1. Title : Should I Confussed
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Choi Siwon, Lee Yunra, Kim Heechul. Other casts find
by Ur self
4.
Genre : Sad may be.
5.
Lenght : Songfict
6.
Ratef : PG 15
7. Disclaimer : Songfict gak nyambung aku hadiahkan
buat Siwon Oppa yang lagi ulang tahun. Mian oppa songfictnya melenceng dari
lagu. Typo(s). No Plagiat dan Bash... Story is Mine...
Story............
Oneuldo meonghani haneulman boda
Ne eolgureul gamanhi geuryeo bwasseo
Ne ipsul ne nundongjakkaji
Da sarangseureowo oneulttara deo
Hari ini (aku) merasa hampa saat melihat langit
(aku) masih mencoba membayangakan wajahmu
Bibirmu hingga pupil matamu
(Rasanya) menyenangkan dibandingkan dengan semua
hari
Pagi
yang cerah. Aku terus melangkahkan kakiku dengan riang menuju loker para siswa
kelas 11. Aku memang baru siswa kelas 10 disini. Tapi inilah rutinitas pagiku.
Meletakan setangkai bunga mawar putih, sebatang coklat putih dan sebuah kartu
ucapan yang selalu saja dibuangnya tanpa dibaca terlebih dahulu. Tapi itu tak
masalah untukku.
“Siwon-ah”
“Eh!” aku tersentak saat seseorang menepuk
pundakku. Aku berbalik was-was.
“Huft..”aku menghela nafas lega. Spontan kuelus
dadaku yang tadi sudah deg-degan.
“Wae ?”
“Aku kira kau Heechul Sunbae. Kau tahu sendirikan
ia anak tempat Appa-ku bekerja. Aku hanya takut appa kena masalah karenaku”
ujarku sambil meletakan kartu ucapan diloker no. 341.
“Tahu begitu kau tak usah melakukan itu. Kau tahu
bukan ia tak akan pernah melirikmu. Ia juga sudah memiliki Heechul Sunbae.
Mereka pasangan paling serasi disini. Sebaiknya kau cari aman saja sepertiku.
Pura-pura acuh” aku berbalik lalu menggeret tangannya untuk mengikuti
meninggalkan loker itu.
“Aku hanya menunjukan rasa tulusku padanya. Putih
itu melambangkan kesucian. Ketulusan. Aku yakin suatu saat nanti ia pasti akan
mencari tahu siapa yang selalu memberikannya coklat, bunga dan ucapan itu”
ujarku dengan percaya diri. Yah.. bukankah kita harus optimis ?
“Aku sudah berkali-kali mengingatkanmu. Ia hanya
mengincar namja yang tampan dan kaya. Ia tak akan melirik orang seperti kita.
Kita hanya orang biasa saja. Dan kau-”
“Ne, aku tahu maksudmu Hyuk-ah. Berkaca mata dan
kutu buku. Tapi cinta tak mengenal itu”
“Yah... semoga berhasil”
Ije ijeoyaji aereul sseobwado
Ijen an bwayaji dajimhaebwado
Naegen ojik neoppuniya
Dareun sarameun andwae
Ireon nae mameul ije arajullae
Sekarang (aku) harus melupakan cerita yang lalu
Sekarang (aku) harus berjanji mencoba tidak
melihat(mu)
(Tetapi) hanya kau saja untukku
Tidak boleh (ada) orang yang lain
Maukah (kau) mengerti hatiku yang seperti ini
sekarang?
Mataku
tak pernah lepas dari dua orang yang tengah duduk dimeja sebelah. Lee Yunra dan
Heechul sunbae. Aku tak mempermasalahkan apa yang sedang mereka lakukan, berciuman,
berpelukan, bercanda, atau apapun. Bagiku melihat Yunra sunbae itu sebuah
anugrah untukku.
“Coklat dari siapa ?”
“Entahlah, seperti biasa. Sudah ada diloker”
“Kau tak takut keracuanan ?”
