Tuesday, January 22, 2013

Drakness Story[Dribble]


1.        Title                      : Darkness Story
2.        Author                  : K. Fortuna
3.        Casts                    : Marcus Cho, Michelle Park and others
4.        Genre                   : AU, Fantasy, Mystery, Dark etc
5.        Rated                   : PG 15
6.        Length                  : Dribble
7.        Disclaimer            : this fanfiction real from my imagination. No Bash and Copas

Story....................

Michelle POV
Kupijakkan untuk pertama kalinya kakiku didunia yang baru kali ini kumasuki. Entah seperti apa dunia itu. Yang jelas hutan Herotuz ini sangat gelap. Selain ranting pohon yang lebat dan menutupi dunia ini, ku dengar bahwa dunia ini memang tidak bisa ditembus oleh cahaya matahari. Bukankah cahaya matahari adalah sumber kehidupan. Tapi kenapa mereka bisa bertahan tanpa cahaya matahari ? entahlah sekarang yang terpenting bukan itu. ‘mianhada appa, eomma,... geu namja. Naneun jeongmal saranghanda’ ucapku dalam hati sambil memantapkan langkahku menuju ke tengah hutan ini. Mencari pintu gerbang dunia yang baru sajaku masuki.
            Kini aku sampai didepan gapura berbentuk patung macan yang dimaksud oleh iblis itu. Ku genggang cincin yang iblis itu pasangkan dijari manis kiriku secara paksa. Ku tatap cincin itu lekat-lekat. Batu permata hitam itu semakin mengkilap.
            Kuperhatikan gapura itu kini lenyap dan samar-samar sebuah kastil dengan benteng nampak jelas dimataku. Kudekati pintu utama kastil itu. Saat aku sudah dekat dengan pintu itu, secara tiba-tiba ada angin yang cukup kencang dan bersamaan dengan pintu kastil yang dibuka. Vewille sangat berbeda dengan Antermedria. Duniaku.... dulu.
            Saat aku baru masuk, tiba-tiba ada yang mencengkram kedua bahuku kuat. Aku merasa mataku berat dan tubuhku melayang ringan. Apapun Jaejoong-ah.....
___________________________________________________________________________
            Kubuka mataku perlahan.... kuedarkan mataku kepenjuru ruangan ini. ‘Seperti kastil Andgress di Antermedria’ itulah kesan pertamaku pada ruangan ini. Aura diruangan ini sangat mencekam. Kucoba mengerakkan tanganku untuk bangkit.
“aish, sial iblis itu pasti mengunciku dengan mantera” petikku kesal.
“kau butuh ini... Michelle Park” ujar seorang namja ah,! Ani iblis yang bernama Marcus yang datang tiba-tiba dan mengacungkan kalungku yang berada digenggamannya.
“aku sudah datang dan mengembalikan cincinmu yang dulu direbut appaku. Sekarang kau harus melepaskan Changmin dan aku akan... mengabdi padamu” ujarku melemah pada akhir kalimat. Changmin-ah.. mian kau harus terlibat dalam urusan ini. 2 dunia yang tak pernah bisa saling damai.
“kau tak usah menyesal dan meminta maaf pada siapapun Michelle chagiya. Haha....” ucapnya dengan tawa iblis yang menggelegar di ruangan ini.
“aku hanya menjadi abdi disini. Bukan menjadi istrimu” ucapku ketus. Ia seketika mendekat diranjang aku dibaringkan. Ia menghentikan tawa iblisnya itu. Senyuman itu terlihat lagi. Senyum meremehkannya itu.
“siapapun yang menjadi abdiku... maka nasibnya berada ditanganku. Begitu juga denganmu. Kau tenang saja chagiya. Aku akan menyimpan kalungmu ini. Tapi setelah darah kita bersatu. Tunggulah 2 hari lagi” ujarnya dengan nada yang aku rasa tak ada kesan keiblisannya. Hanya terkesan protective dan lembut serta............ tulus! Tapi apakah makhluk sepertinya memiliki sifat lembut dan tulus... selama ini tak ada yang memberitahuku bahwa iblis memiliki sifat seperti itu.
