Tuesday, April 30, 2013

Change Love [Oneshoot]/Cho Kyuhyun


1.        Title                      : Change Love
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Cho Kyuhyun, Lee Yejin, Lee Hyukjae and other casts find by Ur self
4.        Lenght                  : Oneshoot.
5.        Rated                   : PG 13
6.        Genre                   : Friend, family, little romace. Etc
7.        Disclaimer            : fanfic ia Mine!!. No plagiat, no copas, no bash. Warning Typo(S) anywhere!!!
Story....
Cinta itu saling mengerti, bukan karena dasar fisik ataupun latar belakang seseorang. Cinta itu karena kebiasaan bukan karena kekaguman.
Author POV
“Sunbae, saengil chukae hamnida. Ige untukmu” aku membenarkan letak kacamataku dengan satu tangan karena tanganku yang lain kugunakan untuk menyodorkan hadiah yang setiap tahun aku berikan padanya...
Sssrt
Brukkk
            Aku hanya terpaku padanya yang kini berbalik arah berjalan meninggalkanku dilorong sekolah. Pandanganku kualihkan pada cake yang sudah hancur karena ia membuangnya begitu saja. Aku hanya bisa menghela nafas. Selalu seperti ini. Aku berjongkok untuk mengambil cake itu. Aku mengambil tutup kardus dan membawanya pergi. Sebenarnya apa salahku ? kenapa ia selalu mengacuhkanku ?
***
“Hyaaaa, jangan dibuang!!” aku menoleh mencari asal suara itu.
“Kyuhyun-ah..” aku tersenyum kala ia berlari-lari kecil mendekati aku yang masih dengan tangan hampir menjatuhkan kardus berisi cake yang bentuknya sudah hancur.
“Kenapa kau mau membuangnya ? Apa manusia es itu menolak pemberianmu lagi ? Kalau begitu kau jadi fans-ku saja. Aku jamin makanan apapun yang kau buat untukku aku akan menghabiskannya tanpa sisa. Daripada begini, aku makan dari makanan yang hampir dibuang” aku hanya terkikik geli menatapnya yang kini mencomot sedikit cake buatanku yang sudah direbutnya dari tanganku. Seperti yang ia bilang tadi. Hyuk Jae Sunbae memang selalu mengacuhkanku dan membuang segala hal yang aku beri padanya. Bukan hanya aku sebenarnya tapi semua yeoja yang mengidolakannya. Tapi rata-rata mereka tidak kuat melihat pemberiannya selalu dibuang percuma olehnya.... Hyuk Jae Sunbae adalah Sunbae-ku 1 tingkat diatasku.....
“Kajja pulang” aku hanya mengikutinya dari belakang karena ia menarikku keparkiran untuk mengambil motor Ducati kesayangannya... aku bisa menangkap sebagian yeoja yang berpapasan dengan kami memandangku iri..
Kyuhyun-, ia juga salah satu namja yang bisa dibilang banyak diidolakan disekolah ini.
***
“Sunbae, hari ini aku hanya bisa membuatkanmu ini.. mian karena tadi pagi aku terlambat bangun. Aku harap sunbae mau menerimanya. Aku tahu dari Kyuhyun kalau Sunbae tadi pagi belum sarapan” aku tersenyum semanis mungkin. Jika ia membuang lagi bekal yang aku buat aku sudah tidak terkejut lagi. itu biasa untukku..
Set
            Aku lihat ia membuka kotak bekal yang aku bawakan untuknya. Apa ia mulai mau menerima pemberianku ? Jika ia aku adalah yeoja pertama yang beruntung karena ia mau memakan masakanku. Aku tersenyum namun perlahan senyumku menghilang... jika biasanya ia membuang begitu saja tapi kini ia mengeluarkan isinya langsung ketempat sampah.. Kyuhyun-ah.. mian. Sepertinya hari ini aku tidak bisa memberikan padamu bekal.
