1.
Title : I Don’t Like Love/I Hate Love
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Kim Jongwoon, Lee Yoobi, Kim Jongjin and other casts
find by Ur self.
4.
Lenght : Songfict
5.
Rated : PG 13
6.
Genre : Angst, Sad, Family. Etc
7.
Disclaimer : FF ini FF pertama saya dengan Main Cast Suami saya
tercinta. Kim Jongwoon. Karena biasanya FF saya castnya antara 2 magnae Super
Junior, Kim Kibum dan Cho Kyuhyun. Ini juga galau gara-gara mau ditinggal suami
buat menjalankan kewajiban negara. Hiks..hiks.. –lap ingus-
Story.....
heongkeureojin nae meoricheoreom
nae maeumsoktto jeomjeom eongmangi dwaegajyo
yojeumeun jeongmal ssaneunge saneunge aniya
geunyang niga bogosipeo
[Seperti
rambutku yang kusut, hatiku yang terdalam menjadi berantakan
Hari-hari
yang aku jalani kini, aku hidup tak tampak seperti benar-benar hidup
Aku hanya
merindukan dirimu]
Aku
mengumbar senyum terbaikku sepanjang acara ini. Aku tak ingin seorangpun tahu
jika aku sedang tak baik-baik saja. Apalagi Jongjin, aku tak ingin ia kecewa
denganku. Dengan kakaknya sendiri. Aku tak ingin menjadi sosok hyeong yang
buruk. Bersedih dihari bahagia dongsaengnya.
“Jongjin-ah, apa kau lelah ?” aku menajamkan
pendengaranku saat suara dengan melodi yang indah itu tertangkap telingaku.
Bukannya berlebihan tapi ia memang bagai musik dalam hidupku.
“Aniyo noona, aku baik-baik saja. Noona
sendiri tidak lelah ?” aku lihat dari sudut mataku, Jongjin tersenyum kecil.
Sedangkan Yoobi hanya hanya menyandarkan kepalanya di bahu Jongjin. Huft..
dadaku kembali sesak. Aku memejamkan mataku untuk menepis rasa sakit ini. Hanya
melihatnya begitu saja aku sudah kesulitan untuk bernafas...
“Aku tak lelah sedikitpun. Ohya, mulai
sekarang panggil namaku saja, akan terdengar aneh jika kau memanggilku noona”
tawa renyah itu keluar dari 2 orang yang beberapa saat lalu resmi menjadi suami
istri... dan Yoobi- adalah sahaba terbaikku. Ia yang mengajarkanku segala-
termasuk rasa sakit ini tanpa ia sadari.
“Geurae, Hyeong. Kau mau kemana ?” aku
menoleh kearahnya setelah berjalan beberapa langkah. Aku tersenyum kecil.
“Aku hanya akan mengganggu kalian berdua,
jadi akan lebih baik jika aku bergabung dengan member Super Junior saja” ujarku
sambil tertawa renyah agar tak ada yang curiga.
“Oppa, kau mengejekku ? Sudah sana pergi” aku
tersenyum kecil lalu berjalan kembali menghampiri member Super Junior yang
hadir. Satu hal yang sekarang menghilang dariku lagi, perhatian Yoobi
sepenuhnya tak ada untukku lagi.
kkajit sarang neoran yeojaga mwoga
geuri joatkko himdeunji moreugesseo nune tto
baphineun seulpeun chueogeul jjam mot irul i bam tto eotteokae
[Aku tak
tahu seberapa hebatnya cinta dan seorang wanita sepertimu
Apa yang
harus aku lakukan dengan kenangan sedih yang selalu aku pikirkan ini, kenangan
yang selalu mengganggu tidurku]
“Yoobi noona sangat cantik. Jongjin beruntung
bersamanya, walaupun usia Yoobi noona lebih tua darinya tapi tetap saja Yoobi
noona terlihat seperti baru menginjak 20 tahun” celotehan Kyuhyun yang pertama
kali aku tangkap saat aku menghampiri mereka.
“Hyeong kau tak tergoda dengannya ? Ia juga
sangat sexy. Type-mu benar-benar sulit dicari dan langka” aku lagi-lagi hanya
tersenyum. Kau salah Hyukjae, aku bahkan sudah tertarik oleh pesonanya sejak
saat aku baru bertemu dengannya. Dan aku sakit, saat ini. Sakit!! Hatiku
sakit!!
“Hyeong wajahmu pucat. Kau dari tadi hanya
tersenyum tanpa berkata apapun ? Waegeure ?” aku menoleh kearah Kibum. Ternyata
ia dapat membaca ekspresi wajahku yang tetap saja terlihat tak biasa dimatanya.
Ia memang paling pandai membaca ekspresi seseorang. Tapi ini masalahku sendiri.
Maaf tidak bisa aku berbagi dengan kalian.
