1.
Title
: Erase
2.
Author : K. Fortuna [Ikrillah Kh]
3.
Casts : Choi Siwon, Lee Hyomin and
others find by your self.
4.
Genre : Romance, conflict end. And
others. I don’t know.
5.
Rated : PG 13
6.
Lenght : Oneshoot
7.
Disclaimer : otak author lagi konslet dan
muncullah FF aneh ini. Mian jika feel gak dapet karena author nulis untuk
kesenangan author sendiri. Story is Mine. And Kim Jong Woon is Mine. Don’t
Copas and Plagiat. FF iseng, aneh, membaca resiko ditanggung reader. Typo(s)
anywhere. Author amatiran. Let’s go...
Story......................
Author POV
“Hyomin-ah. Apa kau sudah lebih baik ?” Siwon meletakkan
buah-buahan yang ia bawa diatas nakas. Ia duduk didekat ranjang dan mengambil
tangan Hyomin untuk digenggam.
“Seperti yang kau lihat” ketus. Selalu itu yang ia dengar. Hyomin
duduk bersandar di headbed ranjang dirumah sakit. Ia hanya menatap kosong
televisi yang menyala didepannya.
“Kapan kau ingin pulang ?”
“Apa kau tidak mau membuang-buang uangmu yang banyak itu untuk membiayai
perawatanku dirumah sakit ? Kau tenang saja, oppaku yang menanggungnya” Siwon
hanya mengunduk dan menghembuskan nafasnya.
Ini memang
salahnya. Ia tak tahu jika ucapannya akan menyebabkan Hyomin tertekan dan
berpengaruh pada kandungnya. Ia juga tak bisa menyalahkan Hyomin jika sikap
Hyomin padanya menjadi seperti ini. Kehilangan buah hati itu memang
menyakitkan. Tapi ia juga merasakan kehilangan itu, bukan hanya Hyomin.
“Bukan begitu. Apa kau tidak merindukan Apartemant kita ?” Siwon
menatap wajah Hyomin yang pucat. Bagaimana tidak ? Ia hanya mendapat asupan
nutrisi dari infus saja. Makan itu adalah sesuatu yang sangat dibenci Hyomin.
“Aku tak akan merindukan Apartemantmu. Itu apartemant milikmu bukan
milik kita” Siwon berusaha tersenyum. Walau yang terlihat justru senyum getir.
“Lalu kau ingin tinggal dimana setelah keluar dari rumah sakit ?
Kau tak mungkin tinggal bersama Hyuk Jae Hyung bukan ? Ia punya keluarga
sendiri. Kau tak mungkin juga pulang ke rumah orangtuamu chagiya~. Mereka sudah
mempercayakanmu padaku. Jadi tinggallah denganku”
“Dan melihatmu bermesraan dengan yeoja lain. Memeluk yeoja itu,
menggendong yeoja itu, aku bahkan pernah melihatmu mencium seorang yeoja entah
itu siapa. Aku tahu kau masih sama dengan dulu. tapi aku tak menyangka kau tega
membunuh darah dagingmu sendiri. Meninggalkan Apartemant saat aku merintih
kesakitan bukankah sama saja dengan membunuhnya secara tak langsung !?” Tes...
Tes...
Dua tetes air mata
itu meluncur. Bukan Hyomin! Yeoja itu masih dengan wajah tanpa ekspresi. Tapi
Siwon. Namja itu begitu kacau sekarang. Ia bahkan meneteskan air mata. Kau tahu
? Ia terakhir kali menangis saat jatuh belajar naik sepeda saat berusia 8
tahun. Dan kini ia kembali mengeluarkan air mata itu.
