1.
Title : Change Love
2.
Author : Fortunia Ryu
3.
Casts : Cho Kyuhyun, Lee Yejin,
Lee Hyukjae and other casts find by Ur self
4.
Lenght : Oneshoot.
5.
Rated : PG 13
6.
Genre : Friend, family, little
romace. Etc
7.
Disclaimer : fanfic ia Mine!!. No
plagiat, no copas, no bash. Warning Typo(S) anywhere!!!
Story....
Cinta itu saling
mengerti, bukan karena dasar fisik ataupun latar belakang seseorang. Cinta itu
karena kebiasaan bukan karena kekaguman.
Author POV
“Sunbae, saengil chukae hamnida. Ige untukmu” aku membenarkan letak
kacamataku dengan satu tangan karena tanganku yang lain kugunakan untuk
menyodorkan hadiah yang setiap tahun aku berikan padanya...
Sssrt
Brukkk
Aku hanya terpaku
padanya yang kini berbalik arah berjalan meninggalkanku dilorong sekolah.
Pandanganku kualihkan pada cake yang sudah hancur karena ia membuangnya begitu
saja. Aku hanya bisa menghela nafas. Selalu seperti ini. Aku berjongkok untuk
mengambil cake itu. Aku mengambil tutup kardus dan membawanya pergi. Sebenarnya
apa salahku ? kenapa ia selalu mengacuhkanku ?
***
“Hyaaaa, jangan dibuang!!” aku menoleh mencari asal suara itu.
“Kyuhyun-ah..” aku tersenyum kala ia berlari-lari kecil mendekati
aku yang masih dengan tangan hampir menjatuhkan kardus berisi cake yang
bentuknya sudah hancur.
“Kenapa kau mau membuangnya ? Apa manusia es itu menolak
pemberianmu lagi ? Kalau begitu kau jadi fans-ku saja. Aku jamin makanan apapun
yang kau buat untukku aku akan menghabiskannya tanpa sisa. Daripada begini, aku
makan dari makanan yang hampir dibuang” aku hanya terkikik geli menatapnya yang
kini mencomot sedikit cake buatanku yang sudah direbutnya dari tanganku.
Seperti yang ia bilang tadi. Hyuk Jae Sunbae memang selalu mengacuhkanku dan
membuang segala hal yang aku beri padanya. Bukan hanya aku sebenarnya tapi semua
yeoja yang mengidolakannya. Tapi rata-rata mereka tidak kuat melihat
pemberiannya selalu dibuang percuma olehnya.... Hyuk Jae Sunbae adalah
Sunbae-ku 1 tingkat diatasku.....
“Kajja pulang” aku hanya mengikutinya dari belakang karena ia
menarikku keparkiran untuk mengambil motor Ducati kesayangannya... aku bisa
menangkap sebagian yeoja yang berpapasan dengan kami memandangku iri..
Kyuhyun-, ia juga salah satu namja yang bisa dibilang banyak
diidolakan disekolah ini.
***
“Sunbae, hari ini aku hanya bisa membuatkanmu ini.. mian karena
tadi pagi aku terlambat bangun. Aku harap sunbae mau menerimanya. Aku tahu dari
Kyuhyun kalau Sunbae tadi pagi belum sarapan” aku tersenyum semanis mungkin.
Jika ia membuang lagi bekal yang aku buat aku sudah tidak terkejut lagi. itu
biasa untukku..
Set
Aku lihat ia
membuka kotak bekal yang aku bawakan untuknya. Apa ia mulai mau menerima
pemberianku ? Jika ia aku adalah yeoja pertama yang beruntung karena ia mau
memakan masakanku. Aku tersenyum namun perlahan senyumku menghilang... jika
biasanya ia membuang begitu saja tapi kini ia mengeluarkan isinya langsung
ketempat sampah.. Kyuhyun-ah.. mian. Sepertinya hari ini aku tidak bisa
memberikan padamu bekal.
