Title : Secret
Admirer (Sungmin Ver)
Author : K.
Fortuna
Cast : Lee
Sungmin, Cho Min Ae, Cho Kyuhyun and others
Genre : AU, happy
ending, special Sungmin oppa birthday
Lenght : Oneshoot
Rated : PG 15/ PG
13
Disclaimer :
FF ini special buat ulang tahun Sungmin oppa.
Saengil chukae imnida oppa. Makin tambah umur, makin cakep, aegyo, imut, lucu,
sehat, makin disayang Elf dan lancar karirnya.
Story is mine!!!
Let’s go.................
Sungmin POV
Perkenalkan Lee
Sungmin-imnida. Siswa kelas XI-A YoungGuk Senior High School. Aku salah seorang
pemain inti di tim basket sekolah kami. Hah.......... pagi ini seoul sangat
indah. Kulangkahkan kakiku menyusuri lorong sekolah menuju loker untuk
mengambil buku. Beberapa siswa yang melintas menyapaku dan kubalas dengan
senyuman biasa. Aku tak ingin dibilang sombong atau semacamnya.
Seperti biasa,
setiap pagi selalu ada yang memberiku surat yang ditulis dengan tinta berwarna
merah muda yang diletakkan di lokerku. Tak lupa juga sebuah coklat dengan aroma
mint. Ia –orang yang memberiku cokelat dan surat- selalu meletakkannya pada
hari senin. Entahlah dari mana ia tahu kalau itu adalah makanan favotit-ku,
padahal hanya sahabat-sahabatku saja yang tahu. Bahkan siswi-siswi yang bisa
dibilang fans-ku itupun tak tahu. Kejadian itu sudah berlangsung 3 bulan
terakhir. Berawal dari surat dengan tulisan bertinta merah muda dan coklat
dengan aroma mint. Isi suratnya aku bahkan hafal karena sering ku buka untuk ku
baca berulang-ulang.
To : Lee Sungmin sunbae
Chukae sunbae, akhirnya tim sekolah
kita menang. Itu semua sebanding dengan latihan kalian untuk menghadapi
pertandingan ini sejak sebulan yang lalu. Kau keren sekali sunbae. Ku harap
sunbae tetap menjaga pola makan agar tetap sehat. Agar tetap bisa berangkat
sekolah. Dan agar aku bisa melihatmu.
Sunbae juga harus belajar, ulangan
tengah semester 2 minggu lagi. Walaupun sunbae senang dengan basket aku harap
sunbae tak lupa dengan pelajaran. Mianhada sunbae aku pernah melihatmu
menyanyikan lagu dengan bermain gitar ditaman belakang sekolah. Suara sunbae
sungguh merdu.
Sekali lagi chukae atas
kemenangannya.
C. Mh
___________________________________________________________________________
Saat ini aku
sedang berada di kantin bersama sahabat-sahabatku. Cho Kyuhyun. Kapten tim
basket dan gitaris band di club music. Park jung soo. Ketua osis. Dan Lee
donghae. Siswa-siswa disini biasanya yeoja mengatakan bahwa Donghae adalah
namja paling tampan disini. Dan karena itu juga dia pernah berkelahi dengan
Jung Yunho sunbae. Hahaha....
Aku menyesap
sedikit lemon tea yang ada dihadapanku. Kuambil cokelat dari saku celanaku dan
juga suratnya. Ku letakkan cokelat itu diatas meja dan kubaca suratnya.
To : Lee Sungmin sunbae
Sunbae, seperti biasa.. awal minggu
ini cokelat baik untukmu. Tapi sunbae jangan terlalu banyak memakan cokelat.
Nanti kau bisa semakin manis sunbae. Hehehe...
Kuharap kau
tak pernah bosan mendapat surat dan cokelat dariku. Semoga hari ini
menyenangkan untuk sunbae. Sungmin sunbae sebentar lagi akan libur akhir
semester awal. Tapi tenang saja sunbae, aku akan tetap mengirimimu surat dan
cokelat.