“Selama ini aku hanya mendiamkanmu. Tapi sepertinya kau memang yeoja paling tidak tahu malu. Jadi sekarang aku peringatkan padamu kau tidak usah mendekatiku lagi. bukankah uang yang kau kumpulkan dari kerja part time-mu itu jauh lebih berguna untuk keluargamu ?” aku hanya menunduk. Ia benar, sepertinya memang aku tak usah lagi memberikan apapun lagi padanya. Eomma-ku lebih membutuhkannya dari pada Hyuk Jae Sunbae...
“Satu lagi!! jangan berani kau menggangguku. Ingat itu!! Aku bukan Kyuhyun!” aku melihat punggungnya yang kini menjauh dari jangkauanku.
***
            Aku berdiri dibalik tiang yang cukup besar dan letaknya cukup jauh dari lapangan basket. Aku mengarahkan camera ponselku untuk merekam aksi-nya untuk terakhir kalinya. Dari sini aku dapat melihat ia sedang mendrible bola dengan keringat yang sudah bercucuran dari tubuhnya. Terlebih dipelipis dan dadanya. Ia- Sexy!!
“Yejin-ah!!” aku tetap fokus pada ponselku. Karena aku tahu suara itu adalah suara Kyuhyun. Jadi, ia pasti tahu apa yang sedang aku lakukan.
“Kau serius akan pindah ke China. China itu jauh...” aku hanya tersenyum mendengar nada bicara Kyuhyun yang seperti anak kecil. Ckckck... aku memalingkan wajahku kearahnya. Ia terlihat cemberut dan merajuk. Dasar!! Kau itu tak pantas beraegyo Kyuhyun-ah...
“Lagi pula jika disini aku akan tinggal dengan siapa ? Denganmu ? Hyuk Jae Sunbae pasti akan semakin membencimu karena aku ini yeoja yang selalu mengganggunya! Eomma dan Appa-ku sudah berbaikan jadi kami semua akan tinggal di China karena Appa dipindah tugaskan di China Kyu... Kuharap kau mengerti. Juga, kuharap kau tak kan melupakanku jika kita bertemu kembali” mataku kembali terfokus pada layar ponselku saat aku mendengar pluit tanda pertandingan berakhir berbunyi.
“Kau mengacuhkan aku lagi Lee Yejin!!” aku hanya tersenyum tanpa dosa padanya. Mataku terlalu sibuk untuk mengawasinya yang sedang duduk dipinggir lapangan sambil meminum air mineralnya. Akhir-akhir ini wajahnya terlihat sedikit murung walau ia terkenal dingin. Itu hanya perasaanku saja atau itu memang benar ? Ia hanya menyuruhku untuk tidak memberinya sesuatu bukan ? Ia tak melarangku untuk melihat wajahnya dari kejauhan seperti ini. Atau Stalker itu lebih tepat!!
“Sudah puas?” Aku hanya mengangguk. Sambil menyimpan ponselku ditas ransel biru muda yang kubawa.
“Kajja, Lee Ahjussi pasti sudah menunggu”
***
“Ahjussi, kenapa Hyejin harus ikut ke China. Setelah Ahjumma sembuh bukankah kalian akan menetap di Korea ?” Lee Sunghwan-appa Yejin-mengacak rambut Kyuhyun sambil tertawa ringan.
“Memangnya Yejin akan tinggal dengan siapa jika ia masih di Korea ? Sendiri ? Walau sudah besar, tapi ia tetap saja seorang yeoja. Ahjussi tak tega jika ia harus hidup di negara yang luas ini sendiri” Kyuhyun mengangguk paham.
“Yejin, aku tunggu kau kembali ke Korea. Jangan lupakan aku! Awas kau!!” Yejin tertawa. Kyuhyun memang baik padanya. Kadang ia merenung kenapa ia jatuh pada pesona Hyukjae bukan Kyuhyun ? Padahal Kyuhyun mengerti keadaannya.
“Ne Kyu-ah. Jangan buat yeoja menangis lagi karena kau tolak. Aku tahu kau itu tampan, tapi apa sebegitu tampannya kah hingga yeoja yang didaulat paling cantik disekolah Park Sandara kau tolak ? Kau ingin yeoja yang seperti apa memangnya ?” Kyuhyun mengusap tengkuknya.
