Tuesday, April 30, 2013

I Don't Like Love [Songfict]/Kim Jongwoon


1.      Title                 : I Don’t Like Love/I Hate Love
2.      Author             : Fortunia Ryu
3.      Casts               : Kim Jongwoon, Lee Yoobi, Kim Jongjin and other casts find by Ur self.
4.      Lenght             : Songfict
5.      Rated              : PG 13
6.      Genre              : Angst, Sad, Family. Etc
7.      Disclaimer       : FF ini FF pertama saya dengan Main Cast Suami saya tercinta. Kim Jongwoon. Karena biasanya FF saya castnya antara 2 magnae Super Junior, Kim Kibum dan Cho Kyuhyun. Ini juga galau gara-gara mau ditinggal suami buat menjalankan kewajiban negara. Hiks..hiks.. –lap ingus-

Story.....

heongkeureojin nae meoricheoreom
nae maeumsoktto jeomjeom eongmangi dwaegajyo
yojeumeun jeongmal ssaneunge saneunge aniya geunyang niga bogosipeo
[Seperti rambutku yang kusut, hatiku yang terdalam menjadi berantakan
Hari-hari yang aku jalani kini, aku hidup tak tampak seperti benar-benar hidup
Aku hanya merindukan dirimu]

            Aku mengumbar senyum terbaikku sepanjang acara ini. Aku tak ingin seorangpun tahu jika aku sedang tak baik-baik saja. Apalagi Jongjin, aku tak ingin ia kecewa denganku. Dengan kakaknya sendiri. Aku tak ingin menjadi sosok hyeong yang buruk. Bersedih dihari bahagia dongsaengnya.
“Jongjin-ah, apa kau lelah ?” aku menajamkan pendengaranku saat suara dengan melodi yang indah itu tertangkap telingaku. Bukannya berlebihan tapi ia memang bagai musik dalam hidupku.
“Aniyo noona, aku baik-baik saja. Noona sendiri tidak lelah ?” aku lihat dari sudut mataku, Jongjin tersenyum kecil. Sedangkan Yoobi hanya hanya menyandarkan kepalanya di bahu Jongjin. Huft.. dadaku kembali sesak. Aku memejamkan mataku untuk menepis rasa sakit ini. Hanya melihatnya begitu saja aku sudah kesulitan untuk bernafas...
“Aku tak lelah sedikitpun. Ohya, mulai sekarang panggil namaku saja, akan terdengar aneh jika kau memanggilku noona” tawa renyah itu keluar dari 2 orang yang beberapa saat lalu resmi menjadi suami istri... dan Yoobi- adalah sahaba terbaikku. Ia yang mengajarkanku segala- termasuk rasa sakit ini tanpa ia sadari.
“Geurae, Hyeong. Kau mau kemana ?” aku menoleh kearahnya setelah berjalan beberapa langkah. Aku tersenyum kecil.
“Aku hanya akan mengganggu kalian berdua, jadi akan lebih baik jika aku bergabung dengan member Super Junior saja” ujarku sambil tertawa renyah agar tak ada yang curiga.
“Oppa, kau mengejekku ? Sudah sana pergi” aku tersenyum kecil lalu berjalan kembali menghampiri member Super Junior yang hadir. Satu hal yang sekarang menghilang dariku lagi, perhatian Yoobi sepenuhnya tak ada untukku lagi.

kkajit sarang neoran yeojaga mwoga
geuri joatkko himdeunji moreugesseo nune tto baphineun seulpeun chueogeul jjam mot irul i bam tto eotteokae
[Aku tak tahu seberapa hebatnya cinta dan seorang wanita sepertimu
Apa yang harus aku lakukan dengan kenangan sedih yang selalu aku pikirkan ini, kenangan yang selalu mengganggu tidurku]

“Yoobi noona sangat cantik. Jongjin beruntung bersamanya, walaupun usia Yoobi noona lebih tua darinya tapi tetap saja Yoobi noona terlihat seperti baru menginjak 20 tahun” celotehan Kyuhyun yang pertama kali aku tangkap saat aku menghampiri mereka.
“Hyeong kau tak tergoda dengannya ? Ia juga sangat sexy. Type-mu benar-benar sulit dicari dan langka” aku lagi-lagi hanya tersenyum. Kau salah Hyukjae, aku bahkan sudah tertarik oleh pesonanya sejak saat aku baru bertemu dengannya. Dan aku sakit, saat ini. Sakit!! Hatiku sakit!!
“Hyeong wajahmu pucat. Kau dari tadi hanya tersenyum tanpa berkata apapun ? Waegeure ?” aku menoleh kearah Kibum. Ternyata ia dapat membaca ekspresi wajahku yang tetap saja terlihat tak biasa dimatanya. Ia memang paling pandai membaca ekspresi seseorang. Tapi ini masalahku sendiri. Maaf tidak bisa aku berbagi dengan kalian.
“Aku tak apa. Hanya sedikit lelah karena kurang tidur jadi wajahku pucat” ujarku dengan suara senormal mungkin. Aku memandang kearah Leeteuk Hyeong yang juga sedang menatapku. Ia tersenyum padaku seolah mengatakan kau pasti kuat. Kau orang yang tangguh. Tuhan. Terima kasih karena kau sudah mengirimkan orang yang mengertiku. Dan mereka yang selalu bersamaku.

