1.
Title : Sakura
2.
Author : K. Fortuna[Ikrillah Kh]
3.
Casts : Lee Hyuk Jae, Park In Young
4.
Rated : PG 13
5.
Lenght
: Ficlet
6.
Ganre : Aneh. Apa adanya. Up To You.
7.
Disclaimer : This fanfiction real from me. My
idea
Story.........................
Author
POV
Semilir angin musim semi terasa
begitu menyejukan. Gesekan angin dengan dedaunan ditaman yang sunyi senyap ini
terdengar seperti musik alam yang terdengar begitu merdu. Hijau terawat dan
asri. Itulah deskripsi tentang taman yang cukup luas ini.
“Oppa,...” suara cempreng seorang yeoja itu memecah keheningan. seorang
yeoja berumur 14 tahun itu menggoyang-goyangkan tubuh seorang namja yang tengah
berbaring dirumput hijau. Merasa ada yang mengganggu ketenangannya, namja
itupun membuka matanya. Ia duduk dan melepas headset biru tua yang terpasang ditelinganya.
“Yak! Park In Young. Sudah berapa kali aku katakan padamu untuk
tidak menggangguku eoh ? kau pikir kau itu cantik dan sexy eoh ?” namja itu
mendelik sebal pada In Young yang saat ini tengah duduk disampingnya dengan
kepala menunduk.
“Mian, Hyuk Jae sunbae. Sebenarnya, hari ini adalah hari terakhir
aku masuk kesekolah ini” ujar In Young sedikit melirik Hyuk Jae yang masih
menatapnya tajam.
“Lalu apa urusannya denganku ? kau sekolah, tidak sekolah itu
urusanmu. Tapi saranku kau memang tidak usah sekolah disini. Kau hanya bisa
menggangguku saja. Dasar yeoja tak tahu malu” makian Hyuk Jae tadi memang
sangat pedas. Namun bagi In Young tak apa ia mendapat makian seperti itu. Ini
adalah terakhir kalinya ia melihat Hyuk Jae-Sunbae yang disukainya-.
“Aku hanya ingin minta maaf pada Sunbae jika sunbae sangat merasa
terganggu dengan kehadiranku. Aku-”
“Kumaafkan” potong Hyuk Jae. In Young kembali melirik kearah Hyuk
Jae walau wajahnya tertunduk. Ia tersenyum dalam diam melihat wajah Hyuk Jae
dengan rambut acak-acakannya.
“Ini hadiah terakhir dariku untuk Sunbae. Maaf, aku bukan anak
konglomerat seperti Sunbae. Aku hanya bisa memberi Sunbae ini” In Young masih
menunduk sambil menyodorkan barang yang dibawanya untuk Hyuk Jae. Sedangkan
Hyuk Jae menatap malas barang yang disodorkan untuknya itu.
“Apa itu ?” In Young mengangkat wajahnya perlahan. Menatap Hyuk Jae
memang butuh kekuatan lebih.
“Hanya cake dan sebuah benda yang tak terlalu bernilai” Hyuk Jae
mengambilnya dan meletakkannya disamping ia duduk.
“Sudah kuterima, sudah sana pergi. Mengganggu tidurku saja” In
Young masih duduk ditempatnya sambil tersenyum manis.
“Bolehkah aku meminta sesuatu sebelum aku pergi dari sini sunbae ?”
In Young menatap Hyuk Jae penuh harap. Dijam pelajaran seperti ini, taman
samping sekolah ini memang sangat sepi.
“Kau itu sudah mengganggu tidurku, memintaku menerima hadiah
darimu. Sekarang kau mau apa lagi eoh ?” Hyuk Jae meninggikan nada bicaranya.
In Young yang sudah biasa dibentak seperti itu hanya biasa saja.
“Aku hanya ingin berfoto dengan Sunbae di atas batu dibawah pohon
sakura itu” ujar In Young sambil menunjuk batu yang terletak tak jauh dari
mereka duduk berada. Didekat sana ada danau buatan yang tak terlalu besar
dengan bunga teratai ungu yang sedang mekar.
“Memangnya kau mau pergi kemana ? kau yang mau pergi kenapa aku
yang repot” Hyuk Jae memejamkan matanya hendak merebahkan kembali tubuhnya
diatas rumput hijau itu. Namun siapa sangka In Young membangunkan Hyuk Jae dan
menyeretnya ke batu yang letaknya sekitar 5 meter dari tempat mereka tadi.
“Sunbae, aku mohon. Aku ingin berfoto dengan sunbae sebelum aku
pergi” In Young menangkupkan tangannya didepan dadanya sambil memasang wajah
memelas dihadapan Hyuk Jae.
“Ah sudahlah. Biasanya setelah kuusir kau langsung pergi. Kenapa
hari ini kau bergitu pemaksa” Hyuk Jae duduk diatas batu itu. Begitu jika
dengan In Young, yeoja itu duduk disamping Hyuk Jae. Yeoja itu mengambil ponsel
dari sakunya.
“Yak! Kau tidak pernah berfoto eoh ? kemari!” In Young merapatkan
dirinya dengan Hyuk Jae. Hyuk Jae memegang bahu In Young dan menyenderkan
kepala In Young dibahu dekat lekuk lehernya.