“Kau tidak usah menangis. Bukankah Hyuk Jae oppa sudah melarangmu
kemari ? tapi kenapa kau begitu nekat ? Aku tahu Eommonim sangat kecewa
denganku dan menyuruhmu menceraikanku. Ia pasti menyuruhmu mencari yeoja normal
yang cantik, terhormat dan bisa hamil tidak sepertiku bukan !?” ucapan itu
kembali mengena langsung kehatinya. Siwon hanya diam tidak menjawab. Ia
mengingat bagaimana respon orang tuanya saat ia memberitahu bahwa Hyomin
keguguran. Tapi tentunya tidak dengan aksi ia membentak Hyomin dan meninggalkan
Hyomin. Ia takut. Nappeun!! Eommanya memang memaksanya untuk melakukan itu,
tapi ia bersikukuh untuk tetap bersama Hyomin dan disetujui oleh eommanya. Tapi
masalahnya adalah Appanya akan menghapusnya sebagai keturunan Choi bila ia tak
memiliki putra sebagai penerus.
“Aniyo. Eomma minta maaf. Eomma memang pernah berpikir seperti itu.
Tapi percayalah Hyomin-ah, kau pasti bisa mengandung lagi. kita hanya perlu
berdo’a agar Tuhan mengabulkan permintaan kita dan merubah takdir ini” Ny. Choi
tiba-tiba masuk dan berjalan mendekati ranjang menantunya. Jika biasanya Hyomin
akan tersenyum hangat ketika Ny. Choi datang, kali ini ia menampakan raut wajah
yang sama seperti tadi. Dingin. Ini memang kali pertamanya Ny. Choi menjenguk
menantunya.
“Eomma minta maaf. Eomma tahu ini bukan kesalahanmu, Eomma mengerti
ini hanya sebuah kecelakaan, jadi jangan terpuruk seperti Hyomin-ah” Ny. Choi
mengelus puncuk kepala menantunya.
“Memangnya apa yang Anda sebut sebagai kecelakaan ?” kata-kata yang
terlontar dari bibir Hyomin ini menghentikan pergerakan telapak tangan Ny.
Choi.
“Bukankah kau terpeleset di kamar mandi ?” Ny. Choi mengerutkan
keningnya. Ia menatap putranya untuk menuntut penjelasaan.
“Apa Oppaku mengatakan ia menemukanku di kamar mandi ? Cerita
apalagi ini Choi Siwon-ssi ?”
“Sebenarnya Hyomin tidak terpeleset di kamar mandi eomma.
Ia-ia-i-ia... tertekan karena ku bentak” Siwon tertunduk. Ia takut akan membuat
eommanya marah padanya atau justru jantung eommanya kumat.
“K-K-Kau !! Apa yang terjadi sebenarnya! Jelaskan pada Eomma
sekarang!” Ny. Choi menarik lengan putranya keluar dari ruangan rawat Hyomin.
Tes.. Tes... Tes..
Sekarang bukan
butiran air mata yang keluar dari mata Siwon, tapi aliran air mata yang keluar
menuruni pipi putih Hyomin. Yeoja itu bahkan mengeluarkan isak-isakan kecil. Ia
membekap mulutnya sendiri untuk sedikit meredam isakan yang keluar.
“Kenapa Appamu belum bisa berubah juga ? Eomma harap kau kuat
bertahan untuk Eomma setidaknya Aegi-ya” Hyomin mengelus perutnya yang rata.
“Sekarang hanya ada kau disana, jadi bertahanlah”
***
“Yeobo-ah, kau tahu! Putramu ini benar-benar bejat. Ia selama ini
masih sama saja. Playboy! Suka mempermainkan yeoja! Bahkan ia membentak
istrinya sendiri yang sedang hamil dan menyebabkan keguguran! Suami macam apa
dia” Ny. Choi menyeret putranya ke kantor pusat Hyundai Departemant store dan
menghempaskan tubuh putranya di sofa ruangan milik suaminya.
“Jadi ? Siw-”
“Ne. dia sendiri yang menceritakannya tadi dilorong rumah sakit. Ia
tidak ingin namanya tercoreng dari surat wasiatmu” Tn. Choi menghampiri
putranya yang tertunduk disofa ruang kerjanya.
“Kau memang tak pernah berubah anak urakan. Ceriakan Hyomin dan
silakan keluar dari Apatemant dan juga Hyundai Departemant store. Tinggalkan
semuanya karena kau tidak bisa diatur” Tn. Choi merogoh saku celananya. Ia
mengeluarkan benda berbentuk persegi.
