Tuesday, April 30, 2013

Sakura [Ficlet]/Lee Hyukjae


1.             Title                   : Sakura
2.             Author               : K. Fortuna[Ikrillah Kh]
3.             Casts                  : Lee Hyuk Jae, Park In Young
4.             Rated                 : PG 13
5.             Lenght               : Ficlet
6.             Ganre                 : Aneh. Apa adanya. Up To You.
7.             Disclaimer          : This fanfiction real from me. My idea

Story.........................

Author POV

            Semilir angin musim semi terasa begitu menyejukan. Gesekan angin dengan dedaunan ditaman yang sunyi senyap ini terdengar seperti musik alam yang terdengar begitu merdu. Hijau terawat dan asri. Itulah deskripsi tentang taman yang cukup luas ini.
“Oppa,...” suara cempreng seorang yeoja itu memecah keheningan. seorang yeoja berumur 14 tahun itu menggoyang-goyangkan tubuh seorang namja yang tengah berbaring dirumput hijau. Merasa ada yang mengganggu ketenangannya, namja itupun membuka matanya. Ia duduk dan melepas headset biru tua yang terpasang ditelinganya.
“Yak! Park In Young. Sudah berapa kali aku katakan padamu untuk tidak menggangguku eoh ? kau pikir kau itu cantik dan sexy eoh ?” namja itu mendelik sebal pada In Young yang saat ini tengah duduk disampingnya dengan kepala menunduk.
“Mian, Hyuk Jae sunbae. Sebenarnya, hari ini adalah hari terakhir aku masuk kesekolah ini” ujar In Young sedikit melirik Hyuk Jae yang masih menatapnya tajam.
“Lalu apa urusannya denganku ? kau sekolah, tidak sekolah itu urusanmu. Tapi saranku kau memang tidak usah sekolah disini. Kau hanya bisa menggangguku saja. Dasar yeoja tak tahu malu” makian Hyuk Jae tadi memang sangat pedas. Namun bagi In Young tak apa ia mendapat makian seperti itu. Ini adalah terakhir kalinya ia melihat Hyuk Jae-Sunbae yang disukainya-.
“Aku hanya ingin minta maaf pada Sunbae jika sunbae sangat merasa terganggu dengan kehadiranku. Aku-”
“Kumaafkan” potong Hyuk Jae. In Young kembali melirik kearah Hyuk Jae walau wajahnya tertunduk. Ia tersenyum dalam diam melihat wajah Hyuk Jae dengan rambut acak-acakannya.
“Ini hadiah terakhir dariku untuk Sunbae. Maaf, aku bukan anak konglomerat seperti Sunbae. Aku hanya bisa memberi Sunbae ini” In Young masih menunduk sambil menyodorkan barang yang dibawanya untuk Hyuk Jae. Sedangkan Hyuk Jae menatap malas barang yang disodorkan untuknya itu.
“Apa itu ?” In Young mengangkat wajahnya perlahan. Menatap Hyuk Jae memang butuh kekuatan lebih.
“Hanya cake dan sebuah benda yang tak terlalu bernilai” Hyuk Jae mengambilnya dan meletakkannya disamping ia duduk.
“Sudah kuterima, sudah sana pergi. Mengganggu tidurku saja” In Young masih duduk ditempatnya sambil tersenyum manis.
“Bolehkah aku meminta sesuatu sebelum aku pergi dari sini sunbae ?” In Young menatap Hyuk Jae penuh harap. Dijam pelajaran seperti ini, taman samping sekolah ini memang sangat sepi.
“Kau itu sudah mengganggu tidurku, memintaku menerima hadiah darimu. Sekarang kau mau apa lagi eoh ?” Hyuk Jae meninggikan nada bicaranya. In Young yang sudah biasa dibentak seperti itu hanya biasa saja.
“Aku hanya ingin berfoto dengan Sunbae di atas batu dibawah pohon sakura itu” ujar In Young sambil menunjuk batu yang terletak tak jauh dari mereka duduk berada. Didekat sana ada danau buatan yang tak terlalu besar dengan bunga teratai ungu yang sedang mekar.
“Memangnya kau mau pergi kemana ? kau yang mau pergi kenapa aku yang repot” Hyuk Jae memejamkan matanya hendak merebahkan kembali tubuhnya diatas rumput hijau itu. Namun siapa sangka In Young membangunkan Hyuk Jae dan menyeretnya ke batu yang letaknya sekitar 5 meter dari tempat mereka tadi.
“Sunbae, aku mohon. Aku ingin berfoto dengan sunbae sebelum aku pergi” In Young menangkupkan tangannya didepan dadanya sambil memasang wajah memelas dihadapan Hyuk Jae.
“Ah sudahlah. Biasanya setelah kuusir kau langsung pergi. Kenapa hari ini kau bergitu pemaksa” Hyuk Jae duduk diatas batu itu. Begitu jika dengan In Young, yeoja itu duduk disamping Hyuk Jae. Yeoja itu mengambil ponsel dari sakunya.
“Yak! Kau tidak pernah berfoto eoh ? kemari!” In Young merapatkan dirinya dengan Hyuk Jae. Hyuk Jae memegang bahu In Young dan menyenderkan kepala In Young dibahu dekat lekuk lehernya.