“Aku sedang tak memikirkan yeojachingu. Mereka hanya mendekatiku karena aku tampan dan berasal dari keluarga mampu. Sebagian besar dari mereka hanya menilaiku dari segi itu. Aku ingin yeojachingu-ku kelak ia memang mencintaiku. Kau sendiri.. bertahan untuk manusia berhati es dengan mata vampire itu. Bukankah ia menyeramkan ?” Yejin melotot tak terima Kyuhyun mengatai Hyukjae manusia berhati es dengan mata vampire walau pada kenyataannya itu benar. Hati es dan mata vampire, mata yang tak menunjukan kasih sayang dengan ekspresi wajah datar.
“Berhenti mengatainya seperti itu Kyu. Ia juga saudaramu”
“Koreksi. Ia hanya saudara tiriku. Bahkan ia tak pernah menganggap aku adiknya. Jadi bagiku ia orang asing. Sudahlah, sebentar lagi kau berangkat, apa kau tak ingin berfoto denganku ? Kau dari tadi merekam moment manusia es itu memenangkan juara basket, kenapa tidak menyimpan kenangan dengan sahabatmu ini” Kyuhyun mengambil ponselnya. Yejin hanya diam sambil tersenyum kearah kamera ponsel Kyuhyun.
“Gomawo Kyu untuk selama ini” Yejin membungkuk sedikit.
“Kyuhyun-ah, kami pergi dulu” Tn. Lee menggandeng putrinya untuk menuju pesawat. Istrinya sudah berada dirumah sakit di China kemarin. Ia tahu bahwa Kyuhyun memandang kepergian mereka. Atau tepatnya kepergian putrinya. Walau ini pertama kalinya ia bertemu Kyuhyun, ia dapat merasakan bahwa ada cinta dan sayang yang dipancarkan dari mata Kyuhyun saat bersama putrinya. Ia tahu itu.
‘Gomawo. Dengan begini akan lebih mudah aku melupakanmu. Bukan, aku tak bisa melupakanmu, tapi mungkin dengan begini cinta ini bisa menghilang dan aku tak perlu takut jika suatu saat nanti aku bertemu kembali denganmu’ batin Kyuhyun dengan mata yang menatap lekat punggung yeoja dengan rambut dikuncir kuda yang kini semakin menghilang dari jarak pandangnya.
***
“Kau darimana ?”
“Apa pedulimu ? Memangnya kau siapa ? Bukankah dulu kau sendiri yang mengatakan bahwa aku dan kau tidak akan pernah menjadi saudara. Lalu kenapa kau menanyakan aku darimana ? Tak ada urusannya denganmu”
“Cho Kyuhyun!!” Kyuhyun menghentikan langkahnya ditengah-tengah anak tangga. Ia tak menoleh pada Hyukjae yang duduk disofa ruang tengah.
“Wae ? Aku mau kekamar” Hyukjae geram.
“Appa menyuruhku untuk menjagamu, mereka ada urusan dicheonan” jelas Hyukjae dengan meredam amarahnya.
“Acuhkan saja. Aku bisa menjaga diriku sendiri”
“Dasar anak manja. Jika yang menyuruhku bukan appa aku tak akan mau melakukannya”
“Sudah kukatakan acuhkan saja. Ia appamu bukan appaku. Aku lelah berdebat denganmu setiap hari Lee Hyukjae”
“Kau pikir aku mau peduli padamu ? Jangan harap”
“Terserah” Kyuhyun memilih melanjutkan langkahnya menuju kamarnya dilantai atas. Hyukjae memejamkan matanya sesaat setelah Kyuhyun membanting pintu kamar kasar.
‘Yujin, eomma, kenapa kalian meninggalkanku sendiri ? Appa tak lagi memperhatikanku seperti dulu. perhatiannya, kasih sayangnya, hanya tercurah untuk anak orang yang bukan darah dagingnya sendiri. Eomma, yujin.. kenapa kalian tidak mengajakku bersama kalian saja ?’