“Aniyo. Kelihatannya ia fansku. Sudah 4 bulan ini
aku baik-baik saja oppa”
“Jangan makan itu lagi. Aku akan memberikanmu yang
lebih mahal dari itu”
“Baiklah, terserah padamu saja oppa. Lagipula ini
seperti coklat murahan”
Aku
tertegum. Bagaimanapun juga aku tak suka pemberianku begitu direndahkan seperti
itu. Aku menoleh cepat kearah lain.
“Kenapa siwon-ah ? Mulai sakit hati ? Saranku
jangan dekati dia. Dia bukan yeoja yang tulus. Dia hanya mengincar namja yang
kaya dan tampan”
“Aniyo. Bukan begitu. Gwaenchana” ujarku kaku
sambil tersenyum.
Saranghandago malhalkka
Maeil neoman baraboneun nae mameul alkka
Naegen neo hanaman isseojumyeon
Amugeotdo nan ije wonhaji anha
Nae gyeoteman isseo jullae
Akankah (aku) berkata mencintaimu?
Akankah setiap hari hanya dirimu yang dilihat oleh
hatiku?
Jika hanya kau seorang yang ada untukku
Tidak ada sesuatu yang kuinginkan (selain itu) saat
ini
Maukah (kau) berada di sisiku?
Aku
menerobos diantara kerumunan siswa-siswa dilorong yang biasanya sepi.
Perasaanku tak enak. Benar. Aku melihat Yunra sunbae, terduduk dilantai sambil
menangis. Dan tepat didepannya Heechul sunbae dan Sandara sunbae menatapnya
datar sambil saling merangkul. Ada apa ini.
“Oppa, kenapa kau melakuakan ini ?”
“Aku sudah bosan denganmu. Aku juga sudah
mendapatkan hadiah taruhanku. Dan yeoja yang aku cintai sebenarnya adalah
sandara. Bukankah begitu chagi ?”
“Geurae” cup. Tanpa malu mereka berciuman
dengan saling melumat dihadapan banyak orang. Apa Heechul sunbae benar-benar
tak punya hati ? Kenapa melakukan ini dihadapan yeoja yang mencintainya ? aku
melihat Yunra sunbae terisak semakin kencang. Aku ingin memeluknya dan
menenangkannya tapi itu tidak sopan.
“Bukankah kau juga hanya mau menerima namja yang
tampan dan kaya ? Kau juga seorang playgirl Yunra-ssi. Kau lupa itu....” Yunra
sunbae memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya. Pasti sangat sakit.
Ini pasti pertama kalinya ia dicampakan. Argh... aku tak kuat melihatnya
menangis seperti itu.
“Cukup sunbae!!! Apa aku tak lihat Yunra Sunbae
sudah menangis seperti itu ? Kumohon sunbae tak usah memamerkan kemesraan
kalian!” semua mata menoleh kearahku. Aku membenarkan letak kacamataku lagi.
Gugup.
“Heh.. kau pikir kau siapa beraninya kau membuka
suara ?” aku menunduk. Kurasakan sebuah tangan mencengkram bahuku kuat-kuat..
“ahh...” aku meringis. Kuku jarinya tajam sekali!
Seperti yeoja.
“Kau siapa hah ?”
“Aku- namjachingunya”
“Hahahahahahaha........... kau sendiri sudah
memiliki namjachingu kenapa harus menangis seperti itu ? Oh... atau karena tipe-mu
yang sebenarnya seperti ini jadi kau menggunakanku sebagai topengmu eoh ?”
“Tidak oppa. Aku tak kenal siapa dia. Aku hanya
mencintaimu oppa!! Hiks.. oppa, dashi dorawa”
“Ah.. benarkah ?” aku menatap cemas Yunra sunbae
karena aku tahu Heechul Sunbae hanya main-main saja sekarang. Namun kau justru
melihat wajahnya yang lusuh tengah mengangguk.
“Tampar dia!! Maki dia dan katakan kau tidak
mengenalnya!!” aku terbelakak. Kata-kata Heechul sunbae seperti menghipnotis
Yunra sunbae. Ia bangkit dan berjalan mendekatiku. Wajahnya yang cantik kini
berantarakan tak karuan.
