Tuesday, April 30, 2013

Ice Flower [Songfict]/Lee Hyukjae


1.        Title                      : Ice Flower
2.        Author                  : Fortunia Ryu
3.        Casts                    : Lee Yejin, Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun and other casts find by your self.
4.        Lenght                  : Songfict
5.        Rated                   : PG 15/PG16
6.        Genre                   : Sad ending. Tragedy. Other up to you.
7.        Disclaimer            : Lagu ini dinyanyikan oleh Ailee. Singer favoriteku. Ice flower, lagu ini dinyanyikan untuk ost Queen of ambision. Lagu tentang hati seorang yeoja yang tak bisa diubah untuk mencintai orang lain karena hatinya telah beku. Cintanya sudah pergi karena dirinya. Dan ini versi author asli songfict ini.

Story....

Lee Yejin POV

Hari lain yang diam-diam berlalu lagi
Aku hanya hidup seperti ini
Aku tak bisa berbuat apapun
Hanya kenangan yang tersisa

***
Brruuk
“Ah. Mian sunbaenim. Jeongmal mian” aku berkali-kali menunduk. Tak kulihat memang siapa yang aku tabrak. Yang jelas ia adalah sunbae-ku karena aku sedang berada dilantai 4 gedung tengah Paichai University. Aku mengambil tisu dengan terburu-buru ditas lalu kubersihkan kemeja biru yang dipakai sunbae ini. Lee Yejin.. kapan kau tidak ceroboh seperti ini!! Aku sedikit mendongak untuk melihat wajah sunbae yang kutabrak.
Dia-
Matanya tajam menatapku. Dingin dan menatapku seolah aku adalah sampah. Gerakan tanganku berhenti untuk membersihkan kemejanya yang terkena avocado juice-ku.
“Singkirkan tangan kotormu itu dari tubuhku” aku menurunkan tanganku yang tadi kugunakan untuk membersihkan kemejanya. Aku menunduk saat ia berjalan melewatiku.
“Jadi begini caramu mendekati namja kaya untuk kau peras hartanya ?” 1 minggu lebih tak bertemu dengannya kenapa ia harus mengucapkan kata-kata seperti itu ? Ini sakit. Oppa-
“Jangan pernah muncul lagi dihadapanku. Kau- dan keluargamu itu hanya sampah. Tak berguna dan hanya membebani orang lain saja. Dasar parasit” kudengar langkah kakinya yang menjauh setelah mengucapkan kata-kata itu.
            Oppa, asal kau tahu saja, aku tak tahu menahu tentang ini. Bukan hanya kau saja oppa yang merasa kecewa. Aku lebih kecewa, pada orang tua-ku dan juga diriku sendiri yang tak tahu apa-apa seperti orang bodoh.
***
Andai saja aku bisa mencintai lagi setelah waktu berlalu
Ini akan lebih baik
***
            Aku berhenti diluar ruangan latihan dance dilantai 3. Stalker. Itulah pekerjaanku sekarang. Aku sedikit berjinjit untuk melihat dari kaca apa yang ada didalam. Karena ruang dance ini terdengar suara musik yang mengalun, aku yakin ada anak dari modern dance disana. Hyukjae Oppa. aku mengambil ponselku dan mengarahkannya untuk merekam segala gerakan tubuhnya yang mengikuti alunan musik. Aku tersenyum sesaat setelah selesai merekamnya. Ia kini duduk bersandar tembok dan meluruskan kakinya yang pegal. Tentu saja, ia baru selesai dance selama 15 menit lebih. Aku saja pegal merekamnya.
            Tuhan, aku ingin sekali menghampirinya. Memeluknya, membersihkan keringatnya. Mendengar canda tawanya. Apa aku pantas berharap bisa seperti dulu dengannya ? Ia- Kini sangat membenciku.
***
Air mata, kenanganku tak dapat melupakan dirimu
Hati, kenanganku tak dapat membiarkanmu pergi
Andai saja aku bisa melihatmu walau hanya untuk satu hari cintaku..
***
“Oppa” ia menatapku jengah. Aku tahu ia bosan dan kesal melihatku. Aku tahu itu.
“Ada apa ? Cepat katakan dan pergi dari sini!” hanya dengan gerakan matanya saja aku tahu ia pasti ingin aku cepat enyah dari hadapannya.
“Bolehkah aku masuk ?” tanyaku pelan. Mendengar pertanyaanku itu tawa sinisnya pecah seketika.
“Kau- orang sepertimu tak akan kubiarkan masuk rumahku. Rumah yang kubangun dengan usahaku sendiri. Bukan appa-ku jadi ini tidak termasuk aset yang bisa kau dan keluargamu sita” huft... aku menghembuskan nafas pelan.
Duuk
            Aku berlutut dihadapannya. Aku tak peduli dengan harga diriku lagi. aku hanya ingin. Ingin dia tak membenciku lagi. aku sakit melihat tatapan matanya yang begitu membenciku.