“Selama ini aku hanya mendiamkanmu. Tapi sepertinya kau memang yeoja
paling tidak tahu malu. Jadi sekarang aku peringatkan padamu kau tidak usah
mendekatiku lagi. bukankah uang yang kau kumpulkan dari kerja part time-mu itu
jauh lebih berguna untuk keluargamu ?” aku hanya menunduk. Ia benar, sepertinya
memang aku tak usah lagi memberikan apapun lagi padanya. Eomma-ku lebih
membutuhkannya dari pada Hyuk Jae Sunbae...
“Satu lagi!! jangan berani kau menggangguku. Ingat itu!! Aku bukan
Kyuhyun!” aku melihat punggungnya yang kini menjauh dari jangkauanku.
***
Aku berdiri dibalik
tiang yang cukup besar dan letaknya cukup jauh dari lapangan basket. Aku
mengarahkan camera ponselku untuk merekam aksi-nya untuk terakhir kalinya. Dari
sini aku dapat melihat ia sedang mendrible bola dengan keringat yang sudah
bercucuran dari tubuhnya. Terlebih dipelipis dan dadanya. Ia- Sexy!!
“Yejin-ah!!” aku tetap fokus pada ponselku. Karena aku tahu suara
itu adalah suara Kyuhyun. Jadi, ia pasti tahu apa yang sedang aku lakukan.
“Kau serius akan pindah ke China. China itu jauh...” aku hanya
tersenyum mendengar nada bicara Kyuhyun yang seperti anak kecil. Ckckck... aku
memalingkan wajahku kearahnya. Ia terlihat cemberut dan merajuk. Dasar!! Kau
itu tak pantas beraegyo Kyuhyun-ah...
“Lagi pula jika disini aku akan tinggal dengan siapa ? Denganmu ?
Hyuk Jae Sunbae pasti akan semakin membencimu karena aku ini yeoja yang selalu
mengganggunya! Eomma dan Appa-ku sudah berbaikan jadi kami semua akan tinggal
di China karena Appa dipindah tugaskan di China Kyu... Kuharap kau mengerti.
Juga, kuharap kau tak kan melupakanku jika kita bertemu kembali” mataku kembali
terfokus pada layar ponselku saat aku mendengar pluit tanda pertandingan
berakhir berbunyi.
“Kau mengacuhkan aku lagi Lee Yejin!!” aku hanya tersenyum tanpa
dosa padanya. Mataku terlalu sibuk untuk mengawasinya yang sedang duduk
dipinggir lapangan sambil meminum air mineralnya. Akhir-akhir ini wajahnya
terlihat sedikit murung walau ia terkenal dingin. Itu hanya perasaanku saja
atau itu memang benar ? Ia hanya menyuruhku untuk tidak memberinya sesuatu bukan
? Ia tak melarangku untuk melihat wajahnya dari kejauhan seperti ini. Atau
Stalker itu lebih tepat!!
“Sudah puas?” Aku hanya mengangguk. Sambil menyimpan ponselku ditas
ransel biru muda yang kubawa.
“Kajja, Lee Ahjussi pasti sudah menunggu”
***
“Ahjussi, kenapa Hyejin harus ikut ke China. Setelah Ahjumma sembuh
bukankah kalian akan menetap di Korea ?” Lee Sunghwan-appa Yejin-mengacak
rambut Kyuhyun sambil tertawa ringan.
“Memangnya Yejin akan tinggal dengan siapa jika ia masih di Korea ?
Sendiri ? Walau sudah besar, tapi ia tetap saja seorang yeoja. Ahjussi tak tega
jika ia harus hidup di negara yang luas ini sendiri” Kyuhyun mengangguk paham.
“Yejin, aku tunggu kau kembali ke Korea. Jangan lupakan aku! Awas
kau!!” Yejin tertawa. Kyuhyun memang baik padanya. Kadang ia merenung kenapa ia
jatuh pada pesona Hyukjae bukan Kyuhyun ? Padahal Kyuhyun mengerti keadaannya.
“Ne Kyu-ah. Jangan buat yeoja menangis lagi karena kau tolak. Aku
tahu kau itu tampan, tapi apa sebegitu tampannya kah hingga yeoja yang didaulat
paling cantik disekolah Park Sandara kau tolak ? Kau ingin yeoja yang seperti
apa memangnya ?” Kyuhyun mengusap tengkuknya.