Kuharap kau tak merasa terganggu
dengan keberadaanku. Jika kau memang terganggu katakan saja sunbae. Aku akn
berhenti jika memang karenaku sunbae terganggu.
C. Mh
“dari orang itu lagi ?” tanya Kyuhyun
“ne” ucapku sambil tersenyum
“apa kau tak merasa terganggu karena pengagum rahasiamu itu ?”
tanya Donghae sekarang.
“tidak aku senang membaca suratnya dan cokelat dengan aroma mint
ini adalah cokelat favoritku” ku gigit ujung cokelat pemberian orang itu.
“apa kau menyukainya Sungmin-ah ?” aku merasa setiap hal yang
berhubungan dengan orang yang memberiku surat dan cokelat ini, ia selalu paling
ingin tahu.
“entahlah Kyu. Kadang memang aku berfikir ingin tahu siapa orang
yang memberiku surat dan cokelat ini. Tapi sebulan yang lalu aku bersembunyi
didepan loker dan tidak ada siapapun yang membuka ataupun meletakkan sesuatu di
lokerku” ujarku jujur.
“apa orang itu pernah mengatakan perasaannya padamu atau alasan
kenapa ia selalu mengirimu surat dan cokelat.” Tanya Jung soo yang dari tadi
hanya menjadi pendengar yang baik.
“Ia pernah menulisnya tapi hanya sekali. Ia bilang ia menyukaiku
tapi aku tak harus menjawabnya karena aku belum pernah melihat wajahnya dan tak
tahu siapa dia” jelasku
“owh”
___________________________________________________________________________
Author POV
Musim libur masih
berlangsung untuk siswa-siswa SMA. Seoul memasuki musim dingin. Natal baru saja
berlalu. Mataharipun malu-malu sehingga langit seoul pagi ini terlihat mendung
tertutup awal.
Seorang namja
tampak berlalu menuju mobilnya dengan terburu-buru. Sambil sesekali ia
menggerutu kesal karena sahabatnya menelponnya untuk kerumahnya. Berkumpul
bersama. Tidak datang tidak solid. Sungmin buru-buru membukanya namun ia tutup
kembali. Ia lupa kalau ini hari Senin. Ia berlari ke kotak pos yang berada
disisi kiri gerbang rumahnya.
Sebelum keluar gerbang, Sungmin melihat seorang wanita dengan
cardingan berwarna putih salju dan syal abu-abu memasukkan sesuatu di kotak pos
rumahnya. Kemudian ia berbalik berjalan membelakangi Sungmin dan akhirnya
berbelok ke Kiri hingga lenyap dari hadapan Sungmin.
‘ternyata ia. Aish kenapa rambutnya
panjang digerai kesamping. Ia juga tak menoleh. Bagaimana aku tahu wajahnya’ batin
Sungmin. Ia bergegas membuka kotak Pos dan hanya terdapat surat dan cokelat
saja. ‘benar.
Berarti wanita tadi. Sepertinya aku mengenalnya, atau setidaknya pernah
melihatnya. Andai aku melihat wajahnya’ ia kemudian mengambil surat dan
cokelat itu.
Sungmin kembali masuk ke bagasi dan
mengendarai mobil Civic LX Putih miliknya yang merupakan hadiah ulang tahunnya
tahun lalu dari appnya untuk membelah kota seoul. Menuju rumah sahabatnya
berkumpul Kyuhyun.
___________________________________________________________________________
Sungmin POV
Aku sudah sampai
dirumah Kyuhyun. Kata Jang Ahjumma-pembantu dirumah Kyuhyun- mereka –Kyuhyun,
Jung soo dan Donghae- berada di halaman belakang. Dan akupun langsung kesana
tanpa perlu ditunjukkan jalannya karena aku sudah terbiasa disini.