“Tersenyumlah. Kemarikan ponselmu” In Young memberikan ponsel yang ada digenggamanya pada Hyuk Jae.
“Say KIMCHIIII” CREEET. Sebuah gambar tercetak dilayar ponsel touch screen itu. Hyuk Jae menatap puas hasil cepretannya itu. Ia memberikannya pada In Young.
“Ige.... sudah. Aku ingin tidur” Hyuk Jae berjalan menuju tempat ia tidur tadi. Diatas rumput hijau, dibawah pohon maple yang rindang.
“GOMAPTA SUNBAE. KUMOHON JANGAN BUANG CAKENYA DAN SIMPAN KENANGAN TERAKHIR DARIKU” teriak In Young saat Hyuk Jae sudah berada 2 meter dari In Young berdiri. Sadar atau tidak, Hyuk Jae tengah tersenyum tipis, padahal biasanya ia hanya bersikap dingin disekolah atau bersikap pura-pura manis didepan yeoja-yeojanya yang entah sudah berapa dan entah itu siapa.
            In Young masih tersenyum manis menatap layar ponselnya. Ia mengusa-usap wajah namja dilayar ponselnya. Tak lama ia berbalik arah dan berjalan meninggalkan taman ini, sekolah  ini dan terakhir kota kelahirannya. Incheon.
At Night.
            Hyuk Jae menjatuhkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk. Ia memejamkan matanya sejenak. Rasa lelah menghampiri tubuhnya akibat balapan yang baru saja ia ikuti. Ia mengubah posisinya menjadi duduk dan mengambil tas ransel sekolahnya. Ia mengeluarkan 2 buah kotak pemberian hoobaenya yang sedikit tak tahu diri-menurutnya-
            Kotak pertama ia buka. Cake coklat dengan cream strowberry. Ia mengambil satu potong kemudian melahapnya.
“Tidak terlalu buruk. Enak” desis Hyuk Jae sambil mengunyah cake tersebut.
“Tahu begini aku tak akan membuang cake pemberiannya dulu” dulu, disetiap jam istirahat kedua In Young selalu memberinya cake dengan cream stroberry. Hyuk Jae meletakkan kotak berisi cake itu di kasur empuknya. Ia membuka kotak kedua.
“Jam tanganan” sebuah jam tangan berwarna biru tua dengan beberapa batu berlian murni ditepinya menjadikan jam itu menjadi berkilau saat cahaya mengenai permukaannya.
“Tak terlalu buruk. Biru.. kesukaanku” Hyuk Jae melepas jam tangan berwarna hitam yang melingkar ditangan kirinya. Kemudian ia memasangkan jam tangan yang baru saja ia dapatkan.
“Pas” Park In Young, hoobaenya yang tergolong siswa cerdas. Memakai kacamata berlensa negatif dan rambut di kuncir kuda tinggi-tinggi.
“Semoga kau memperoleh namja yang lebih baik dari. Aku hanya namja brandalan. Yeoja sepertimu terlalu baik untukku” Hyuk Jae menghabiskan cakenya dan merapikan tempat tidurnya yang sedikit berantakan. Mencuci muka dan mengganti bajunya dengan piyama tidur kemudian berbaring diatas ranjangnya yang empuk.
___________________________________________________________________________
            Seorang Yeoja menatap danau buatan itu sambil sesekali menatap wallpaper ponselnya. Senyum tak pernah lepas dari bibirnya. Kacamata berlensa negatif yang 12 tahun lalu masih bertengger indah dihidungnya kini sudah lenyap digantikan sebuah lensa yang berada dimatanya. Ia duduk di batu tempat terakhir ia berada dikota kelahirannya. Dan kini ia kembali sebagai seorang tenaga didik ditempat ia pernah menimba ilmu.
“Park In Young” desisan lemah terdengar ditelinganya. Suara namja yang menjadi orang yang sangat ia kagumi. Yeoja itu tersenyum miris. Ia menatap kosong tanah dibawahnya ‘Kenapa otakku tak pernah bisa lepas darinya ? ia pasti sudah tak mengingatku’ batin In Young. Ia mendengar derap langkah kaki menuju tempat ia duduk kini.
“Park In Young” suara namja pujaannya.
            In young menatap sepasang kaki yang kini berada dihadapannya. Ia perlahan mendongakkan kepalanya, melihat siapa orang yang berada dihadapannya.
“Sunbaenim!!” petik In Young saat pendangan mata mereka bertemu.
            Namja yang kini berdiri dihadapannya hanya tersenyum tipis, menatap In Young yang menatapnya tanpa kedip dan tak percaya.
“Selamt datang di Intae SHS. Semoga kau bisa membimbing murid-muridku yang sebentar lagi juga menjadi murid-muridmu juga dengan baik” ujar namja itu sambil mengulurkan tangannya pada In Young untuk berjabat tangan. Senyuman manis kini tercetak jelas diwajah namja itu. Senyum seperti yang ada difoto itu.
___________________________________________________________________________
END

No comments:

Post a Comment