Tuesday, April 30, 2013

Secret Admirer [Lee Sungmin]/Special Birthday


Title                 : Secret Admirer (Sungmin Ver)
Author             : K. Fortuna
Cast                 : Lee Sungmin, Cho Min Ae, Cho Kyuhyun and others
Genre              : AU, happy ending, special Sungmin oppa birthday
Lenght             : Oneshoot
Rated              : PG 15/ PG 13
Disclaimer       :
                                      FF ini special buat ulang tahun Sungmin oppa. Saengil chukae imnida oppa. Makin tambah umur, makin cakep, aegyo, imut, lucu, sehat, makin disayang Elf dan lancar karirnya.

Story is mine!!!

Let’s go.................

Sungmin POV
            Perkenalkan Lee Sungmin-imnida. Siswa kelas XI-A YoungGuk Senior High School. Aku salah seorang pemain inti di tim basket sekolah kami. Hah.......... pagi ini seoul sangat indah. Kulangkahkan kakiku menyusuri lorong sekolah menuju loker untuk mengambil buku. Beberapa siswa yang melintas menyapaku dan kubalas dengan senyuman biasa. Aku tak ingin dibilang sombong atau semacamnya.
            Seperti biasa, setiap pagi selalu ada yang memberiku surat yang ditulis dengan tinta berwarna merah muda yang diletakkan di lokerku. Tak lupa juga sebuah coklat dengan aroma mint. Ia –orang yang memberiku cokelat dan surat- selalu meletakkannya pada hari senin. Entahlah dari mana ia tahu kalau itu adalah makanan favotit-ku, padahal hanya sahabat-sahabatku saja yang tahu. Bahkan siswi-siswi yang bisa dibilang fans-ku itupun tak tahu. Kejadian itu sudah berlangsung 3 bulan terakhir. Berawal dari surat dengan tulisan bertinta merah muda dan coklat dengan aroma mint. Isi suratnya aku bahkan hafal karena sering ku buka untuk ku baca berulang-ulang.
To       : Lee Sungmin sunbae
            Chukae sunbae, akhirnya tim sekolah kita menang. Itu semua sebanding dengan latihan kalian untuk menghadapi pertandingan ini sejak sebulan yang lalu. Kau keren sekali sunbae. Ku harap sunbae tetap menjaga pola makan agar tetap sehat. Agar tetap bisa berangkat sekolah. Dan agar aku bisa melihatmu.
            Sunbae juga harus belajar, ulangan tengah semester 2 minggu lagi. Walaupun sunbae senang dengan basket aku harap sunbae tak lupa dengan pelajaran. Mianhada sunbae aku pernah melihatmu menyanyikan lagu dengan bermain gitar ditaman belakang sekolah. Suara sunbae sungguh merdu.
            Sekali lagi chukae atas kemenangannya.

C. Mh
___________________________________________________________________________
            Saat ini aku sedang berada di kantin bersama sahabat-sahabatku. Cho Kyuhyun. Kapten tim basket dan gitaris band di club music. Park jung soo. Ketua osis. Dan Lee donghae. Siswa-siswa disini biasanya yeoja mengatakan bahwa Donghae adalah namja paling tampan disini. Dan karena itu juga dia pernah berkelahi dengan Jung Yunho sunbae. Hahaha....
            Aku menyesap sedikit lemon tea yang ada dihadapanku. Kuambil cokelat dari saku celanaku dan juga suratnya. Ku letakkan cokelat itu diatas meja dan kubaca suratnya.
To                   : Lee Sungmin sunbae
            Sunbae, seperti biasa.. awal minggu ini cokelat baik untukmu. Tapi sunbae jangan terlalu banyak memakan cokelat. Nanti kau bisa semakin manis sunbae. Hehehe...
Kuharap kau tak pernah bosan mendapat surat dan cokelat dariku. Semoga hari ini menyenangkan untuk sunbae. Sungmin sunbae sebentar lagi akan libur akhir semester awal. Tapi tenang saja sunbae, aku akan tetap mengirimimu surat dan cokelat.
            Kuharap kau tak merasa terganggu dengan keberadaanku. Jika kau memang terganggu katakan saja sunbae. Aku akn berhenti jika memang karenaku sunbae terganggu.

C. Mh
“dari orang itu lagi ?” tanya Kyuhyun
“ne” ucapku sambil tersenyum
“apa kau tak merasa terganggu karena pengagum rahasiamu itu ?” tanya Donghae sekarang.