“Aku sedang tak memikirkan yeojachingu. Mereka hanya mendekatiku
karena aku tampan dan berasal dari keluarga mampu. Sebagian besar dari mereka
hanya menilaiku dari segi itu. Aku ingin yeojachingu-ku kelak ia memang
mencintaiku. Kau sendiri.. bertahan untuk manusia berhati es dengan mata
vampire itu. Bukankah ia menyeramkan ?” Yejin melotot tak terima Kyuhyun
mengatai Hyukjae manusia berhati es dengan mata vampire walau pada kenyataannya
itu benar. Hati es dan mata vampire, mata yang tak menunjukan kasih sayang
dengan ekspresi wajah datar.
“Berhenti mengatainya seperti itu Kyu. Ia juga saudaramu”
“Koreksi. Ia hanya saudara tiriku. Bahkan ia tak pernah menganggap
aku adiknya. Jadi bagiku ia orang asing. Sudahlah, sebentar lagi kau berangkat,
apa kau tak ingin berfoto denganku ? Kau dari tadi merekam moment manusia es
itu memenangkan juara basket, kenapa tidak menyimpan kenangan dengan sahabatmu
ini” Kyuhyun mengambil ponselnya. Yejin hanya diam sambil tersenyum kearah
kamera ponsel Kyuhyun.
“Gomawo Kyu untuk selama ini” Yejin membungkuk sedikit.
“Kyuhyun-ah, kami pergi dulu” Tn. Lee menggandeng putrinya untuk
menuju pesawat. Istrinya sudah berada dirumah sakit di China kemarin. Ia tahu
bahwa Kyuhyun memandang kepergian mereka. Atau tepatnya kepergian putrinya.
Walau ini pertama kalinya ia bertemu Kyuhyun, ia dapat merasakan bahwa ada
cinta dan sayang yang dipancarkan dari mata Kyuhyun saat bersama putrinya. Ia
tahu itu.
‘Gomawo. Dengan begini akan lebih mudah aku melupakanmu. Bukan, aku
tak bisa melupakanmu, tapi mungkin dengan begini cinta ini bisa menghilang dan
aku tak perlu takut jika suatu saat nanti aku bertemu kembali denganmu’ batin
Kyuhyun dengan mata yang menatap lekat punggung yeoja dengan rambut dikuncir
kuda yang kini semakin menghilang dari jarak pandangnya.
***
“Kau darimana ?”
“Apa pedulimu ? Memangnya kau siapa ? Bukankah dulu kau sendiri
yang mengatakan bahwa aku dan kau tidak akan pernah menjadi saudara. Lalu
kenapa kau menanyakan aku darimana ? Tak ada urusannya denganmu”
“Cho Kyuhyun!!” Kyuhyun menghentikan langkahnya ditengah-tengah
anak tangga. Ia tak menoleh pada Hyukjae yang duduk disofa ruang tengah.
“Wae ? Aku mau kekamar” Hyukjae geram.
“Appa menyuruhku untuk menjagamu, mereka ada urusan dicheonan”
jelas Hyukjae dengan meredam amarahnya.
“Acuhkan saja. Aku bisa menjaga diriku sendiri”
“Dasar anak manja. Jika yang menyuruhku bukan appa aku tak akan mau
melakukannya”
“Sudah kukatakan acuhkan saja. Ia appamu bukan appaku. Aku lelah
berdebat denganmu setiap hari Lee Hyukjae”
“Kau pikir aku mau peduli padamu ? Jangan harap”
“Terserah” Kyuhyun memilih melanjutkan langkahnya menuju kamarnya
dilantai atas. Hyukjae memejamkan matanya sesaat setelah Kyuhyun membanting
pintu kamar kasar.
‘Yujin, eomma, kenapa kalian meninggalkanku sendiri ? Appa tak lagi
memperhatikanku seperti dulu. perhatiannya, kasih sayangnya, hanya tercurah
untuk anak orang yang bukan darah dagingnya sendiri. Eomma, yujin.. kenapa
kalian tidak mengajakku bersama kalian saja ?’
***
Sudah hampir 2
minggu dari kepergian Yejin. Sadar atau tidak, Hyukjae merindukan gadis itu.