“Sungmin-ah kau sudah datang ?” ujar Donghae yang pertama kali
melihatku. Ia aneh aku sudah ada disini ya berarti aku sudah datang
“ah sudahlah” aku duduk dirumput bersama mereka. Aku duduk
disamping kanan Kyuhyun yang sedang memainkan gitarnya.
“oh ya. Tadi pagi sebelum kemari aku melihat yeoja yang selama ini
memberiku cokelat dan surat!” Kyuhyun langsung menghentikan permainan gitarnya.
Begitu juga Donghae dan Jung Soo yang saling ngobrol di sebelah kiri Kyuhyun.
“kau yakin Sungmin-ah. Lalu bagaimana ?” ucap Kyuhyun was-was
“lalu bagaimana maksudmu Kyu. Aku melihatnya tapi aku tidak melihat
wa.........jahnya..” ucapanku sedikit terpotong karena aku melihat Min Ae-adik
Kyuhyun- melintas di dapur-yang dapat terlihat dari sini-.
“tapi sepertinya aku sekarang tahu siapa yeoja itu” ucapku
misterius.
“yak! Apa maksudmu Sungmin-ah. Kau bilang jika kau tak melihat
wajahnya, lalu sekarang kau berkata sekarang kau tahu siapa dia!!” Donghae
memandangku bingung
“lalu bagaimana selanjutnya Sungmin-ah ?” Kyuhyun menunduk.
Suaranya terdengar khawatir. Apa ia tahu tentang ini semua ?
“kau tahu semuanya ?” aku menatap Kyuhyun. Sementara Kyuhyun
menatap Min Ae yang sedang ada di dapur.
“semua. Semuanya. Bahkan aku yang menyuruhnya menyatakan
perasaannya padamu walau tak langsung” Kyuhyun masih terus memandang Min Ae
“aku juga yang menelfonmu agar keluar rumah dan tahu siapa
pengirimnya dengan sendirinya. Ia tak mau memberi tahumu. Aku bosan melihatnya
selalu mengikutimu. Hanya menjadi bayanganmu. Ia juga adikku. Aku tak ingin ia
hanya menjadi bayangan. Hanya sebatas pengemar rahasia. Walau ia mengatakan ia
hanya menyukaimu, tapi aku tahu sebenarnya ia tulus mencintaimu” lanjutnya.
Lalu memandangku
“Jangan beri ia harapan jika memang kau tak menyukainya. Walau Min
Ae harus merasakan luka sesaat itu lebih baik dari pada ia menjadi seorang
pengemar rahasia yang hanya bisa memberikan surat dan cokelat setiap minggunya.
Aku menghargai semua keputusanmu Sungmin-ah” ia menepuk pundakku
“entahlah. Tapi akan mencobanya. Kalian mau membantukan nanti malam
?” ucapku memecahkan keheningan diantara kami
“mwo nanti malam ?” ucap mereka serempak
“ne. Waeyo ?”
“apa kau yakin ? aku rasa kau terlalu cepat mengambil keputusan” ucap
Kyuhyun
“aku terbiasa dengan kehadirannya. Seperti katamu Kyu, aku ingin
melihatnya secara nyata bukan bayangan atau pengagum rahasia”
“baiklah. Aku akan membantumu. Kuharap kau tak mengecewakanku”
Syukurlah Kyuhyun sudah percaya padaku
“terima kasih Kyu-ah. Kalian juga hae-ah Jung soo-ah” ucapku tulus
___________________________________________________________________________
Kyuhyun POV
Tok tok tok
Ku ketuk pintu
kamar Min Ae. Padahal sudah kuketuk berkali-kali tapi kenapa belum ia belum
membuka pintu juga. Karena khawatir ku buka sedikit pintu kamarnya. Kulihat ia
sedang berada di balkon kamarnya. Pantas saja ia tidak mendengar.