“tidak aku senang membaca suratnya dan cokelat dengan aroma mint ini adalah cokelat favoritku” ku gigit ujung cokelat pemberian orang itu.
“apa kau menyukainya Sungmin-ah ?” aku merasa setiap hal yang berhubungan dengan orang yang memberiku surat dan cokelat ini, ia selalu paling ingin tahu.
“entahlah Kyu. Kadang memang aku berfikir ingin tahu siapa orang yang memberiku surat dan cokelat ini. Tapi sebulan yang lalu aku bersembunyi didepan loker dan tidak ada siapapun yang membuka ataupun meletakkan sesuatu di lokerku” ujarku jujur.
“apa orang itu pernah mengatakan perasaannya padamu atau alasan kenapa ia selalu mengirimu surat dan cokelat.” Tanya Jung soo yang dari tadi hanya menjadi pendengar yang baik.
“Ia pernah menulisnya tapi hanya sekali. Ia bilang ia menyukaiku tapi aku tak harus menjawabnya karena aku belum pernah melihat wajahnya dan tak tahu siapa dia” jelasku
“owh”
___________________________________________________________________________
Author POV
            Musim libur masih berlangsung untuk siswa-siswa SMA. Seoul memasuki musim dingin. Natal baru saja berlalu. Mataharipun malu-malu sehingga langit seoul pagi ini terlihat mendung tertutup awal.
            Seorang namja tampak berlalu menuju mobilnya dengan terburu-buru. Sambil sesekali ia menggerutu kesal karena sahabatnya menelponnya untuk kerumahnya. Berkumpul bersama. Tidak datang tidak solid. Sungmin buru-buru membukanya namun ia tutup kembali. Ia lupa kalau ini hari Senin. Ia berlari ke kotak pos yang berada disisi kiri gerbang rumahnya.
Sebelum keluar gerbang, Sungmin melihat seorang wanita dengan cardingan berwarna putih salju dan syal abu-abu memasukkan sesuatu di kotak pos rumahnya. Kemudian ia berbalik berjalan membelakangi Sungmin dan akhirnya berbelok ke Kiri hingga lenyap dari hadapan Sungmin.
ternyata ia. Aish kenapa rambutnya panjang digerai kesamping. Ia juga tak menoleh. Bagaimana aku tahu wajahnya’ batin Sungmin. Ia bergegas membuka kotak Pos dan hanya terdapat surat dan cokelat saja. ‘benar. Berarti wanita tadi. Sepertinya aku mengenalnya, atau setidaknya pernah melihatnya. Andai aku melihat wajahnya’ ia kemudian mengambil surat dan cokelat itu.
Sungmin kembali masuk ke bagasi dan mengendarai mobil Civic LX Putih miliknya yang merupakan hadiah ulang tahunnya tahun lalu dari appnya untuk membelah kota seoul. Menuju rumah sahabatnya berkumpul Kyuhyun.
___________________________________________________________________________
Sungmin POV
            Aku sudah sampai dirumah Kyuhyun. Kata Jang Ahjumma-pembantu dirumah Kyuhyun- mereka –Kyuhyun, Jung soo dan Donghae- berada di halaman belakang. Dan akupun langsung kesana tanpa perlu ditunjukkan jalannya karena aku sudah terbiasa disini.
“Sungmin-ah kau sudah datang ?” ujar Donghae yang pertama kali melihatku. Ia aneh aku sudah ada disini ya berarti aku sudah datang
“ah sudahlah” aku duduk dirumput bersama mereka. Aku duduk disamping kanan Kyuhyun yang sedang memainkan gitarnya.
“oh ya. Tadi pagi sebelum kemari aku melihat yeoja yang selama ini memberiku cokelat dan surat!” Kyuhyun langsung menghentikan permainan gitarnya. Begitu juga Donghae dan Jung Soo yang saling ngobrol di sebelah kiri Kyuhyun.
“kau yakin Sungmin-ah. Lalu bagaimana ?” ucap Kyuhyun was-was
“lalu bagaimana maksudmu Kyu. Aku melihatnya tapi aku tidak melihat wa.........jahnya..” ucapanku sedikit terpotong karena aku melihat Min Ae-adik Kyuhyun- melintas di dapur-yang dapat terlihat dari sini-.
“tapi sepertinya aku sekarang tahu siapa yeoja itu” ucapku misterius.
