tempat ia biasa latihan karena tempat ini sepi. Marcus mendekati yeoja yang telah ia ikat dengan mantranya tapi. Ia memang merasa ada yang mengikutinya saat ia berlatih.
“Kau ?” Marcus memetik melihat yeoja yang berada dihadapannya kini.
“Ne. ini aku. Wae ? bisakah kau melepaskannya” ujar yeoja berambut hitam legam sepinggang itu.
“N-ne. baiklah” Marcus tergagap melihat siapa yang berada dihadapannya. Namun ia mengarahkan Loverdisnya kearah yeoja itu.
“Aratus-masis” ikatan gaib itu terbuka. Alliciana langsung menghambur kearah Marcus. namun Marcus masih saja diam.
“Wae ? kau tak senang bertemu denganku ? bahkan aku sudah membelamu dihadapan Appa-ku” Alliciana melepaskan pelukkannya.
“Bukan begitu. Hanya saja kau bisa bahaya jika terlalu lama disini” Marcus menelisik kearah sekitar. Ia takut ada pengawal yang mengetahui Chinzhou dari bangsa Elf hijau disini.
“Appa mengundangmu dan Cho Keirai ke Mateya. Ia ingin membuka penghalang antara Mateya dan Amasia” ujar Alliciana dengan nada yang ketara sekali bahwa ia sangat bahagia.
“Bukankah tanpa membuka penghalang itu kita biasa keluar masuk Mateya-Amasia” cibir Marcus.
“Aish. Terserah,... aku pulang” Alliciana awalnya hanya merajuk saja. Ia ingin melihat ekspresi Marcus yang memohon padanya.
“Pulanglah. Jika perlu jangan kembali” ujar Marcus acuh. Alliciana hanya mendesus sebal. Setelah ia mengenal Marcus lebih jauh, ternyata namja itu sangat menyebalkan.
“Katakan pula pada Park Keirai, aku akan kesana dengan Appa untuk melamar Putrinya yang cengeng” teriak Marcus saat Alliciana berada cukup jauh darinya.
“Sudah jangan merajuk” tiba-tiba Marcus memeluk Alliciana dari belakang. Marcus membalikkan badan Alliciana menghadapnya.
“Seperti yang kau katakan. Kita akan menyatukan Mateya dan Amasia kembali. Sebentar lagi, kita tak perlu bertemu secara diam-diam seperti ini” Marcus mengelus pipi putih bak porselin Alliciana. Menatap mata kuning yeoja dalam dekapannya.
“Katakan pada Park Keirai, aku dan Appa akan datang besok” bisik Marcus ditelinga Alliciana lembut. Marcus mengelus rambut hitam Alliciana.
CUP
            Kecupan singkat dari Marcus dibibir Alliciana menjadi sihir bagi Alliciana. Yeoja itu masih membelangkkan matanya. Sementara Marcus tersenyum manis. CUP. Lagi. Marcus mengencupnya, namun kali ini cukup lama. Alliciana memejamkan kelopak matanya. Tangannya melingkar dileher putih pucat Marcus.
            Setelah cukup lama Marcus melepaskannya. Sebenarnya Alliciana masih ingin marasakan manisnya bibir Marcus. Marcus menatap Alliciana lembut. Ia mengelus bibir Alliciana yang terlihat merah karenanya.
“Nanti lagi. sekarang sebaiknya kau pulang” ujar Marcus lembut. Namja itu melepaskan pelukannya. Alliciana perlahan melayang, ia melambaikan tangannya sambil tersenyum.
“Aku menunggu janjimu Cho Chinzhou” ujar Alliciana memasang wajah dingin. Kemudian perlahan berbalik. Marcus hanya tersenyum melihat Alliciana yang kini hendak kembali ke Mateya.
“Chagiya, saranghae” teriak Marcus.
___________________________________________________________________________
END
Ket :
Makhluk bernama Elf dibagi menjadi 2 berdasarkan keturunan. Elf biru-bermata biru- dan Elf Hijau-bermata hijau-
Keirai = sebutan untuk raja bangsa elf
Chinzhou = sebutan untuk pangeran bangsa elf
Lembah Verques = lembah pembatas dimana penghalang antara Mateya dan Amasia dipisahkan. Hanya Keirai dan Chinzhou yang bisa menembusnya.
Hutan Aratis = wilayah bangsa Elf hijau yang paling dekat dengan lembah Verques
Orodis = pohon yang sangat langka. Pohon yang merupakan tanaman obat.
Lucifer = makhluk yang memburu Elf untuk diambil hatinya untuk dijadikan tumbal untuk upacara.
Mateya = tempat tinggal Elf hijau
Amasia = tempat tinggal Elf Biru.
Bye.... 
_____