dan hana gatkko sipeun sarang tto beorigo sipeun geu sarang
gajil sudo u~ u~ beoril sudo eomneun sarangi siltaguyo
[Satu-satunya cinta yang aku inginkan dan cinta yang ingin aku hapus
Aku tak suka cinta yang tak bisa dimiliki, tapi aku juga tak mampu menghapusnya]

“Oppa, ini untukmu. Kau harus banyak makan. Ini. Sayuran bagus untuk kesehatanmu” aku mengunyah nasi dengan pelan dengan tatapan mata tak pernah lepas dari 2 orang didepan sana.
“Kau juga”
“Ne. Tentu saja, kau tak usah khawatir aku akan makan banyak” aku kembali menunduk dengan tatapan kosong kearah mangkuk yang ada dihadapanku.
“Jongwoon, kapan kau kan menikah ?” uhuukkk. Aku hampir tersendak saat pertanyaan itu mengema ditelingaku. Aku meraih air minum dengan cepat lalu meneguknya.
“Kenapa harus tersendak ? Selalu saja seperti itu ekspresi saat ditanya soal pernikahan atau yeojachingu. Apa benar-benar tak seorang anak gadispun yang mau denganmu ?” aku memutar bola mataku malas dengan celotehan eomma yang selalu mengatakan itu.
“Aku ingin-”
“Fokus dengan Super Junior sebelum wamil!! Ck alasan itu lagi” aku hanya tersenyum kala Eomma memotong ucapanku.
“Karena pertanyaannya sama maka jawabannya juga sama” ujar kusantai sambil menyaupkan sendok kemulutku. Tak tahukah eomma, menantumu itu adalah gadis yang namanya sudah terukir dihatiku. Dan itu sangat sulit untuk menghapusnya.
“Oppa, Eommonim benar. Kapan kau akan menikah ?  Kau sudah 29 tahun. Sudah sangat tua oppa” aku menatap Yoobi yang duduk tepat disebarang meja.
“Aku belum menemukan yeoja yang benar-benar aku cintai dan mencintaiku apa adanya. Sangat susah untuk mendapatkan yeoja seperti itu. Aku tak butuh yeoja yang cantik atau sexy. Tapi aku ingin yeoja yang benar-benar tulus padaku” aku bangkit lalu pergi tanpa permisi.

neoman bomyeon nawattteon useum
ipkkawa du nun pyojeonggieogi an najyo
[Mulutku, kedua mataku, ekspresi wajahku dari..
tawa yang keluar setiap kali aku melihatmu, aku tak ingat]

“Lihatlah oppa, mereka benar-benar konyol hahahaha...” aku terdiam sejenak memandangi wajahnya yang tertawa lepas disamping Jongjin. Yoobi, memang sudah bisa hidup lebih baik tanpaku. Padahal dulu saat ia sendiri, ia mengatakan tak akan meninggalkanku jika bukan aku yang memintanya. Mana janjimu ? Aku selalu disisimu bukan ? Aku selalu ingin kau disisiku. Hanya disisiku.
“Eomma, aku kembali ke Dorm. Tolong sampaikan pada Appa” aku membungkuk sekilas lalu melenggang meninggalkan rumah dengan Renault Samsung SM5 hitamku. Lagi-lagi aku tersenyum miris. Bahkan orang pertama yang aku ijinkan masuk kemobil ini adalah Yoobi. Lee Yoobi!!
geoureul ppomyeon waenji natsseon saram han myeongi ige naran marieyo
urin seoro mollasseoya dwae apeunge ireon geonji geuttaeneun mollatjjana gwie tto
deullineun ni mokssoriga nae gilgo gin harul tto eotteokae
[Wajah asing di cermin itu adalah aku, kita seharusnya tak saling kenal
Saat itu kita tak tahu jika cinta ini akan menjadi begitu menyakitkan
Apa yang harus aku lakukan dengan hari-hariku yang dipenuhi dengan suaramu ditelingaku?]

“Baek Jihyun-imnida”
“Kim Jongwoon” ujarku sambil menjabat tangannya dengan cuek. Aku tak peduli. Aku menarik tanganku dengan cepat dan kembali duduk dengan menyilangkan kedua tanganku didepan dada. Angkuh.
“Wah.. Jihyun benar-benar manis dan sopan. Aku sangat menyukaimu”
“Kalau Eomme menyukainya, Eomma saja yang menikah dengannya” sontak aku langsung mendapat tatapan tajam dari keluargaku termasuk Yoobi yang duduk disaping kiriku. Aku bisa melihat tn. Baek dan ny. Baek sedang mendiskusikan sesuatu. Terserah mereka akan berpikir Kim Jongwoon atau Yesung Super Junior orang yang angkuh tak dan punya sopan santun. Aku tak peduli tapi ini masalah hati!!
“Oppa, seharusnya kau bersikaplah sedikit manis padanya. Aku tahu jika kau tak menyetujui perjodohan ini” bisiknya ditelingaku. Jika kau menyadari jika aku tak menyetujui perjodohan ini walau aku tak mengungkapkannya, tapi kenapa kau tak bisa menyadari hatiku ini untukmu ? hatiku ini memilihmu....