Plaaakk
Neoege dallyeoga bolkka
Ijen ne maeumeul algo sipeo
Nan geugeo hanamyeon dwae
Nega eomneun haruneun sangsanghal sudo eobseo
Ireon nae mameul badajullae
Akankah (aku) terlihat bergantung padamu?
Sekarang (aku) ingin mengerti hatimu
Aku seharusnya begitu
(aku) tidak dapat membayangkan hari-hari tanpamu
Maukah (kau) menerima hatiku apa adanya (yang
seperti ini)
Aku
memegangi pipi kananku yang terasa panas. aku masih tak percaya ia menamparku. Apakah
ia benar-benar mencintai Heechul sunbae ? Tapi Heechul sunbae hanya
mempermainkannya saja. Dan itu membuatku sakit!!
“KAU!!!! AKU TAK MENGENALMU DAN TAK MENCINTAIMU!!
Aku hanya mencintai Heechul oppa!! Arraseo!!”
“Hahahahaha..” tawa kemenangan Heechul Sunbae
menggema di lorong.
“Bagus Chagiya~. Aku pergi dulu”
Mereka-siswa-
meninggalkan aku yang masih berdiri menatap Yunra Sunbae yang masih menangis
dihadapanku sesaat setelah Heechul Sunbae pergi. Setelah benar-benar sepi aku
mengulurkan tanganku untuk menyentuh pundaknya yang bergetar.
“Jangan sentuh aku!!” aku tersentak. Gerakan
tanganku berhenti diudara.
“Kau!! Gara-gara kau!! Heechul menilaiku rendah!!
Kau- Aku membencimu!!” aku masih mematung saat punggungnya yang berjalan
menjauh dariku itu bergetar. Ini pertama kalinya ia berbicara denganku tapi
dengan kesan buruk.
Hamkkehaetdeon nareul gieokhaebwado
Jinan chueokdeureul doesaegyeobwado
Naegen neo hanappuniya dareun sarangeun sirheo
Neoman gidarineun nal anajullae
(aku) mencoba mengenang kebersamaan denganmu
(aku) mencoba mengingat kembali kenangan-kenangan
masa lalu
Hanya kau seorang untukku, (aku) tidak mau cinta
yang lain
Maukah kau memelukku yang hanya menunggu dirimu
“Kejakan tugasku!!”
“Tapi Yunra-ya. Jika aku mengerjakan tugasmu terus
kau akan tetap tinggal kelas seperti tahun lalu-”
“Dan itu karenamu. Ingat!! Aku masih membencimu.
Aku- tak akan pernah memaafkanmu. Kau saja yang tak tahu diri ikut campur
urusan orang lain” aku menghembuskan nafasku kasar. Ia melenggang pergi meninggalkanku
ditaman belakang sekolah setelah menyerahkan setumpuk buku disampingku. Aku
selalu kalah darinya. Aku tak pernah bisa menolak permintaannya.
Chagaun ne pyojeongdo
Ne maltudo sanggwaneobseo
Nege gobaekhallae
Ekspresimu yang dingin
Juga cara bicaramu, tidak masalah (bagiku)
Mengakulah padaku
“Dia- hanya asistenku saja. Lebih tepatnya
bodyguardku” ujarnya saat ditanya oleh salah satu temannya sesaat setelah ia
duduk.
“Culun sekali. Norak. Sangat jelek. Apa orangtuamu
tidak menilai fisiknya ?” aku hanya mengelus dadaku mencoba untuk bersabar. Aku
menahan gelas berisi coktail yang hampir menyentuh bibirnya.
“Jangan minum minuman keras. Ini tak baik untukmu
Yunra”
“Ck. Apa pedulimu!! Minggir” aku mengikutinya yang
kini berjalan kemeja bartender.
“Vodka” ucapnya dengan santai. Sebenarnya apa yang
terjadi padanya ? Kenapa ia berbeda walau ia memang sudah terkenal sebagai
seorang badgirl.
**
“Yunra, cukup. Kau sudah mabuk!!” aku menyingkirkan
gelas dari jangkauannya. Wajahnya sudah memerah karena mabuk.
“Aku tidak mabuk. Choi Siwon-ssi!! Aku membencimu.