***
            Sudah hampir 2 minggu dari kepergian Yejin. Sadar atau tidak, Hyukjae merindukan gadis itu. Gadis yang selalu ia acuhkan karena gadis itu adalah teman Kyuhyun. Dan ia membenci semua hal yang berkaitan dengan Kyuhyun. Hari ini hari libur. Hyukjae berjalan menuju dapur untuk mengambil air. Ia membuka kulkas dan mengambil air dalam botol dan menuangkannya dalam gelas. Telinganya tak sengaja menangkap suara Kyuhyun yang sedang asyik tertawa dengan seseorang ditelepon dengan menyebut China dan Beijing. Ia menajamkan pendengarannya sambil meminum air perlahan.
“Jadi, kapan kau kembali ?”
“Ah, bukan begitu. 2 minggu itu lama untukku. Kau tega sekali meninggalkan sahabatmu yang tampan ini. Aku yakin ahjumma akan cepat sembuh, bukankah dengan begitu kau akan cepat pulang ?”
“Hati-hati disana. Aku merindukanmu. Sampaikan salamku pada Ahjussi dan Ahjumma”
“Ck. Bisakah sehari saja tidak menyebut manusia es itu ? Menyebalkan! Annyeong” Hyukjae cepat-cepat mengalihkan pandangannya saat Kyuhyun menangkap basah Hyukjae memperhatikannya tadi. Ia mendekati Hyukjae perlahan. Jarak satu meter ia berhenti. Hyukjae kini menatap Kyuhyun kembali.
“Jangan kau pikir ak-”
“Ia merindukanmu dan menitipkan salam padamu” Kyuhyun langsung berbalik meninggalakan Hyukjae yang masih berdiri mematung di dapur. Sudut bibirnya tertarik keatas. Tercetak senyum simpul dibibirnya. Ia berjalan sambil bersenandung riang menuju kamarnya.
***
“Kyu”
“hem”
“Ada yang ingin kubicarakan denganmu ?”
“Katakan saja disini” Kyuhyun masih acuh dan terus sibuk dengan laptopnya. Hyukjae menarik nafas sebelum memulai pembicaraan.
“Kau tahu aku tidak suka denganmu semenjak kau menjadi adik tiri, itu karena-”
“Aku bukan adik tirimu. Sejak kapan kita menjadi saudara ? Selamanya tak akan pernah” Kyuhyun memotong ucapan Hyukjae sesukanya. Hyukjae tersenyum, ini mengingatkannya dulu Kyuhyun pernah menangis saat ia bentak karena Kyuhyun terus memaksanya untuk bermain bersama.
“Eomma-ku dan yeodongsaeng-ku meninggal karena kecelakaan. Aku kesepian, awalnya aku senang kau ada disini dengan eomma-mu. Tapi sejak saat itu perhatian appa hanya tertuju padamu” Kyuhyun menoleh kearah Hyukjae. Sejenak ia mencampakan laptop kesayangannya.
“Itu yang kurasakan. Mulai saat itu aku membencimu dan semua hal yang menyangkut dirimu”
‘termasuk yeoja yang aku sukai’ lanjut Hyukjae dalam hati.
“Pikiran bodoh. Lalu apa maumu  HYUNG ?” senyum Hyukjae. Ia memeluk Kyuhyun erat sambil terkekeh pelan. Begitu juga Kyuhyun.
“Jadi- kau mau menerimaku sebagai Hyungmu sekarang ?” Kyuhyun tersenyum. Satu nama yang terlintas dalam benaknya.
“Geurae. Tapi aku punya syarat” sontak Hyukjae melepaskan pelukannya.
“Mwoya ?”
“Lee Yejin. Aku ingin kau menikahinya jika ia kembali ke Korea. Eotteohke ? Tapi bukan sekedar menikahi biasa. Aku ingin kau mencintainya dengan tulus. Bukan karena permintaan dariku. Apa kau sanggup ?” Hyukjae mengangguk pasti. Dalam hati ia bersyukur. Sebenarnya ia ingin meminta Kyuhyun membantunya mendekati Yejin. Ia tak menyangka justru Kyuhyun ingin Yejin bersamanya. Kyuhyun pasti sangat menyayangi Yejin, pikir Hyukjae.