“Mian, oppa. aku mohon padamu. Maafkan kesalahan kedua orang tua-ku. Aku janji- aku- aku akan mengembalikan apa yang menjadi hakmu. Percaya padaku Oppa. aku mohon” aku memegang lututnya yang berdiri kokoh dihadapanku.
            Kurasakan tangan kekar yang dulu memelukku posesif merangkul bahuku dan membantuku berdiri. Kuseka air mata yang tadi turun. Senyumku sedikit merekah. Mungkinkah ia-
Plaaakk
            Panas. Kupegang pipi kiriku yang baru saja ditamparnya. Air mata ini tanpa izin dariku. Hangat. Menuruni pipiku.
“Hanya orang bodoh dan idiot yang mau percaya dengan orang sepertimu. Aku menyesal mencintaimu dan mengenalmu. Tapi aku beruntung karena AKU TAHU KEBUSUKAMU SEBELUM AKU MENIKAH DENGANMU!!”
Apakah aku memang tak pantas walau hanya sekedar untuk dimaafkan ? Apa dosaku dikehidupan sebelumnya, sehingga takdirku dikehidupan ini begitu menyedihkan ? Bahkan ia menyesal aku masuk dalam hidupnya. Tentu saja.
“Pergi kau!! Sebelum aku sendiri yang menyeretmu pergi dari sini!”
Brakk
            Pintu kayu itu ditutup dengan keras tepat dihadapanku. Inilah diriku yang sebenarnya. Rapuh. Aku butuh sandaran Tuhan...
***
Aku tak dapat membalikkan keadaan seperti semula saat ini
Hanya kenangan yang tersisa
Andai saja aku bisa mendekatimu setelah waktu berlalu
Ini akan sangat baik
***
“Malam hari ini adalah malam yang sangat special untuk kelurga kami dan keluarga Cho. Malam ini, malam dilangsungkannya pertunangan antara putriku Lee Yejin dan putra Tuan Cho Younghwan. Cho Kyuhyun. Untuk mempersingkat waktu, langsung saja untuk saling bertukar cincin”
            Aku hanya mengikuti skenario yang mereka buat. Aku bagaikan boneka yang dimainkan. Bahkan aku masih tak tersenyum atau menunjukan ekspresi bahagia saat acara tukar cincin selesai dengan tepuk tangan meriah para tamu undangan. Bahkan saat tangan Kyuhyun merengkuh pinggangku untuk memperpendek jarak antara kami, saat bibirnya menecap bibirku singkat. Itu begitu hampar dan tak bermakna untukku.
            Hatiku. Jiwaku. Hidupku. Sudah hilang dari ragaku. Hatiku sudah beku karena energi yang mencairkannya jauh dariku. Hyukjae Oppa Mian. Nan jeongmal saranghamnida.
***
Aku tahu itu cinta, bahkan dimasa lalu
Air mataku mengalir...
***
“Aish.. kau itu jelek kalau ada mawar putih disela-sela telingamu itu” aku cemberut. Ia selalu saja begitu. Padahal ini bagus. Cantik kok!! Menurutku.
“Oppa, ini cantik. Aku juga cantik. Kenapa oppa bilang aku jelek ?” Hyukjae Oppa mengambil bunga mawar putih itu dari sela telingaku kemudian menatapnya dan menatapku bergantian.
“Kau benar. Kau cantik. Bunga ini juga cantik. Jika kau memakai bunga yang cantik bukannya tambah cantik tapi tambah jelek tahu”
“HYA!! Kenapa bisa begitu ? Kau aneh oppa”
“Karena jika yang cantik dipakai olehmu maka itu hanya akan mengganggu kecantikanmu dan aku lebih suka kau apa adanya seperti ini” Ini musim dingin tapi kenapa tiba-tiba pipiku terasa memanas.
Cup
“Tidak usah tersipu seperti itu. Aku sedang malas melihat wajahmu yang selalu merona saat bersama denganku. Aku tahu aku tampan dan penuh pesona” ucapnya dengan percaya diri setelah mengecup pipi kananku ringan. Membuat pipiku semakin memanas saja. Oppa... kau menyebalkan.
Grep
“Kau yang pertama dan terakhir untukku. Aku- mencintaimu apapun yang terjadi dikemudian hari. Aku tak peduli”
“Eoh” aku tersentak saat tangannya melingkar dileherku.
“Diamlah, Beautiful necklace to my beautiful girl. Yeppo”

            Air mataku turun. Kuletakkan foto didalam bingkai kayu yang ada diatas nakas disamping tempat tidurku. Oppa, katamu kau akan mencintaiku apapun yang terjadi dikemudian hari. Tapi untuk memaafkanku saja kenapa kau tak mau oppa ? Aku tahu, aku juga malu oppa. aku malu bertemu denganmu tapi aku mencintaimu. Dan itu mengikis rasa maluku itu. Tidak ada yang aku inginkan didunia ini kecuali hidup bersamamu. Dan itu terlihat sangat mustahil...
Hatiku hanya untukmu..
Tak peduli kemarin, hari ini, maupun besok...
Tak peduli kau masih mencintaiku maupun membenciku..
Aku mencintaimu..
Tak akan ada satu orangpun yang bisa mencairkan bekunya hati ini kecuali kau oppa... Lee Hyukjae.. Nae saranghaneun.. Nae Gaseumi..

Song by
Ailee

Ice Flower

End

No comments:

Post a Comment