“kau tak usah memikirkannya chagiya...” kenapa ia...? aigoo!! Michelle babo! Kalungmu tak ada...
“kau menyadari juga kenapa aku dari tadi bisa menyahuti unek-unek yang ada pada pikiranmu eoh ?” aish dia mengacak-acak rambutku. Ingin sekali ku tepis tangannya tapi tubuhku tak bisa digerakkan.
“kau tenang saja. Aku tak akan melarangmu pergi ke Antermedia,... nona kecil Park” dia bangkit dan menjauh dari ranjang
“Changmin sudah kulepaskan sejak kau ada disini. Michelle Cho” ucapnya meremehkan. Aku memang akan terus mengungkitnya jika ia belum juga menepati janjinya.
___________________________________________________________________________
            Bulan purnama. Ia. Marcus Cho. Pangeran Iblis yang kini berada disampingku hanya tersenyum pada rakyatnya yang berada dibawah sana. Kami-aku dan Marcus- berada di menara di kastil utama dunia ini. Entahlah aku tak tahu ini namanya apa. Tubuhku masih dimanterai olehnya. Tanpa kalungku itu aku tak bisa apa-apa.
“pangeran Cho. Sekarang saatnya. Puncak purnama” ucap seseorang dengan jubah hitam yang sama seperti Marcus
“ne” ucapnya dingin. Ia sangat berbeda saat bertemu denganku. Ia mengeluarkan cincin yang sempat appaku rebut. Jadi itu untuk melantik Raja disini.. sungguh aneh.. terserah dia mau tahu atau apa dengan pikiranku... semua ini demi Changmin
“jika kau tak bisa berhenti menyebut nama manusia bodoh itu. Bisa ku pastikan bahwa hidupnya tak lama lagi” ujarnya dingin sambil menggores telapak tangan kirinya dengan batu dicincin tersebut. Ia yang tadinya menatap lurus kedepan kini menghadapku yang ada disampingnya.
            Dia meraih tanganku dan menggores telapak tangan kananku dengan batu dicincin itu. Ini sakit. Tanpa kalungku, aku memang sangat lemah. Ia menyatukan luka itu. Kurasakan telapak tangan kananku hangat dan setelah itu cahaya hitam terang bercampur putih mengelilingi kami-aku dan Marcus- dan kemudian terserap ke batu cincin hitam itu. Ah ani sedikit bening sekarang.
‘selama kau berada disini. Auramu kusimpan’ itulah pesan dari... pikirannya.. benarkah ? pantas appa dan eomma-ku kerap berkomunikasi dengan tatapan.
___________________________________________________________________________
            Marcus memelukku erat. Mantera itu memang sudah terlepas. Kalungku sudah ia kembalikan dan ia-Marcus- adalah manusia yang diangkat menjadi Angel dan kemudian dibesarkan oleh bangsa iblis ini dan diangkat menjadi Pangeran.
Marcus POV
            Kugerakkan salah satu tanganku yang tadinya berada dipinggangnya ke tengkuknya. Kubacakan mantera dalam diam dan kusentuh tengkuknya. Ia menggelinjang dan tak sadarkan diri.
            Aku adalah iblis tapi setidaknya aku masih mempunyai rasa kasih sayang. Sebenarnya dengan kembalinya cincin ini aku bisa saja menyerang Antermedia. Tapi aku tahu walaupun ia sudah diusir dari sana, masih menyayangi orang tuanya yang berada disana.
            Oleh karena itu lebih baik jika manusia yang berani merebut hatimu itu mati dan kuhapus ingatanmu itu tentang namja itu. Mianhada Michelle Cho. Nan jeongmal saranghamnida...
___________________________________________________________________________
END