“yak! Apa maksudmu Sungmin-ah. Kau bilang jika kau tak melihat wajahnya, lalu sekarang kau berkata sekarang kau tahu siapa dia!!” Donghae memandangku bingung
“lalu bagaimana selanjutnya Sungmin-ah ?” Kyuhyun menunduk. Suaranya terdengar khawatir. Apa ia tahu tentang ini semua ?
“kau tahu semuanya ?” aku menatap Kyuhyun. Sementara Kyuhyun menatap Min Ae yang sedang ada di dapur.
“semua. Semuanya. Bahkan aku yang menyuruhnya menyatakan perasaannya padamu walau tak langsung” Kyuhyun masih terus memandang Min Ae
“aku juga yang menelfonmu agar keluar rumah dan tahu siapa pengirimnya dengan sendirinya. Ia tak mau memberi tahumu. Aku bosan melihatnya selalu mengikutimu. Hanya menjadi bayanganmu. Ia juga adikku. Aku tak ingin ia hanya menjadi bayangan. Hanya sebatas pengemar rahasia. Walau ia mengatakan ia hanya menyukaimu, tapi aku tahu sebenarnya ia tulus mencintaimu” lanjutnya. Lalu memandangku
“Jangan beri ia harapan jika memang kau tak menyukainya. Walau Min Ae harus merasakan luka sesaat itu lebih baik dari pada ia menjadi seorang pengemar rahasia yang hanya bisa memberikan surat dan cokelat setiap minggunya. Aku menghargai semua keputusanmu Sungmin-ah” ia menepuk pundakku
“entahlah. Tapi akan mencobanya. Kalian mau membantukan nanti malam ?” ucapku memecahkan keheningan diantara kami
“mwo nanti malam ?” ucap mereka serempak
“ne. Waeyo ?”
“apa kau yakin ? aku rasa kau terlalu cepat mengambil keputusan” ucap Kyuhyun
“aku terbiasa dengan kehadirannya. Seperti katamu Kyu, aku ingin melihatnya secara nyata bukan bayangan atau pengagum rahasia”
“baiklah. Aku akan membantumu. Kuharap kau tak mengecewakanku” Syukurlah Kyuhyun sudah percaya padaku
“terima kasih Kyu-ah. Kalian juga hae-ah Jung soo-ah” ucapku tulus
___________________________________________________________________________
Kyuhyun POV
Tok tok tok
            Ku ketuk pintu kamar Min Ae. Padahal sudah kuketuk berkali-kali tapi kenapa belum ia belum membuka pintu juga. Karena khawatir ku buka sedikit pintu kamarnya. Kulihat ia sedang berada di balkon kamarnya. Pantas saja ia tidak mendengar.
            Akupun masuk dan mendekatinya. Kupeluk tubuhnya dari belakang kulilitan tangannya dilehernya yang terbuka. Apa ia tidak kedinginan ? seoul sedang pertengahan musim dingin. Dasar anak kecil nakal!
“yak oppa! Aku sudah besar. Nanti tidak ada namja yang mau denganku. Mereka pasti mengira kau itu namjachingu-ku bukan oppa-ku. Jadi oppa keluar saja dari kamarku” anak ini! Selalu saja... tidak tahu apa kalau oppa-nya yang tampan ini sangat menyayanginya dan mengkhawatirkannya. Adik tak pengertian
“kau yakin akan mengusir oppa-mu yang tampan ini. Padahal ada yang ingin oppa beritahukan padamu. Sungmin...........” ucapku menggantung. Ia menghentakkan kaki kanannya sebal. Kemudian berbalik mengadapku dan otomatis lilitan tanganku dilehernya terlepas.
“yak! Oppa-ku yang tampan jika mau memberi tahu itu jangan tanggung seperti itu. Kau menyebalkan”
“Lee Sungmin-mu itu mengadakan pesta kecil untuk merayakan ulang tahunnya dan untuk merayakan tahun baru dirumahnya. Ia mengundang semua siswa. Jadi apa kau tak ingin ikut oppa ?”
“jinjjayeo ?” kucubit pipinya yang chubby gemas. Matanya berbinar-binar seperti anak kecil yang polos
“ne! Mana mungkin opp berbohong pada dongsaeng kesayangan oppa yang bodoh ini” ia hanya mendesus kesal.