“Tersenyumlah. Kemarikan ponselmu” In Young memberikan ponsel yang
ada digenggamanya pada Hyuk Jae.
“Say KIMCHIIII” CREEET. Sebuah gambar tercetak dilayar ponsel touch
screen itu. Hyuk Jae menatap puas hasil cepretannya itu. Ia memberikannya pada
In Young.
“Ige.... sudah. Aku ingin tidur” Hyuk Jae berjalan menuju tempat ia
tidur tadi. Diatas rumput hijau, dibawah pohon maple yang rindang.
“GOMAPTA SUNBAE. KUMOHON JANGAN BUANG CAKENYA DAN SIMPAN KENANGAN
TERAKHIR DARIKU” teriak In Young saat Hyuk Jae sudah berada 2 meter dari In
Young berdiri. Sadar atau tidak, Hyuk Jae tengah tersenyum tipis, padahal
biasanya ia hanya bersikap dingin disekolah atau bersikap pura-pura manis
didepan yeoja-yeojanya yang entah sudah berapa dan entah itu siapa.
In Young masih
tersenyum manis menatap layar ponselnya. Ia mengusa-usap wajah namja dilayar
ponselnya. Tak lama ia berbalik arah dan berjalan meninggalkan taman ini,
sekolah ini dan terakhir kota
kelahirannya. Incheon.
At Night.
Hyuk Jae
menjatuhkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk. Ia memejamkan matanya sejenak.
Rasa lelah menghampiri tubuhnya akibat balapan yang baru saja ia ikuti. Ia
mengubah posisinya menjadi duduk dan mengambil tas ransel sekolahnya. Ia
mengeluarkan 2 buah kotak pemberian hoobaenya yang sedikit tak tahu
diri-menurutnya-
Kotak pertama ia
buka. Cake coklat dengan cream strowberry. Ia mengambil satu potong kemudian
melahapnya.
“Tidak terlalu buruk. Enak” desis Hyuk Jae sambil mengunyah cake
tersebut.
“Tahu begini aku tak akan membuang cake pemberiannya dulu” dulu,
disetiap jam istirahat kedua In Young selalu memberinya cake dengan cream
stroberry. Hyuk Jae meletakkan kotak berisi cake itu di kasur empuknya. Ia
membuka kotak kedua.
“Jam tanganan” sebuah jam tangan berwarna biru tua dengan beberapa
batu berlian murni ditepinya menjadikan jam itu menjadi berkilau saat cahaya
mengenai permukaannya.
“Tak terlalu buruk. Biru.. kesukaanku” Hyuk Jae melepas jam tangan
berwarna hitam yang melingkar ditangan kirinya. Kemudian ia memasangkan jam
tangan yang baru saja ia dapatkan.
“Pas” Park In Young, hoobaenya yang tergolong siswa cerdas. Memakai
kacamata berlensa negatif dan rambut di kuncir kuda tinggi-tinggi.
“Semoga kau memperoleh namja yang lebih baik dari. Aku hanya namja
brandalan. Yeoja sepertimu terlalu baik untukku” Hyuk Jae menghabiskan cakenya
dan merapikan tempat tidurnya yang sedikit berantakan. Mencuci muka dan mengganti
bajunya dengan piyama tidur kemudian berbaring diatas ranjangnya yang empuk.
___________________________________________________________________________
Seorang Yeoja
menatap danau buatan itu sambil sesekali menatap wallpaper ponselnya. Senyum
tak pernah lepas dari bibirnya. Kacamata berlensa negatif yang 12 tahun lalu
masih bertengger indah dihidungnya kini sudah lenyap digantikan sebuah lensa
yang berada dimatanya. Ia duduk di batu tempat terakhir ia berada dikota
kelahirannya. Dan kini ia kembali sebagai seorang tenaga didik ditempat ia
pernah menimba ilmu.
“Park In Young” desisan lemah terdengar ditelinganya. Suara namja
yang menjadi orang yang sangat ia kagumi. Yeoja itu tersenyum miris. Ia menatap
kosong tanah dibawahnya ‘Kenapa otakku tak pernah bisa lepas darinya ? ia pasti
sudah tak mengingatku’ batin In Young. Ia mendengar derap langkah kaki menuju
tempat ia duduk kini.
“Park In Young” suara namja pujaannya.
In young menatap
sepasang kaki yang kini berada dihadapannya. Ia perlahan mendongakkan
kepalanya, melihat siapa orang yang berada dihadapannya.
“Sunbaenim!!” petik In Young saat pendangan mata mereka bertemu.
Namja yang kini
berdiri dihadapannya hanya tersenyum tipis, menatap In Young yang menatapnya
tanpa kedip dan tak percaya.
“Selamt datang di Intae SHS. Semoga kau bisa membimbing
murid-muridku yang sebentar lagi juga menjadi murid-muridmu juga dengan baik”
ujar namja itu sambil mengulurkan tangannya pada In Young untuk berjabat
tangan. Senyuman manis kini tercetak jelas diwajah namja itu. Senyum seperti
yang ada difoto itu.
___________________________________________________________________________
END
No comments:
Post a Comment