Akupun masuk dan
mendekatinya. Kupeluk tubuhnya dari belakang kulilitan tangannya dilehernya
yang terbuka. Apa ia tidak kedinginan ? seoul sedang pertengahan musim dingin.
Dasar anak kecil nakal!
“yak oppa! Aku sudah besar. Nanti tidak ada namja yang mau
denganku. Mereka pasti mengira kau itu namjachingu-ku bukan oppa-ku. Jadi oppa
keluar saja dari kamarku” anak ini! Selalu saja... tidak tahu apa kalau
oppa-nya yang tampan ini sangat menyayanginya dan mengkhawatirkannya. Adik tak
pengertian
“kau yakin akan mengusir oppa-mu yang tampan ini. Padahal ada yang
ingin oppa beritahukan padamu. Sungmin...........” ucapku menggantung. Ia
menghentakkan kaki kanannya sebal. Kemudian berbalik mengadapku dan otomatis
lilitan tanganku dilehernya terlepas.
“yak! Oppa-ku yang tampan jika mau memberi tahu itu jangan tanggung
seperti itu. Kau menyebalkan”
“Lee Sungmin-mu itu mengadakan pesta kecil untuk merayakan ulang
tahunnya dan untuk merayakan tahun baru dirumahnya. Ia mengundang semua siswa.
Jadi apa kau tak ingin ikut oppa ?”
“jinjjayeo ?” kucubit pipinya yang chubby gemas. Matanya
berbinar-binar seperti anak kecil yang polos
“ne! Mana mungkin opp berbohong pada dongsaeng kesayangan oppa yang
bodoh ini” ia hanya mendesus kesal.
“dan satu lagi. Tapi oppa harap kau tidak mati karena kaget setelah
mendengar ini” ucapku dengan nada serius
“oppa tidak akan bilang jika Sungmin sunbae mempunyai yeojachingu-kan
? aku tidak percaya pada oppa” haha... anak ini. Masih ingat saja saat dulu aku
mengatakan kalau Sungmin memiliki yeojachingu
“ada 2 yang pertama. Sungmin menyerahkan padaku kue ulang tahun
untuk acaranya nanti malam” mata langsung berbinar-binar
“aku akan membuatkannya ya oppa! Oppa tinggal bilang jika oppa
pesan terserahlah oppa mau bilang dimana. Ne ?” ucapnya dengan penuh harapan
“ne. Yang kedua malam nanti Sungmin akan memperkenalkan yeoja yang
ia cintai” ucapku dengan nada yang pura-pura lesu.
“geuraeyeo ?” ia terlihat langsung lesu
“ne. Seperti janjimu. Kau harus berhenti mengirimi surat dan
cokelat untuk Sungmin. Dan jangan menjadi pengagum rahasia ataupun bayangannya.
Karena kau itu nyata Min Ae-ah” ucapku mendekap tubuhnya. Kusenderkan kepalanya
didadaku. Ia menangis tanpa suara.
“ne oppa. Akan ku coba, jika benar Sungmin sunbae mempunyai
yeojachingu” ucapnya setelah keheningan menyelimuti kami dan semilir dinginya
angin menerbangkan rambutnya yang digerai
“ia suka cake cokelat dengan cream vanilla dan sedikit cream
strowberry” kubelas rambutnya yang panjang. Semoga kau bahagia Min Ae-ah.
“ne oppa. Akan segera ku buatkan” ucapnya sambil melepaskan
pelukannya. Ia tersenyum
“gomapta oppa” ucapnya tersenyum sambil menunduk dan menghapus sisa-sisa
air mata yang mengalir dari matanya yang bulat alami tanpa eyeline.
“ne” ku acak-acak poninya sambil tersenyum
“akan ku buatkan dulu cakenya. Memangnya kapan acara dimulai nanti
malam ?” ucapnya berusaha tersenyum namun ada guratan kesedihan di matanya
“acara dimulai pukul 10 malam dan berakhir pukul 1 pagi. Kau tenang
saja oppa sudah meminta ijin eomma dan appa. Tapi oppa harus pergi jam 7
malam.”