nae sarang itkko sipeun sarang gieokago sipeun geu sarang
moreugesseo u~ u~ sireo ijen jeongmal ssarangi siltaguyo
[Cintaku, cintaku yang ingin aku lupakan, cintaku yang ingin aku kenang
Aku tak tahu, aku tak menyukainya, aku sungguh menyukai cinta lagi]

“Oppa, igo. Biasa dari penggemarmu” aku mengambil 3 buah kantung plastik besar dari genggamannya.
“Mau masuk ?” tawarku ramah. Setelah 4 bulan pernikahannya dengan adikku sendiri, ini pertama kalinya aku berbicara dengannya berdua. Ia terlihat menimbang-nimbang. Mungkin karena Jongjin.
“Baiklah” aku melebarkan pintu apartemantku lalu menutupnya setelah ia masuk.
“Mau minum apa ?”
“Tak usah. Oppa, aku to the point saja. Sebenarnya Eommonim sangat khawatir denganmu oppa. Kau tinggal sendiri, dulu memang aku bisa membantumu tapi sekarang aku sudah menjadi istri orang lain. Kau juga berubah menjauhiku. Bahkan terkesan mengacuhkanku” aku membuang nafas kasar. Lalu menatapnya lembut.
“Aku tak pernah menjauhi. Mengacuhkanmu. Aku hanya ingin ada jarak diantara kita. Kau sudah menjadi istri adikku. Aku rasa akan terlihat aneh jika kita seperti dulu. Aku tahu tak akan terjadi apa-apa antara kau dan aku. Tapi ucapan orang lain aku bosan mendengar hal-hal negatif seperti itu”
“Lalu kapan kau akan menikah ? Bukankah dulu kau mengatakan ada seorang gadis yang kau sukai tapi gadis itu tak menyukai oppa. Memangnya siapa dia ? Apa dia seorang artis ?  Jika gadis itu orang biasa akan mustahil ia menolak oppa”
“Bukan ia menolakku. Tapi sebelum aku menyatakan perasaanku ia sudah menikah dengan orang lain. Sebelum aku mengungkapkan perasaanku ia mengatakan padaku bahwa ia akan menikah dengan orang lain. Ekspresi wajahnya yang bahagia, dengan mata yang berbinar. Aku tak mau merusaknya dengan pernyataan cintaku” sepasang tangan hangat menyentuh kedua pipiku.
“Oppa”


gajil sudo u~ u~ beoril sudo eomneun sarangi siltaguyo
ijen sarangi sireo
[Aku tak suka cinta yang tak bisa dimiliki, tapi aku juga tak mampu menghapusnya
Aku sungguh tak menyukai cinta lagi]

“Oppa, eommonim, abeoji. Aku-”
“Yoobi hamil” aku hampir tersendak. Aku memandang wajahnya yang bahagia sambil mengelus perutnya yang masih rata dan tersenyum kekanakan.
“Huwa... chukaeyeo Yoobi. Jongjin-ah, kau memang hebat. Kau jangan kerja di Mobit lagi. Jaga kesehatanmu”
“chukae Yoobi-ah, Jongjin. Jaga keponakanku baik-baik. Aku pergi dulu. Permisi” senyumku luruh saat aku berada didalam mobil. Hancur. Bahkan ia sekarang sedang mengandung.
***
“Hiks, hiks hiks...hyeong! aku sakit. Kenapa sakit sekali ? seharusnya aku bahagia!! Kenapa aku justru sakit ?” Leeteuk hyeong meranggkulku. Mencoba menenagkanku yang tengah meraung-raung tak karuan. Kupukul dadaku. Sakit. Kenapa tak hilang-hilang ? Kenapa sakit ini tetap ada ?
“Tenangkan dirimu Jongwoon. Jangan seperti anak kecil. Aku bukan remaja labil lagi!!”
“Tapi sakit. Hyeong”
***
“Ada apa Jongwoon-ah ?” aku menegang. Kepalaku kembali berat. Tapi aku sudah memikirkan semuanya, dan ini keputusan akhirku.
“Aku- menerima perjodohan dengan nona Baek”
“Bagus. Anak pintar”
“Tapi aku tak akan mencintainya. Tak akan pernah bisa mencintainya. Dan eomma jangan pernah memaksaku”
“Terserah. Satu hal yang harus kau ingat. Lee Yoobi, sekarang adik iparmu. Kendalikan perasaanmu padanya. Jangan kecewakan Eomma!! Ingat itu Jongwoon! Sebelum banyak lagi pihak yang tersakiti”


End.


Song by :

XIA Junsu



I Don’t Like Love/I Hate Love

No comments:

Post a Comment