“Aku tak apa. Hanya sedikit lelah karena
kurang tidur jadi wajahku pucat” ujarku dengan suara senormal mungkin. Aku
memandang kearah Leeteuk Hyeong yang juga sedang menatapku. Ia tersenyum padaku
seolah mengatakan kau pasti kuat. Kau orang yang tangguh. Tuhan. Terima kasih
karena kau sudah mengirimkan orang yang mengertiku. Dan mereka yang selalu
bersamaku.
dan hana gatkko sipeun sarang tto beorigo
sipeun geu sarang
gajil sudo u~ u~ beoril sudo eomneun sarangi
siltaguyo
[Satu-satunya
cinta yang aku inginkan dan cinta yang ingin aku hapus
Aku tak
suka cinta yang tak bisa dimiliki, tapi aku juga tak mampu menghapusnya]
“Oppa, ini untukmu. Kau harus banyak makan.
Ini. Sayuran bagus untuk kesehatanmu” aku mengunyah nasi dengan pelan dengan
tatapan mata tak pernah lepas dari 2 orang didepan sana.
“Kau juga”
“Ne. Tentu saja, kau tak usah khawatir aku
akan makan banyak” aku kembali menunduk dengan tatapan kosong kearah mangkuk
yang ada dihadapanku.
“Jongwoon, kapan kau kan menikah ?” uhuukkk.
Aku hampir tersendak saat pertanyaan itu mengema ditelingaku. Aku meraih air
minum dengan cepat lalu meneguknya.
“Kenapa harus tersendak ? Selalu saja seperti
itu ekspresi saat ditanya soal pernikahan atau yeojachingu. Apa benar-benar tak
seorang anak gadispun yang mau denganmu ?” aku memutar bola mataku malas dengan
celotehan eomma yang selalu mengatakan itu.
“Aku ingin-”
“Fokus dengan Super Junior sebelum wamil!! Ck
alasan itu lagi” aku hanya tersenyum kala Eomma memotong ucapanku.
“Karena pertanyaannya sama maka jawabannya
juga sama” ujar kusantai sambil menyaupkan sendok kemulutku. Tak tahukah eomma,
menantumu itu adalah gadis yang namanya sudah terukir dihatiku. Dan itu sangat
sulit untuk menghapusnya.
“Oppa, Eommonim benar. Kapan kau akan menikah
? Kau sudah 29 tahun. Sudah sangat tua
oppa” aku menatap Yoobi yang duduk tepat disebarang meja.
“Aku belum menemukan yeoja yang benar-benar
aku cintai dan mencintaiku apa adanya. Sangat susah untuk mendapatkan yeoja
seperti itu. Aku tak butuh yeoja yang cantik atau sexy. Tapi aku ingin yeoja
yang benar-benar tulus padaku” aku bangkit lalu pergi tanpa permisi.
neoman bomyeon nawattteon useum
ipkkawa du nun pyojeonggieogi an najyo
[Mulutku,
kedua mataku, ekspresi wajahku dari..
tawa yang
keluar setiap kali aku melihatmu, aku tak ingat]
“Lihatlah oppa, mereka benar-benar konyol
hahahaha...” aku terdiam sejenak memandangi wajahnya yang tertawa lepas
disamping Jongjin. Yoobi, memang sudah bisa hidup lebih baik tanpaku. Padahal
dulu saat ia sendiri, ia mengatakan tak akan meninggalkanku jika bukan aku yang
memintanya. Mana janjimu ? Aku selalu disisimu bukan ? Aku selalu ingin kau
disisiku. Hanya disisiku.
“Eomma, aku kembali ke Dorm. Tolong sampaikan pada Appa” aku membungkuk
sekilas lalu melenggang meninggalkan rumah dengan Renault Samsung SM5 hitamku.
Lagi-lagi aku tersenyum miris. Bahkan orang pertama yang aku ijinkan masuk
kemobil ini adalah Yoobi. Lee Yoobi!!
geoureul ppomyeon waenji natsseon saram han
myeongi ige naran marieyo
urin seoro mollasseoya dwae apeunge ireon
geonji geuttaeneun mollatjjana gwie tto
deullineun ni mokssoriga nae gilgo gin harul
tto eotteokae
[Wajah
asing di cermin itu adalah aku, kita seharusnya tak saling kenal
Saat itu
kita tak tahu jika cinta ini akan menjadi begitu menyakitkan
Apa yang
harus aku lakukan dengan hari-hariku yang dipenuhi dengan suaramu ditelingaku?]
“Baek Jihyun-imnida”
“Kim Jongwoon” ujarku sambil menjabat
tangannya dengan cuek. Aku tak peduli. Aku menarik tanganku dengan cepat dan
kembali duduk dengan menyilangkan kedua tanganku didepan dada. Angkuh.
“Wah.. Jihyun benar-benar manis dan sopan.
Aku sangat menyukaimu”
“Kalau Eomme menyukainya, Eomma saja yang
menikah dengannya” sontak aku langsung mendapat tatapan tajam dari keluargaku
termasuk Yoobi yang duduk disaping kiriku. Aku bisa melihat tn. Baek dan ny.
Baek sedang mendiskusikan sesuatu. Terserah mereka akan berpikir Kim Jongwoon
atau Yesung Super Junior orang yang angkuh tak dan punya sopan santun. Aku tak
peduli tapi ini masalah hati!!