“Tenang saja oppa akan menjemputmu” lanjutku gemas. Ia memang tidak
suka keramaian dan kurang nyaman di tengah-tengah keramaian. Ia juga tidak
pandai bergaul. Ia hanya mempunyai 4 teman saja.
“ne oppa”
___________________________________________________________________________
Author POV
“Jung soo-ah apakah semua anak-anak sudah datang ?” tanya Sungmin tak sabar. Atau gugup lebih
tepatnya. Padahal ini bukan kali pertamanya Sungmin menyatakan cinta pada yeoja
“sudah semua kecuali Min Ae” ujar Jung Soo sambil melihat daftar
siswa yang hadir.
“Kyuhyun dimana ?” tanyanya lagi. Ia sungguh gugup dan ia tak bisa menyembunyikannya
“ia sedang menuju kemari membawa cake buatan Min Ae bukan Min Aenya.
Jadi kau tidak usah gugup seperti itu Sungmin-ah” ledek Donghae
“ah itu Kyuhyun” lanjut Donghae menunjuk Kyuhyun yang membawa
kardus besar di tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya memegang banyak
kembang api yang ukurannya bervariasi
“Kyu-ah kurasa keputusanmu membantunya itu adalah sebuah kesalahan”
ucap Donghae
“memangnya kenapa ?” tanya Kyuhyun acuh sambil meletakkan kardus
berisi cake dan kembang api
“kau membuat anak manusia yang terkenal manis ini menjadi seperti
orang gila karena gugup. Kekekeke..” canda Donghae yang membuat Jung soo dan
Kyuhyun ikut tertawa dengan Donghae. Sedangkan Sungmin, ia mendesus kesal.
“masih mending. Adikku malah sampai berubah menjadi panda dengan
mata paling hitam karena rencana ini. Kekekeke....” lanjut Kyuhyun sambil
terkekeh.
“semua sudah datang. Sekarang juga sudah hampir jam 11. Lebih baik
kau jemput saja Min Ae, daripada kau disini bersama mereka yang kerjaanya hanya
menertawakannku saja” ucap Sungmin kesal
“baiklah. Adik ipar” ucap Kyuhyun yang membuat mereka kembali
terkekeh
___________________________________________________________________________
At Home
Diteras rumah Min Ae sudah menunggu
oppanya dengan cardingan abu-abu dan sepatu kets. Rambut terurai dan wajah
POLOS tanpa make up. Ia menggerutu kesal. Sampai Kyuhyun akhirnya datang dan
turun dari mobil Hyundai NF Sonata hitamnya.
“oppa kajja kita pergi. Sudah jam 11 lebih oppa” ucap Min Ae sambil
menggandeng tangan Kyuhyun. Kyuhyun segera menghempaskan tangan Min Ae dan
memandang Min Ae dari kepala sampai kaki ‘benar-benar panda’ batinnya
“kajja” ucap Kyuhyun menarik Min Ae masuk kerumah bukan ke mobil
“yak oppa!” ucap Min Ae tak terima. Sesampainya diruang tengah ia
melihat eommanya sedang duduk nonton TV.
“eomma. Dandani Min Ae. Aku ambil dulu dress untuknya dikamar” ucap
Kyuhyun cepat. Bahkan Min Ae belum mengucapkan apa-apa.
Dan jadilah ia di
kamar eommanya. Ia dimake up natural dan menutupi sedikit lingkaran hitam
diwajahnya. Rambutnya disanggul dengan poni. Dress berwarna pink lembut dan
high heel 5 cm berwarna cream. Dress lengan pendek dengan panjang selutut
dengan hiasan pernak-pernik di dada dan pita besar di punggung belakangnya.