Kau bodoh. Kau tak tampan, tak kaya!! Culun. Norak!! Aku benci apapun yang ada
pada dirimu. Hah... karena kau harga diriku turun. Kau menyebalkan” aku segera
membayar minumannya dan membawanya pergi dari club ini. Ia benar-benar sudah
mabuk berat.
Saranghae
Neol saranghae
Sesang geu nuguboda neoreul deo saranghae
Naegen i sarangman heorakhamyeon
Amugeotdo nan ije baraji anha
Neo hanamyeon chungbunhande
(kau) mencintaiku
(aku) mencintaimu
(aku) mencintaimu melebihi siapapun di dunia
Jika (kau) mengizinkan cinta ini untukku
Aku tidak ada permintaan apapun lagi
Jika hanya kau (saja) cukup
Cup
“Eh..ah..claak” aku menatap mereka dengan pandangan
sendu. Saling menghisap dengan penuh nafsu. Yunra. Aku menyerah. Aku tak
menepati janjimu untuk merubah sikapmu yang arogan itu. Aku berjalan cepat
kearah mereka yang sedang duduk dibawah pohon maple. Aku rasa Yunra
menyadarinya dan melepaskan tautan mereka dengan cepat. Dengan isyarat tangan
ia menyuruh namja itu pergi.
“Ada apa ?’ aku membuang pandanganku dan berbalik
menatap danau.
“Aku pergi. Aku menyerah. Aku tak sanggup merubahmu
walau aku menuruti segala macam permintaanmu. Selama menjalin hubungan ini aku
bahkan merasa hanya menjadi persuruhmu saja”
“Baguslah jika kau mundur. Seharusnya kau lakukan
itu dari dulu! Kau itu tak pantas untukku. Kau begitu naif, culun, kutu buku,
ketinggalan jaman, kau pikir kau kaya atau tampan hah ? Jika kau ingin aku ada
disisimu kau harus merubah penampilanmu. Oh, tidak tepatnya wajahmu. Operasi
plastik mungkin bisa menjadi pilihan terbaik. Dan kau harus kaya. Bagaimana
bisa aku hidup jika aku bersama orang miskin sepertimu!!” aku berbalik cepat.
Plaakk
Pertama
kalinya aku menampar pipi seorang yeoja. Yunra ingin mengeluarkan sanggahannya
namun ia urungkan saat melihat ekspresi wajahku. Kau yang membuatku seperti ini
Yunra!!
“YE!! Aku tahu aku culun, aku tahu aku miskin, aku
tahu tak tampan. Tapi setidaknya aku tak murahan sepertimu!! Kau yeoja yang
sudah tak ada nilainya lagi. Seharusnya kau yang tak pantas untukku. AKU-
menyesal begitu mencintaimu dulu!!”
Neoege yonggi naebolkka
Ijen ne maeumeul algo sipeo
Nan deo baral ge eobseo
Neo eobsineun harudo saragal suga eobseo
Ojik han saram neol saranghae
Akankah (aku) menemukan kekuatan didirimu?
Sekarang (aku) ingin mengerti hatimu
Aku tidak berharap lebih
Aku tidak dapat menjalani hidup tanpamu
Hanya satu cinta, (aku) mencintaimu
“Tuan Choi ? Mian
membuatmu menunggu” aku tersenyum kikuk saat ia berada dihadapanku saat ini.
Aku menyesap sedikit cappucino untuk menghilangkan rasa gugupku.
“Jadi- anda yang
dijodohkan dengan saya ?” nada bicaranya begitu lembut berbeda saat terakhir
kali bertemu.
“Ne. Apa kau tak
mengenaliku ?” ia mengerutkan keningnya sambil menatapku dengan teliti.
Membuatku gugup.
“Aniyo. Mian, apa
kita pernah bertemu ?” aku memainkan ponselku yang aku letakan diatas meja.
Menyentuh layarnya tanpa minat.
“Bukan kenal. Tapi
sangat kenal” kuambil kacamata frame bulat hitam besar lalu memakainya. Ia
membekap mulutnya tak percaya.
“Ini aku Choi Siwon.
Aku kaya dan aku tampan”
End.
Song By :
Soyou
Should I Confussed
No comments:
Post a Comment