“Oppa, seharusnya kau bersikaplah sedikit
manis padanya. Aku tahu jika kau tak menyetujui perjodohan ini” bisiknya
ditelingaku. Jika kau menyadari jika aku tak menyetujui perjodohan ini walau
aku tak mengungkapkannya, tapi kenapa kau tak bisa menyadari hatiku ini untukmu
? hatiku ini memilihmu....
nae sarang itkko sipeun sarang gieokago
sipeun geu sarang
moreugesseo u~ u~ sireo ijen jeongmal
ssarangi siltaguyo
[Cintaku,
cintaku yang ingin aku lupakan, cintaku yang ingin aku kenang
Aku tak
tahu, aku tak menyukainya, aku sungguh menyukai cinta lagi]
“Oppa, igo. Biasa dari penggemarmu” aku
mengambil 3 buah kantung plastik besar dari genggamannya.
“Mau masuk ?” tawarku ramah. Setelah 4 bulan
pernikahannya dengan adikku sendiri, ini pertama kalinya aku berbicara
dengannya berdua. Ia terlihat menimbang-nimbang. Mungkin karena Jongjin.
“Baiklah” aku melebarkan pintu apartemantku
lalu menutupnya setelah ia masuk.
“Mau minum apa ?”
“Tak usah. Oppa, aku to the point saja.
Sebenarnya Eommonim sangat khawatir denganmu oppa. Kau tinggal sendiri, dulu
memang aku bisa membantumu tapi sekarang aku sudah menjadi istri orang lain.
Kau juga berubah menjauhiku. Bahkan terkesan mengacuhkanku” aku membuang nafas
kasar. Lalu menatapnya lembut.
“Aku tak pernah menjauhi. Mengacuhkanmu. Aku
hanya ingin ada jarak diantara kita. Kau sudah menjadi istri adikku. Aku rasa
akan terlihat aneh jika kita seperti dulu. Aku tahu tak akan terjadi apa-apa
antara kau dan aku. Tapi ucapan orang lain aku bosan mendengar hal-hal negatif
seperti itu”
“Lalu kapan kau akan menikah ? Bukankah dulu
kau mengatakan ada seorang gadis yang kau sukai tapi gadis itu tak menyukai
oppa. Memangnya siapa dia ? Apa dia seorang artis ? Jika gadis itu orang biasa akan mustahil ia
menolak oppa”
“Bukan ia menolakku. Tapi sebelum aku
menyatakan perasaanku ia sudah menikah dengan orang lain. Sebelum aku
mengungkapkan perasaanku ia mengatakan padaku bahwa ia akan menikah dengan
orang lain. Ekspresi wajahnya yang bahagia, dengan mata yang berbinar. Aku tak
mau merusaknya dengan pernyataan cintaku” sepasang tangan hangat menyentuh
kedua pipiku.
“Oppa”
gajil sudo u~ u~ beoril sudo eomneun sarangi
siltaguyo
ijen sarangi sireo
[Aku tak
suka cinta yang tak bisa dimiliki, tapi aku juga tak mampu menghapusnya
Aku sungguh
tak menyukai cinta lagi]
“Oppa, eommonim, abeoji. Aku-”
“Yoobi hamil” aku hampir tersendak. Aku
memandang wajahnya yang bahagia sambil mengelus perutnya yang masih rata dan
tersenyum kekanakan.
“Huwa... chukaeyeo Yoobi. Jongjin-ah, kau
memang hebat. Kau jangan kerja di Mobit lagi. Jaga kesehatanmu”
“chukae Yoobi-ah, Jongjin. Jaga keponakanku
baik-baik. Aku pergi dulu. Permisi” senyumku luruh saat aku berada didalam
mobil. Hancur. Bahkan ia sekarang sedang mengandung.
***
“Hiks, hiks hiks...hyeong! aku sakit. Kenapa
sakit sekali ? seharusnya aku bahagia!! Kenapa aku justru sakit ?” Leeteuk
hyeong meranggkulku. Mencoba menenagkanku yang tengah meraung-raung tak karuan.
Kupukul dadaku. Sakit. Kenapa tak hilang-hilang ? Kenapa sakit ini tetap ada ?
“Tenangkan dirimu Jongwoon. Jangan seperti
anak kecil. Aku bukan remaja labil lagi!!”
“Tapi sakit. Hyeong”
***
“Ada apa Jongwoon-ah ?” aku menegang.
Kepalaku kembali berat. Tapi aku sudah memikirkan semuanya, dan ini keputusan
akhirku.
“Aku- menerima perjodohan dengan nona Baek”
“Bagus. Anak pintar”
“Tapi aku tak akan mencintainya. Tak akan
pernah bisa mencintainya. Dan eomma jangan pernah memaksaku”
“Terserah. Satu hal yang harus kau ingat. Lee
Yoobi, sekarang adik iparmu. Kendalikan perasaanmu padanya. Jangan kecewakan
Eomma!! Ingat itu Jongwoon! Sebelum banyak lagi pihak yang tersakiti”
End.
Song by :
XIA Junsu
I Don’t Like Love/I Hate Love
No comments:
Post a Comment