“dan satu lagi. Tapi oppa harap kau tidak mati karena kaget setelah mendengar ini” ucapku dengan nada serius
“oppa tidak akan bilang jika Sungmin sunbae mempunyai yeojachingu-kan ? aku tidak percaya pada oppa” haha... anak ini. Masih ingat saja saat dulu aku mengatakan kalau Sungmin memiliki yeojachingu
“ada 2 yang pertama. Sungmin menyerahkan padaku kue ulang tahun untuk acaranya nanti malam” mata langsung berbinar-binar
“aku akan membuatkannya ya oppa! Oppa tinggal bilang jika oppa pesan terserahlah oppa mau bilang dimana. Ne ?” ucapnya dengan penuh harapan
“ne. Yang kedua malam nanti Sungmin akan memperkenalkan yeoja yang ia cintai” ucapku dengan nada yang pura-pura lesu.
“geuraeyeo ?” ia terlihat langsung lesu
“ne. Seperti janjimu. Kau harus berhenti mengirimi surat dan cokelat untuk Sungmin. Dan jangan menjadi pengagum rahasia ataupun bayangannya. Karena kau itu nyata Min Ae-ah” ucapku mendekap tubuhnya. Kusenderkan kepalanya didadaku. Ia menangis tanpa suara.
“ne oppa. Akan ku coba, jika benar Sungmin sunbae mempunyai yeojachingu” ucapnya setelah keheningan menyelimuti kami dan semilir dinginya angin menerbangkan rambutnya yang digerai
“ia suka cake cokelat dengan cream vanilla dan sedikit cream strowberry” kubelas rambutnya yang panjang. Semoga kau bahagia Min Ae-ah.
“ne oppa. Akan segera ku buatkan” ucapnya sambil melepaskan pelukannya. Ia tersenyum
“gomapta oppa” ucapnya tersenyum sambil menunduk dan menghapus sisa-sisa air mata yang mengalir dari matanya yang bulat alami tanpa eyeline.
“ne” ku acak-acak poninya sambil tersenyum
“akan ku buatkan dulu cakenya. Memangnya kapan acara dimulai nanti malam ?” ucapnya berusaha tersenyum namun ada guratan kesedihan di matanya
“acara dimulai pukul 10 malam dan berakhir pukul 1 pagi. Kau tenang saja oppa sudah meminta ijin eomma dan appa. Tapi oppa harus pergi jam 7 malam.”
“Tenang saja oppa akan menjemputmu” lanjutku gemas. Ia memang tidak suka keramaian dan kurang nyaman di tengah-tengah keramaian. Ia juga tidak pandai bergaul. Ia hanya mempunyai 4 teman saja.
“ne oppa”
___________________________________________________________________________
Author POV
“Jung soo-ah apakah semua anak-anak sudah datang ?”  tanya Sungmin tak sabar. Atau gugup lebih tepatnya. Padahal ini bukan kali pertamanya Sungmin menyatakan cinta pada yeoja
“sudah semua kecuali Min Ae” ujar Jung Soo sambil melihat daftar siswa yang hadir.
“Kyuhyun dimana ?” tanyanya lagi. Ia sungguh gugup dan ia tak bisa menyembunyikannya
“ia sedang menuju kemari membawa cake buatan Min Ae bukan Min Aenya. Jadi kau tidak usah gugup seperti itu Sungmin-ah” ledek Donghae
“ah itu Kyuhyun” lanjut Donghae menunjuk Kyuhyun yang membawa kardus besar di tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya memegang banyak kembang api yang ukurannya bervariasi
“Kyu-ah kurasa keputusanmu membantunya itu adalah sebuah kesalahan” ucap Donghae
“memangnya kenapa ?” tanya Kyuhyun acuh sambil meletakkan kardus berisi cake dan kembang api
“kau membuat anak manusia yang terkenal manis ini menjadi seperti orang gila karena gugup. Kekekeke..” canda Donghae yang membuat Jung soo dan Kyuhyun ikut tertawa dengan Donghae. Sedangkan Sungmin, ia mendesus kesal.
“masih mending. Adikku malah sampai berubah menjadi panda dengan mata paling hitam karena rencana ini. Kekekeke....” lanjut Kyuhyun sambil terkekeh.
“semua sudah datang. Sekarang juga sudah hampir jam 11. Lebih baik kau jemput saja Min Ae, daripada kau disini bersama mereka yang kerjaanya hanya menertawakannku saja” ucap Sungmin kesal
“baiklah. Adik ipar” ucap Kyuhyun yang membuat mereka kembali terkekeh
___________________________________________________________________________
At Home
Diteras rumah Min Ae sudah menunggu oppanya dengan cardingan abu-abu dan sepatu kets. Rambut terurai dan wajah POLOS tanpa make up. Ia menggerutu kesal. Sampai Kyuhyun akhirnya datang dan turun dari mobil Hyundai NF Sonata hitamnya.