“Buatkan surat cerai Siwon dan Hyomin. Besok harus sudah jadi dan
tidak perlu datang kepengadilan cukup tanda tangan saja. Baik gomapta Park!” PIP
terputus. Tn. Choi kembali menatap tajam putranya.
“Aku tak bisa memberikan kesempatan kedua untukmu. Silahkan cari
jalan hidupmu sendiri. Sesuka hatimu. Jika kau ingin kembali, silahkan buktikan
sendiri jika kau bisa mandiri bukan bisa menghambur-hamburkan uang. Besok
apartemantmu harus kosong!” Siwon tak menjawab. Ia masih belum bisa mencerna
situasi yang sedang ia hadapi. Tn. Choi kembali menyentuh layar benda persegi
itu.
“Kemari!” PIP. Tak lama seseorang mengetuk pintu ruangannya.
“Masuk” 2 orang muncul dari balik pintu kaca yang dicat milinium
itu.
“Ada apa sajangnim ?” mereka menunduk hormat pada Namja paruh baya
itu.
“Bawa dia keluar. Dan tidak ada tapi-tapian” mereka berdua
melangkah menuju siwon yang menunduk.
“Mian tuan muda” ujar salah seorang dari mereka sebelum membawa
Siwon keluar dari kantor Hyundai Departemant Store.
***
“Hyomin-ah, aku sudah bukan Choi Siwon anak pemilik Hyundai
Departemant Store lagi. Aku hanya ingin kau menemaniku, mungkin kehidupan kita
tak akan semudah dulu karena sekarang aku hanya tinggal disebuah rumah
kontrakan yang tak sebesar apartemant kita dulu. Aku tak akan memaksamu karena
aku tahu aku belum tentu sanggup menghidupi dengan layak dirimu nanti” Hyomin
langsung menatap kearah Siwon yang duduk disamping ranjangnya.
“Memangnya apa yang terjadi sehinggaanak seorang pemilik Hyundai
Departemant Store keluar dari apatemant mewahnya ?” Siwon tersenyum miring.
“Aku sudah bukan anak pemilik Hyundai Departemant Store lagi. Aku
tak akan memaksamu untuk tinggal bersamaku jika kau tidak mau. Appa mengusirku
karena aku tidak berubah”
Siwon membuang
nafasnya. Entah keberanian dari mana ia mengusap kening Hyomin. Tanpa diduga
Hyomin justru memejamkan matanya menikmati sentuhan telapak tangan hangat itu
di keningnya. Siwon tersenyum tipis, kali ini senyum kelegaan. Namja itu
melihat yeoja dihadapannya tersenyum dan membuat senyum dibibirnya semakin
terpatri jelas disana.
“Aku ingin mendengar janji yang kau ucapkan saat acara pernikahan
dulu!!” Manja. Siwon tersenyum. Ia mengangguk semangat mendengar permintaan
Hyomin. Ia mengangkat tangan yang tadi ia gunakan untuk mengelus kening Hyomin
keudara.
“Aku Choi Siwon. Mulai detik ini akan setia pada Hyomin. Tak akan
menyakiti hatinya. Menerimanya sebagai istriku baik suka maupun duka, baik kaya
maupun miskin. Akan kupastikan ia yang akan menjadi ibu dari anak-anakku. Akan
selalu berada disampingnya dan menjaganya dimimpi ataupun nyata. Disiang
ataupun malam” Hyomin tersenyum menatap Siwon, meskipun janji yang Siwon
ucapkan berbeda dengan yang dulu ia ucapkan.
“Tapi kau harus meminta ijin pada Hyuk Jae oppa, jika Hyuk Jae oppa
mengijinkan aku akan kembali padamu” Siwon mengangguk. Besok Hyuk Jae pulang
dari Jeju. Memang sulit menjadi guru teladan. Melelahkan seminar dimana-mana.