Gadis yang selalu ia acuhkan karena gadis itu adalah teman Kyuhyun. Dan ia
membenci semua hal yang berkaitan dengan Kyuhyun. Hari ini hari libur. Hyukjae
berjalan menuju dapur untuk mengambil air. Ia membuka kulkas dan mengambil air
dalam botol dan menuangkannya dalam gelas. Telinganya tak sengaja menangkap
suara Kyuhyun yang sedang asyik tertawa dengan seseorang ditelepon dengan
menyebut China dan Beijing. Ia menajamkan pendengarannya sambil meminum air
perlahan.
“Jadi, kapan kau kembali ?”
“Ah, bukan begitu. 2 minggu itu lama untukku. Kau tega sekali
meninggalkan sahabatmu yang tampan ini. Aku yakin ahjumma akan cepat sembuh,
bukankah dengan begitu kau akan cepat pulang ?”
“Hati-hati disana. Aku merindukanmu.
Sampaikan salamku pada Ahjussi dan Ahjumma”
“Ck. Bisakah sehari saja tidak
menyebut manusia es itu ? Menyebalkan! Annyeong” Hyukjae cepat-cepat
mengalihkan pandangannya saat Kyuhyun menangkap basah Hyukjae memperhatikannya
tadi. Ia mendekati Hyukjae perlahan. Jarak satu meter ia berhenti. Hyukjae kini
menatap Kyuhyun kembali.
“Jangan kau pikir ak-”
“Ia merindukanmu dan menitipkan salam
padamu” Kyuhyun langsung berbalik meninggalakan Hyukjae yang masih berdiri
mematung di dapur. Sudut bibirnya tertarik keatas. Tercetak senyum simpul
dibibirnya. Ia berjalan sambil bersenandung riang menuju kamarnya.
***
“Kyu”
“hem”
“Ada yang ingin kubicarakan denganmu
?”
“Katakan saja disini” Kyuhyun masih
acuh dan terus sibuk dengan laptopnya. Hyukjae menarik nafas sebelum memulai
pembicaraan.
“Kau tahu aku tidak suka denganmu
semenjak kau menjadi adik tiri, itu karena-”
“Aku bukan adik tirimu. Sejak kapan
kita menjadi saudara ? Selamanya tak akan pernah” Kyuhyun memotong ucapan
Hyukjae sesukanya. Hyukjae tersenyum, ini mengingatkannya dulu Kyuhyun pernah
menangis saat ia bentak karena Kyuhyun terus memaksanya untuk bermain bersama.
“Eomma-ku dan yeodongsaeng-ku
meninggal karena kecelakaan. Aku kesepian, awalnya aku senang kau ada disini
dengan eomma-mu. Tapi sejak saat itu perhatian appa hanya tertuju padamu”
Kyuhyun menoleh kearah Hyukjae. Sejenak ia mencampakan laptop kesayangannya.
“Itu yang kurasakan. Mulai saat itu
aku membencimu dan semua hal yang menyangkut dirimu”
‘termasuk yeoja yang aku sukai’
lanjut Hyukjae dalam hati.
“Pikiran bodoh. Lalu apa maumu
HYUNG ?” senyum Hyukjae. Ia memeluk Kyuhyun erat sambil terkekeh pelan.
Begitu juga Kyuhyun.
“Jadi- kau mau menerimaku sebagai Hyungmu sekarang ?” Kyuhyun
tersenyum. Satu nama yang terlintas dalam benaknya.
“Geurae. Tapi aku punya syarat” sontak Hyukjae melepaskan
pelukannya.
“Mwoya ?”
“Lee Yejin. Aku ingin kau menikahinya jika ia kembali ke Korea.
Eotteohke ? Tapi bukan sekedar menikahi biasa. Aku ingin kau mencintainya
dengan tulus. Bukan karena permintaan dariku. Apa kau sanggup ?” Hyukjae
mengangguk pasti. Dalam hati ia bersyukur. Sebenarnya ia ingin meminta Kyuhyun
membantunya mendekati Yejin. Ia tak menyangka justru Kyuhyun ingin Yejin
bersamanya. Kyuhyun pasti sangat menyayangi Yejin, pikir Hyukjae.