Tepat pukul setengah 12 malam mereka melaju ke rumah Sungmin. Mereka hanya
perlu 15 menit untuk sampai disana. Didalam mobil mereka hanya diam. Min Ae
sibuk membayangkan wajah yeojachingu Sungmin. Sementara Kyuhyun hanya berharap Min
Ae bahagia.
___________________________________________________________________________
Setelah sampai
mereka turun dan bergabung dengan semua orang diruang tengah yang menunggu
acara tiup lilin dan setelah mereka akan menyalakan kembang api di halaman
depan.
Kyuhyun bergabung
dengan Sungmin, Jung Soo dan Donghae di sofa. Setelah melihat Min Ae datang,
Sungmin hanya melongo memandangi wajah Min Ae yang sedang berbicang-bincang
dengan temannya. ‘Kyuhyun benar. Ada lingkaran hitam dimatanya. Panda-ku yang
manis’
Bunyi dentingan
jam berbunyi menandakan jam 12 malam tepat. Mereka mengelilingi meja utama
dimana cake cokelat buatan Min Ae. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun
untuk Sungmin.
Min Ae hanya
melihat dari kejauhan karena disana sudah sesak oleh anak-anak. Terlebih dari
sini ia bisa melihat Eun Ji. Sunbaenya yang setingkat dengan kakaknya dan
Sungmin sunbae berada tepat disamping Sungmin dan ia menduga-duga apakah
yeojachingu yang dikatakan oppanya adalah Eun Ji. Min Ae terlalu larut dengan
fantasinya.
“baiklah karena sekarang ahjumma dan ahjussi sedang pergi bagaimana
jika potongan pertama kau berikan saja pada yeojachingu-mu Sungmin-ah !” ucap
Donghae yang membuat semua orang terutama yeoja berteriak histeris. Entah kaget
dengan kabar yeojachingu Sungmin atau berharap dirinya yang mendapat potongan
pertama itu.
“apakah benar Sungmin sunbae sudah memiliki yeojachingu Hee-ya ?”
tanya Eun Soo memandang chingu-nya yang menatap Sungmin dengan tatapan yang
entahlah. Sulit dideskripsikan. Tak ingin kehilangan dan kesedihan. Itulah
komposisi utamanya
“kita lihat saja. Aku baru tahu tadi siang dari Kyuhyun oppa. Aku
sendiri penasaran. Yang ada dalam pikiranku adalah Eun Ji Sunbae. Ia dari tadi
terlihat sangat akrab dengan Sungmin Sunbae” ujar Min Ae lemas. Min Ae menunduk
“kuharap kalian diam dulu” ujar Sungmin lantang. Semuanya hening
dan menatapnya
“aku belum mempunyai yeojachingu dan aku berharap, Yeoja yang –baru
sadar- aku sukai, ah! Ani, aku cintai itu mau menerimaku” lanjutnya tersenyum
sangat manis. ‘jangan tersenyum seperti itu sunbae... nanti aku sulit untuk
berhenti melakukan rutinitasku seperti biasa’ batin Min Ae. Ia dari tadi
menunduk memandangi hight heel 5 cmnya.
“Hee-ya, Hee-ya, ssuhhtt” bisik Eun Soo sambil menyenggol lengan Min
Ae
“mwo ?” tanya Min Ae lemas. Pandangannya masih kebawah sampai
sepasang sepatu hitam berada didepannya. Min Ae menatap sepasang sepatu
tersebut. Kemudian ia mengangkat sedikit demi sedikit kepalanya. Mata membulat
melihat seorang namja manis sedang tersenyum kearahnya. Tak lupa piring kecil
yang berisi potongan pertama cake yang ia buat untuk Sungmin.
“Sunbae” ucap Min Ae lirih.
“ne. Ah, sebentar” Sungmin mengambil sedikit cake cokelat tersebut
dan menyodorkannya tepat dihadapan Min Ae.