***
Cekreet
Suara pintu yang
terbuka mengalihkan perhatian seorang namja dan yeoja didalam ruangan itu. Dari
balik pintu itu muncul seorang namja dengan perawakan kekar dan gagah. Ia
berjalan mendekati 2 orang itu. Namja yang sudah ada diruang itu lebih dulu
menatap orang yang baru saja masuk itu dengan tatapan yang bila itu bisa
membunuh maka matilah orang yang ditatapnya.
“Annyeong Hyung. Hyomin-ah” sapa namja itu sambil tersenyum.
Sementara yeoja yang berada diatas ranjang rawat itu menatap was-was namja yang
dikenal sebagai oppanya itu.
“Kau masih punya muka untuk bertemu denganku ? Apa yang kau
inginkan hingga datang kemari” Siwon hanya tersenyum menanggapi ucapan sinis
Hyuk Jae.
“Aku hanya meminta ijin padamu untuk menjaga Hyomin”
“Hahahah....” tawa sinis itu keluar dari mulut Hyuk Jae mendengar
ucapan Siwon.
“Bahkan kudengar kau sudah dicoret dalam surat wasiat keluargamu”
Siwon kini menunduk. Ia mulai kekurangan rasa percaya dirinya untuk meyakinkan
Hyuk Jae.
“Ne. Hyung! Aku memang bukan putra pemilik Hyundai Departemant
Store lagi. tapi aku akan bekerja keras untuk membiayai Hyomin dengan uang
hasil kerjaku sendiri. Aku yakin aku bisa-”
“Apa dengan keyakinan itu kau bisa berhasil ? Lalu sekarang aku
bekerja dimana Choi Siwon yang terhormat!!”
“Jika dalam 1 minggu ini aku tidak juga mendapatkan pekerjaan, maka
aku akan mengembalikan Hyomin padamu Hyung. Aku akan melepas Hyomin dan tak
akan mengganggu hidup kalian. Bukankah dulu Hyung juga mempercayaiku. Aku
mohon, beri aku satu kesempatan” Siwon menatap Hyuk Jae memelas.
“3 hari. Jika tidak maka akan ku pastikan kau tak akan pernah
melihatnya walau sedetikpun” Senyum cerah itu langsung terbit dibibir namja
itu. Sementara Hyomin hanya tersenyum dalam diamnya.
“Baiklah. Kalau begitu oppa pergi dulu Hyomin-ah, mungkin untuk 3
hari terakhir tidak bisa sering kemari. Permisi” namja itu mencium kening
Hyomin sebelum melesat pergi meninggalkan ruang rawat itu.
“Kau sudah lebih baik Hyomin-ah ?”
“Ne oppa, 5 hari disini sudah membuatku bosan” Hyuk Jae tersenyum
mendengar perkataan adiknya. Dalam hati ia berdo’a semoga adiknya bisa mendapatkan
kebahagiaannya.
***
“Mian hanya ini yang bisa aku sewa. Aku janji akan berkerja dan
kuliah dengan benar agar hidup kita lebih baik” Siwon mendekati Hyomin yang
menatap kesegala penjuru ruangan rumah kontrakan mereka.
“NE. aku akan membantumu juga oppa!!” Hyomin berbalik. Siwon
merengkuh tubuh istrinya. Mengelus punggung halus itu lembut.
“Jika kau bukan anak dari Hyundai Departemant Store aku tak akan
takut jika kau akan meninggalkanku” ujar Hyomin disela-sela dekapan mereka.
“Begitukah ?” Siwon menciumi rambut dipucuk kepala Hyomin.
“Aku ingin membesarkan anak kita dengan tenang”
“Maksudmu ?” Siwon melepaskan pelukan mereka. Ia menatap wajah
Hyomin.
“Ne. oppa, aku memang keguguran tapi, masih ada janin didalam
rahimku” pandangan Siwon kembali mengabur ia bahkan tak menyangka ia masih
diberi anugerah yang begitu besar untuknya.
“Aku janji akan menjaganya dengan baik. Aku janji!!”
___________________________________________________________________________
End
No comments:
Post a Comment