***
“Lee Yejin!!” Kyuhyun tak peduli pada orang-orang disekitarnya kini menatapnya tidak suka karena teriaknnya.
“Yejin!!” mendengar Kyuhyun kembali menyerukan namanya, yeoja yang baru saja kembali menginjakkan kakinya di negeri asalnya setelah 6 tahun di China itu mempercepat langkahnya.
“Hya.. Kyu, kenapa kau suka sekali berteriak. Apa begini caramu menyapa teman lama ?” Kyuhyun menarik tangan Yejin untuk mengikutinya.
“Kau kenapa ?”
“Gwaenchana. Aku punya kejutan untukmu” Yejin memilih diam. Ia mengikuti kemana Kyuhyun menariknya.
***
Kyuhyun POV
“Hyukjae Sunbae” desisku tanpa sadar kala retina mataku menangkap bayangan Hyukjae sunbae yang duduk dicafe dimeja paling pojok. Kualihkan tatapanku pada Kyuhyun. Ya.. kini kami berada didepan sebuah kafe di Incheon. Ia menarikku tanpa memberiku penjelasan apapun.
“Kyu”
“Temui dia”
“Wae ? Aku tak punya alasan untuk menemuinya. Ia terlihat sedang menunggu seseorang, aku tak ingin mengganggunya. Aku juga pernah berjanji untuk tak muncul lagi dihadapannya” kulihat ia berbalik dan berjalan menuju mobilnya yang tak jauh dari kami berdiri.
“Kyu. Kyuhyun!! Cho Kyuhyun” aku berlari mengejarnya karena ia tak menggubrisku sama sekali. Aku menahan tangannya yang hendak membuka pintu mobil.
“Temui ia dan kau akan tahu jawabannya” itulah yang ia ucapkan sebelum melepas genggaman tanganku dari lengannya. Aku membiarkannya pergi dan masuk ke cafe. Aku- bingung.
***
“Yejin” aku berjalan perlahan mendekatinya. aku menunduk menatap lantai saat aku berada dihadapannya.
“Sunbae-”
“Aku bukan sunbae-mu lagi. duduklah” aku hanya menurut. Keganjalanku adalah, apakah mereka sudah baikan ? Syukurlah jika itu benar. Tapi kenapa wajah Kyuhyun terlihat menyedihkan dan tanpa semangat tadi.
“Kau mau pesan apa ?”
“cappucino saja sunbae” jawabku lirih. Aku hanya diam, saat ia memesankan pesananku maupun setelah cappunico dengan asap yang mengepul diatasnya ada dihadapanku kini. Aku khawatir dengan Kyuhyun. Wajahnya terlihat pucat. Apa ia sakit ?
“Sunbae, boleh aku bertanya ?” kuberanikan untuk membuka pembicaraan setelah kam saling diam lebih dari 10 menit.
Author POV
“Aku bukan sunbaemu lagi. memangnya kau ingin bertanya apa ? katakan saja” Hyukjae tersenyum melihat Yejin yang sudah tak segan dengannya. Ia memang buruk dalam memulai pembicaraan.
“Apa Kyuhyun sakit ? Kenapa wajahnya pucat sekali ?” petanyaan Yejin langsung membuat senyum Hyukjae hilang. Namun ia berusaha untuk biasa saja.
“Aku tak tahu. Sepertinya ia tengah memikirkan sesuatu. Kau kerumah saja, biasanya ia akan berada ditaman belakang dekat kolam ikan jika sedang ada sesuai yang membebani pikirannya” setidaknya itu yang bisa Hyukjae katakan pada Yejin, kebiasaan Kyuhyun yang termenung sambil menatap foto dirinya dan Yejin yang menjadi wallpaper ponselnya. Hyukjae pernah memergoki Kyuhyun seperti itu akhir-akhir ini.
“Kalau begitu aku pergi dulu. sepertinya sunbae juga tengah menunggu seseorang. Mian, aku kau kembali melihat wajahku. Pasti sunbae yang sangat terganggu. Mianhada, aku pergi dulu” Yejin bangkit dan berlari keluar dari cafe. Ia terlihat terburu-buru dan menyetop taxi dengan cepat, lalu melesat dengan taxi itu.