***
“Lee Yejin!!” Kyuhyun tak peduli pada orang-orang disekitarnya kini
menatapnya tidak suka karena teriaknnya.
“Yejin!!” mendengar Kyuhyun kembali menyerukan namanya, yeoja yang
baru saja kembali menginjakkan kakinya di negeri asalnya setelah 6 tahun di
China itu mempercepat langkahnya.
“Hya.. Kyu, kenapa kau suka sekali berteriak. Apa begini caramu
menyapa teman lama ?” Kyuhyun menarik tangan Yejin untuk mengikutinya.
“Kau kenapa ?”
“Gwaenchana. Aku punya kejutan untukmu” Yejin memilih diam. Ia
mengikuti kemana Kyuhyun menariknya.
***
Kyuhyun POV
“Hyukjae Sunbae” desisku tanpa sadar kala retina mataku menangkap
bayangan Hyukjae sunbae yang duduk dicafe dimeja paling pojok. Kualihkan
tatapanku pada Kyuhyun. Ya.. kini kami berada didepan sebuah kafe di Incheon.
Ia menarikku tanpa memberiku penjelasan apapun.
“Kyu”
“Temui dia”
“Wae ? Aku tak punya alasan untuk menemuinya. Ia terlihat sedang
menunggu seseorang, aku tak ingin mengganggunya. Aku juga pernah berjanji untuk
tak muncul lagi dihadapannya” kulihat ia berbalik dan berjalan menuju mobilnya
yang tak jauh dari kami berdiri.
“Kyu. Kyuhyun!! Cho Kyuhyun” aku berlari mengejarnya karena ia tak
menggubrisku sama sekali. Aku menahan tangannya yang hendak membuka pintu
mobil.
“Temui ia dan kau akan tahu jawabannya” itulah yang ia ucapkan
sebelum melepas genggaman tanganku dari lengannya. Aku membiarkannya pergi dan
masuk ke cafe. Aku- bingung.
***
“Yejin” aku berjalan perlahan mendekatinya. aku menunduk menatap
lantai saat aku berada dihadapannya.
“Sunbae-”
“Aku bukan sunbae-mu lagi. duduklah” aku hanya menurut.
Keganjalanku adalah, apakah mereka sudah baikan ? Syukurlah jika itu benar.
Tapi kenapa wajah Kyuhyun terlihat menyedihkan dan tanpa semangat tadi.
“Kau mau pesan apa ?”
“cappucino saja sunbae” jawabku lirih. Aku hanya diam, saat ia
memesankan pesananku maupun setelah cappunico dengan asap yang mengepul
diatasnya ada dihadapanku kini. Aku khawatir dengan Kyuhyun. Wajahnya terlihat
pucat. Apa ia sakit ?
“Sunbae, boleh aku bertanya ?” kuberanikan untuk membuka
pembicaraan setelah kam saling diam lebih dari 10 menit.
Author POV
“Aku bukan sunbaemu lagi. memangnya kau ingin bertanya apa ?
katakan saja” Hyukjae tersenyum melihat Yejin yang sudah tak segan dengannya.
Ia memang buruk dalam memulai pembicaraan.
“Apa Kyuhyun sakit ? Kenapa wajahnya pucat sekali ?” petanyaan
Yejin langsung membuat senyum Hyukjae hilang. Namun ia berusaha untuk biasa
saja.
“Aku tak tahu. Sepertinya ia tengah memikirkan sesuatu. Kau kerumah
saja, biasanya ia akan berada ditaman belakang dekat kolam ikan jika sedang ada
sesuai yang membebani pikirannya” setidaknya itu yang bisa Hyukjae katakan pada
Yejin, kebiasaan Kyuhyun yang termenung sambil menatap foto dirinya dan Yejin
yang menjadi wallpaper ponselnya. Hyukjae pernah memergoki Kyuhyun seperti itu
akhir-akhir ini.
“Kalau begitu aku pergi dulu. sepertinya sunbae juga tengah
menunggu seseorang. Mian, aku kau kembali melihat wajahku. Pasti sunbae yang
sangat terganggu. Mianhada, aku pergi dulu” Yejin bangkit dan berlari keluar
dari cafe. Ia terlihat terburu-buru dan menyetop taxi dengan cepat, lalu
melesat dengan taxi itu.