“jika kau menerimaku. Buka mulutmu dan aku harap kau mau
memakannya” ucap Sungmin penuh harap
“jika kau menolak. Kau bisa berpaling dan pergi” walaupun sudah
tahu bahwa Pengagum rahasianya itu adalah Min Ae. Ia masih saja gugup.
“baiklah. Aaa-..” setelah 5 menit diam Min Ae membuka mulut.
Melihat itu dengan senang hati Sungmin menyuapkan potongan cake itu. Semua
orang yang tadinya hening sekarang bersorak dan bergantian memberikan selamat.
“semuanya. Daripada kita mengurusi 2 anak itu, lebih baik kita ke
halaman depan menyalakan kembang api saja, Kajja” ucap Kyuhyun sambil membawa
kembang api dan membawa keluar diikuti oleh anak-anak yang lain. Sementara Min
Ae diseret Sungmin menuju ke halaman belakang.
“Sunbae kenapa kesini. Bukankah anak-anak yang lain ada didepan ?”
ucap Min Ae setelah mereka duduk di kursi taman belakang.
“berhenti memanggilku Sunbae dan panggil aku oppa. Memangnya kau
tak lihat ke sekelilingmu yang sudah ku hias dengan bunga mawar putih dan lily
kesukaanmu” ucap Sungmin pura-pura sebal.
“dan lihatlah ini” Sungmin menyalakan korek api dan meletakkannya
ditanah. Seketika itu juga api mengelilingi mereka dengan bentuk hati.
“dan juga ini” namja itu mengeluarkan sebuah kalung dengan bandul
berbentuk SM yang indah. Tanpa ijin Sungmin berjalan mendekati Min Ae dan
langsung memasangkannya dileher yeoja itu.
“gomapta oppa”
“ne. Dan mulai sekarang berhentilah jadi pengagum rahasiaku dan
memberiku surat dengan tinta merah muda dan cokelat mint” Sungmin duduk
disamping Min Ae dan menggenggam tangannya
“kau tak usah heran. Kyuhyun sudah menceritakan semuanya padaku”
lanjut sungmin.
“jeongmal gomapta oppa” Min Ae tak tahu harus berkata apalagi
sekarang yang jelas ia sangat bahagia. Itulah yang ia tahu. Sungmin kini
menghadapkan tubuhnya didepan Min Ae. Ia memerhatikan lekuk wajah Min Ae.
“dan jangan pernah menangis lagi dibelakang-ku. Kau benar-benar
menjadi panda yang manis dan lucu sekarang” ucap Sungmin sambil menyentuh
lingkaran mata Min Ae yang terlihat walaupun sedikit tersamarkan dengan make up
yang ia pakai.
Tangan Sungmin
sekarang turun memegang tengkuk dan pinggang Min Ae. Min Ae hanya diam dan
menatap Sungmin. Hingga Sungmin memperdekat jarak diantara mereka dan permukaan
bibirnya bertemu dengan bibir tipis yeojanya kini. Min Ae memejamkan matanya
begitu juga Sungmin. Tak lama Sungmin menjauhkan dirinya. Ia tersenyum. Yang
tadi hanya menempel tapi sudah membuatnya jantungan.
‘dia yeoja yang berbahaya. Hanya menempel saja sudah membuatk
jantungan’ batin Sungmin.
Sungmin merengkuh
tubuh Min Ae dari samping sehingga kepala Min Ae bersender pada pundaknya.
“Lihatlah” Sungmin menunjuk ke arah langit. Sebuah kembang api
seluncur dan kemudian membentuk percikan bunga api yang membentuk nama 민 애 사랑해.
“gomapta. Gomapta untuk semuanya oppa” ujar Min Ae terharu. Ia
menatap langit dan menutup mulutnya dengan tangan kirinya.
“ne. Ini balasan untuk semua pemberianmu selama ini” balas Sungmin.
Ini hadiah paling indah dalam ulang tahunnya
___________________________________________________________________________
END
No comments:
Post a Comment