            Dari dalam cafe Hyukjae menghembuskan nafasnya. Ia terlambat. Dan ia sadar itu. Kesalahannya dulu mengabaikan Yejin karena ia merasa perhatian ayahnya hanya tercurah untuk Kyuhyun. Yejin bahkan tak menyentuh cappucino yang ia pesan.
***
            Kyuhyun memejamkan matanya. Ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Dan ia siap menerima apapun walau itu akan menghancurkan dirinya sendiri. Ia bukan namja yang mudah jatuh cinta, dan juga bukan namja yang mudah memusnahkan cinta yang kini ada dihatinya.
“Kyuhyun!!” Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan dengan mata yang masih terpejam. Apakah sebegitu rindunya aku padamu hingga suaramu yang memanggil namaku begitu nyata ? batin Kyuhyun.
“Kyu. Hiks.. hiks” Kyuhyun membuka matanya. Dalam hati ia bertanya ; apakah yeoja yang memelukku ini Yejin ? Apakah ia nyata ? Kenapa ia menangis ? apa Hyukjae hyung menyakitinya ? apa ia menangis karena terlalu bahagia bisa bersama Hyukjae Hyung ?.
“Kyu-hyun. Ken-napa hiks.. kau acuh hiks, pa-daku ?” Yejin meletakkan dagunya dibahu Kyuhyun. Air matanya jatuh dengan bebas disana.
“Apa kau nyata Yejin-ah ?” mendengar pertanyaan aneh itu Yejin langsung melepaskan pelukannya pada Kyuhyun. Yeoja itu menghapus air matanya kasar, lalu menatap Kyuhyun dalam.
“Apa salahku hingga kau mengacuhkan aku Kyu ?” Kyuhyun mendesah pelan.
“Aku tak mengacuhkanmu, apa Hyukjae Hyung menyakitimu lagi ?” Yejin menggeleng pelan.
“Ia biasa saja. Aku bingung dengan sikapmu, aku menanyakannya pada Hyukjae sunbae dan ia mengatakan jika ada hal yang mengganggu pikiranmu kau ada disini. Berarti sekarang apa yang sedang kau pikirkan ?” Kyuhyun menahan dirinya untuk menarik persepsi bahwa Yejin memiliki rasa yang sama dengannya. Ia yakin Yejin hanya khawatir sebagai sahabat saja.
“Apa saja yang kau lakukan ?”
“Kyu. Jawab pertanyaanku. Kau ada masalah ? Atau apa yang mengganggu pikiranmu saat ini ?”
“Apa yang terjadi disana ?”
“Aku meninggalkannya sendiri setelah ia mengatakan kau ada disini. Hanya itu. Kyu, kau berubah. Kau tak seperti Kyuhyun yang dulu. kau tak menyayangiku lagi seperti dulu. kau tak mengkhawatirkan aku lagi. kau berubah. Hiks” mata itu kembali mengeluarkan airmata. Merasa bersalah, Kyuhyun memeluk Yejin. Ia menyandarkan kepala Yejin didadanya sambil mengelus punggung Yejin. Kyuhyun akui cara menjaga jarak antara dirinya dan Yejin terlalu terlihat.
“Uljimarago, jebal Yejin-ah. Aku tak bermaksud membuatmu menangis seperti ini. Seharusnya kau senang, kau bisa bertemu lagi dengan Hyukjae hyung. Seharusnya kau memanfaatkan itu dengan baik, bukan disini dan menangis seperti ini”
“Aku, hiks.. hiks. Saranghae, hiks, aku kembali ka-hiks karena hiks kau kau Kyu. Hiks” lega. Itu yang dirasakan Yejin. Ia telah mengatakannya pada Kyuhyun secara langsung.
“Uljima Yejin-ah. Saranghanda”
Cup. Kecupan ringan menyentuh pucuk kepala Yejin lama. Semilir angin yang membuat suasana semakin tenang. Juga awan yang mendung yang memayungi mereka dari panas matahari siang yang terik.
End

No comments:

Post a Comment