“oppa kajja kita pergi. Sudah jam 11 lebih oppa” ucap Min Ae sambil menggandeng tangan Kyuhyun. Kyuhyun segera menghempaskan tangan Min Ae dan memandang Min Ae dari kepala sampai kaki ‘benar-benar panda’ batinnya
“kajja” ucap Kyuhyun menarik Min Ae masuk kerumah bukan ke mobil
“yak oppa!” ucap Min Ae tak terima. Sesampainya diruang tengah ia melihat eommanya sedang duduk nonton TV.
“eomma. Dandani Min Ae. Aku ambil dulu dress untuknya dikamar” ucap Kyuhyun cepat. Bahkan Min Ae belum mengucapkan apa-apa.
            Dan jadilah ia di kamar eommanya. Ia dimake up natural dan menutupi sedikit lingkaran hitam diwajahnya. Rambutnya disanggul dengan poni. Dress berwarna pink lembut dan high heel 5 cm berwarna cream. Dress lengan pendek dengan panjang selutut dengan hiasan pernak-pernik di dada dan pita besar di punggung belakangnya. Tepat pukul setengah 12 malam mereka melaju ke rumah Sungmin. Mereka hanya perlu 15 menit untuk sampai disana. Didalam mobil mereka hanya diam. Min Ae sibuk membayangkan wajah yeojachingu Sungmin. Sementara Kyuhyun hanya berharap Min Ae bahagia.
___________________________________________________________________________
            Setelah sampai mereka turun dan bergabung dengan semua orang diruang tengah yang menunggu acara tiup lilin dan setelah mereka akan menyalakan kembang api di halaman depan.
            Kyuhyun bergabung dengan Sungmin, Jung Soo dan Donghae di sofa. Setelah melihat Min Ae datang, Sungmin hanya melongo memandangi wajah Min Ae yang sedang berbicang-bincang dengan temannya. ‘Kyuhyun benar. Ada lingkaran hitam dimatanya. Panda-ku yang manis’
            Bunyi dentingan jam berbunyi menandakan jam 12 malam tepat. Mereka mengelilingi meja utama dimana cake cokelat buatan Min Ae. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Sungmin.
            Min Ae hanya melihat dari kejauhan karena disana sudah sesak oleh anak-anak. Terlebih dari sini ia bisa melihat Eun Ji. Sunbaenya yang setingkat dengan kakaknya dan Sungmin sunbae berada tepat disamping Sungmin dan ia menduga-duga apakah yeojachingu yang dikatakan oppanya adalah Eun Ji. Min Ae terlalu larut dengan fantasinya.
“baiklah karena sekarang ahjumma dan ahjussi sedang pergi bagaimana jika potongan pertama kau berikan saja pada yeojachingu-mu Sungmin-ah !” ucap Donghae yang membuat semua orang terutama yeoja berteriak histeris. Entah kaget dengan kabar yeojachingu Sungmin atau berharap dirinya yang mendapat potongan pertama itu.
“apakah benar Sungmin sunbae sudah memiliki yeojachingu Hee-ya ?” tanya Eun Soo memandang chingu-nya yang menatap Sungmin dengan tatapan yang entahlah. Sulit dideskripsikan. Tak ingin kehilangan dan kesedihan. Itulah komposisi utamanya
“kita lihat saja. Aku baru tahu tadi siang dari Kyuhyun oppa. Aku sendiri penasaran. Yang ada dalam pikiranku adalah Eun Ji Sunbae. Ia dari tadi terlihat sangat akrab dengan Sungmin Sunbae” ujar Min Ae lemas. Min Ae menunduk
“kuharap kalian diam dulu” ujar Sungmin lantang. Semuanya hening dan menatapnya
“aku belum mempunyai yeojachingu dan aku berharap, Yeoja yang –baru sadar- aku sukai, ah! Ani, aku cintai itu mau menerimaku” lanjutnya tersenyum sangat manis. ‘jangan tersenyum seperti itu sunbae... nanti aku sulit untuk berhenti melakukan rutinitasku seperti biasa’ batin Min Ae. Ia dari tadi menunduk memandangi hight heel 5 cmnya.