Dari dalam cafe
Hyukjae menghembuskan nafasnya. Ia terlambat. Dan ia sadar itu. Kesalahannya
dulu mengabaikan Yejin karena ia merasa perhatian ayahnya hanya tercurah untuk
Kyuhyun. Yejin bahkan tak menyentuh cappucino yang ia pesan.
***
Kyuhyun memejamkan
matanya. Ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Dan ia siap menerima apapun
walau itu akan menghancurkan dirinya sendiri. Ia bukan namja yang mudah jatuh
cinta, dan juga bukan namja yang mudah memusnahkan cinta yang kini ada
dihatinya.
“Kyuhyun!!” Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan dengan mata yang
masih terpejam. Apakah sebegitu rindunya aku padamu hingga suaramu yang
memanggil namaku begitu nyata ? batin Kyuhyun.
“Kyu. Hiks.. hiks” Kyuhyun membuka matanya. Dalam hati ia bertanya
; apakah yeoja yang memelukku ini Yejin ? Apakah ia nyata ? Kenapa ia menangis
? apa Hyukjae hyung menyakitinya ? apa ia menangis karena terlalu bahagia bisa
bersama Hyukjae Hyung ?.
“Kyu-hyun. Ken-napa hiks.. kau acuh hiks, pa-daku ?” Yejin
meletakkan dagunya dibahu Kyuhyun. Air matanya jatuh dengan bebas disana.
“Apa kau nyata Yejin-ah ?” mendengar pertanyaan aneh itu Yejin
langsung melepaskan pelukannya pada Kyuhyun. Yeoja itu menghapus air matanya
kasar, lalu menatap Kyuhyun dalam.
“Apa salahku hingga kau mengacuhkan aku Kyu ?” Kyuhyun mendesah
pelan.
“Aku tak mengacuhkanmu, apa Hyukjae Hyung menyakitimu lagi ?” Yejin
menggeleng pelan.
“Ia biasa saja. Aku bingung dengan sikapmu, aku menanyakannya pada
Hyukjae sunbae dan ia mengatakan jika ada hal yang mengganggu pikiranmu kau ada
disini. Berarti sekarang apa yang sedang kau pikirkan ?” Kyuhyun menahan
dirinya untuk menarik persepsi bahwa Yejin memiliki rasa yang sama dengannya.
Ia yakin Yejin hanya khawatir sebagai sahabat saja.
“Apa saja yang kau lakukan ?”
“Kyu. Jawab pertanyaanku. Kau ada masalah ? Atau apa yang
mengganggu pikiranmu saat ini ?”
“Apa yang terjadi disana ?”
“Aku meninggalkannya sendiri setelah ia mengatakan kau ada disini.
Hanya itu. Kyu, kau berubah. Kau tak seperti Kyuhyun yang dulu. kau tak
menyayangiku lagi seperti dulu. kau tak mengkhawatirkan aku lagi. kau berubah.
Hiks” mata itu kembali mengeluarkan airmata. Merasa bersalah, Kyuhyun memeluk
Yejin. Ia menyandarkan kepala Yejin didadanya sambil mengelus punggung Yejin.
Kyuhyun akui cara menjaga jarak antara dirinya dan Yejin terlalu terlihat.
“Uljimarago, jebal Yejin-ah. Aku tak bermaksud membuatmu menangis
seperti ini. Seharusnya kau senang, kau bisa bertemu lagi dengan Hyukjae hyung.
Seharusnya kau memanfaatkan itu dengan baik, bukan disini dan menangis seperti
ini”
“Aku, hiks.. hiks. Saranghae, hiks, aku kembali ka-hiks karena hiks
kau kau Kyu. Hiks” lega. Itu yang dirasakan Yejin. Ia telah mengatakannya pada
Kyuhyun secara langsung.
“Uljima Yejin-ah. Saranghanda”
Cup. Kecupan
ringan menyentuh pucuk kepala Yejin lama. Semilir angin yang membuat suasana
semakin tenang. Juga awan yang mendung yang memayungi mereka dari panas
matahari siang yang terik.
End
No comments:
Post a Comment