“Hee-ya, Hee-ya, ssuhhtt” bisik Eun Soo sambil menyenggol lengan Min Ae
“mwo ?” tanya Min Ae lemas. Pandangannya masih kebawah sampai sepasang sepatu hitam berada didepannya. Min Ae menatap sepasang sepatu tersebut. Kemudian ia mengangkat sedikit demi sedikit kepalanya. Mata membulat melihat seorang namja manis sedang tersenyum kearahnya. Tak lupa piring kecil yang berisi potongan pertama cake yang ia buat untuk Sungmin.
“Sunbae” ucap Min Ae lirih.
“ne. Ah, sebentar” Sungmin mengambil sedikit cake cokelat tersebut dan menyodorkannya tepat dihadapan Min Ae.
“jika kau menerimaku. Buka mulutmu dan aku harap kau mau memakannya” ucap Sungmin penuh harap
“jika kau menolak. Kau bisa berpaling dan pergi” walaupun sudah tahu bahwa Pengagum rahasianya itu adalah Min Ae. Ia masih saja gugup.
“baiklah. Aaa-..” setelah 5 menit diam Min Ae membuka mulut. Melihat itu dengan senang hati Sungmin menyuapkan potongan cake itu. Semua orang yang tadinya hening sekarang bersorak dan bergantian memberikan selamat.
“semuanya. Daripada kita mengurusi 2 anak itu, lebih baik kita ke halaman depan menyalakan kembang api saja, Kajja” ucap Kyuhyun sambil membawa kembang api dan membawa keluar diikuti oleh anak-anak yang lain. Sementara Min Ae diseret Sungmin menuju ke halaman belakang.
“Sunbae kenapa kesini. Bukankah anak-anak yang lain ada didepan ?” ucap Min Ae setelah mereka duduk di kursi taman belakang.
“berhenti memanggilku Sunbae dan panggil aku oppa. Memangnya kau tak lihat ke sekelilingmu yang sudah ku hias dengan bunga mawar putih dan lily kesukaanmu” ucap Sungmin pura-pura sebal.
“dan lihatlah ini” Sungmin menyalakan korek api dan meletakkannya ditanah. Seketika itu juga api mengelilingi mereka dengan bentuk hati.
“dan juga ini” namja itu mengeluarkan sebuah kalung dengan bandul berbentuk SM yang indah. Tanpa ijin Sungmin berjalan mendekati Min Ae dan langsung memasangkannya dileher yeoja itu.
“gomapta oppa”
“ne. Dan mulai sekarang berhentilah jadi pengagum rahasiaku dan memberiku surat dengan tinta merah muda dan cokelat mint” Sungmin duduk disamping Min Ae dan menggenggam tangannya
“kau tak usah heran. Kyuhyun sudah menceritakan semuanya padaku” lanjut sungmin.
“jeongmal gomapta oppa” Min Ae tak tahu harus berkata apalagi sekarang yang jelas ia sangat bahagia. Itulah yang ia tahu. Sungmin kini menghadapkan tubuhnya didepan Min Ae. Ia memerhatikan lekuk wajah Min Ae.
“dan jangan pernah menangis lagi dibelakang-ku. Kau benar-benar menjadi panda yang manis dan lucu sekarang” ucap Sungmin sambil menyentuh lingkaran mata Min Ae yang terlihat walaupun sedikit tersamarkan dengan make up yang ia pakai.
            Tangan Sungmin sekarang turun memegang tengkuk dan pinggang Min Ae. Min Ae hanya diam dan menatap Sungmin. Hingga Sungmin memperdekat jarak diantara mereka dan permukaan bibirnya bertemu dengan bibir tipis yeojanya kini. Min Ae memejamkan matanya begitu juga Sungmin. Tak lama Sungmin menjauhkan dirinya. Ia tersenyum. Yang tadi hanya menempel tapi sudah membuatnya jantungan.
‘dia yeoja yang berbahaya. Hanya menempel saja sudah membuatk jantungan’ batin Sungmin.
            Sungmin merengkuh tubuh Min Ae dari samping sehingga kepala Min Ae bersender pada pundaknya.
“Lihatlah” Sungmin menunjuk ke arah langit. Sebuah kembang api seluncur dan kemudian membentuk percikan bunga api yang membentuk nama 사랑해.
“gomapta. Gomapta untuk semuanya oppa” ujar Min Ae terharu. Ia menatap langit dan menutup mulutnya dengan tangan kirinya.
“ne. Ini balasan untuk semua pemberianmu selama ini” balas Sungmin. Ini hadiah paling indah dalam ulang tahunnya
___________________________________________________________________________
END

No comments:

Post a Comment