Tuesday, April 30, 2013

Erase [Oneshoot]/Choi Siwon


1.        Title                      : Erase
2.        Author                  : K. Fortuna [Ikrillah Kh]
3.        Casts                    : Choi Siwon, Lee Hyomin and others find by your self.
4.        Genre                   : Romance, conflict end. And others. I don’t know.
5.        Rated                   : PG 13
6.        Lenght                  : Oneshoot
7.        Disclaimer            : otak author lagi konslet dan muncullah FF aneh ini. Mian jika feel gak dapet karena author nulis untuk kesenangan author sendiri. Story is Mine. And Kim Jong Woon is Mine. Don’t Copas and Plagiat. FF iseng, aneh, membaca resiko ditanggung reader. Typo(s) anywhere. Author amatiran. Let’s go...

Story......................

Author POV

“Hyomin-ah. Apa kau sudah lebih baik ?” Siwon meletakkan buah-buahan yang ia bawa diatas nakas. Ia duduk didekat ranjang dan mengambil tangan Hyomin untuk digenggam.
“Seperti yang kau lihat” ketus. Selalu itu yang ia dengar. Hyomin duduk bersandar di headbed ranjang dirumah sakit. Ia hanya menatap kosong televisi yang menyala didepannya.
“Kapan kau ingin pulang ?”
“Apa kau tidak mau membuang-buang uangmu yang banyak itu untuk membiayai perawatanku dirumah sakit ? Kau tenang saja, oppaku yang menanggungnya” Siwon hanya mengunduk dan menghembuskan nafasnya.
            Ini memang salahnya. Ia tak tahu jika ucapannya akan menyebabkan Hyomin tertekan dan berpengaruh pada kandungnya. Ia juga tak bisa menyalahkan Hyomin jika sikap Hyomin padanya menjadi seperti ini. Kehilangan buah hati itu memang menyakitkan. Tapi ia juga merasakan kehilangan itu, bukan hanya Hyomin.
“Bukan begitu. Apa kau tidak merindukan Apartemant kita ?” Siwon menatap wajah Hyomin yang pucat. Bagaimana tidak ? Ia hanya mendapat asupan nutrisi dari infus saja. Makan itu adalah sesuatu yang sangat dibenci Hyomin.
“Aku tak akan merindukan Apartemantmu. Itu apartemant milikmu bukan milik kita” Siwon berusaha tersenyum. Walau yang terlihat justru senyum getir.
“Lalu kau ingin tinggal dimana setelah keluar dari rumah sakit ? Kau tak mungkin tinggal bersama Hyuk Jae Hyung bukan ? Ia punya keluarga sendiri. Kau tak mungkin juga pulang ke rumah orangtuamu chagiya~. Mereka sudah mempercayakanmu padaku. Jadi tinggallah denganku”
“Dan melihatmu bermesraan dengan yeoja lain. Memeluk yeoja itu, menggendong yeoja itu, aku bahkan pernah melihatmu mencium seorang yeoja entah itu siapa. Aku tahu kau masih sama dengan dulu. tapi aku tak menyangka kau tega membunuh darah dagingmu sendiri. Meninggalkan Apartemant saat aku merintih kesakitan bukankah sama saja dengan membunuhnya secara tak langsung !?” Tes... Tes...
            Dua tetes air mata itu meluncur. Bukan Hyomin! Yeoja itu masih dengan wajah tanpa ekspresi. Tapi Siwon. Namja itu begitu kacau sekarang. Ia bahkan meneteskan air mata. Kau tahu ? Ia terakhir kali menangis saat jatuh belajar naik sepeda saat berusia 8 tahun. Dan kini ia kembali mengeluarkan air mata itu.
“Kau tidak usah menangis. Bukankah Hyuk Jae oppa sudah melarangmu kemari ? tapi kenapa kau begitu nekat ? Aku tahu Eommonim sangat kecewa denganku dan menyuruhmu menceraikanku. Ia pasti menyuruhmu mencari yeoja normal yang cantik, terhormat dan bisa hamil tidak sepertiku bukan !?” ucapan itu kembali mengena langsung kehatinya. Siwon hanya diam tidak menjawab. Ia mengingat bagaimana respon orang tuanya saat ia memberitahu bahwa Hyomin keguguran. Tapi tentunya tidak dengan aksi ia membentak Hyomin dan meninggalkan Hyomin. Ia takut. Nappeun!! Eommanya memang memaksanya untuk melakukan itu, tapi ia bersikukuh untuk tetap bersama Hyomin dan disetujui oleh eommanya. Tapi masalahnya adalah Appanya akan menghapusnya sebagai keturunan Choi bila ia tak memiliki putra sebagai penerus.
“Aniyo. Eomma minta maaf. Eomma memang pernah berpikir seperti itu. Tapi percayalah Hyomin-ah, kau pasti bisa mengandung lagi. kita hanya perlu berdo’a agar Tuhan mengabulkan permintaan kita dan merubah takdir ini” Ny. Choi tiba-tiba masuk dan berjalan mendekati ranjang menantunya. Jika biasanya Hyomin akan tersenyum hangat ketika Ny. Choi datang, kali ini ia menampakan raut wajah yang sama seperti tadi. Dingin. Ini memang kali pertamanya Ny. Choi menjenguk menantunya.
“Eomma minta maaf. Eomma tahu ini bukan kesalahanmu, Eomma mengerti ini hanya sebuah kecelakaan, jadi jangan terpuruk seperti Hyomin-ah” Ny. Choi mengelus puncuk kepala menantunya.
“Memangnya apa yang Anda sebut sebagai kecelakaan ?” kata-kata yang terlontar dari bibir Hyomin ini menghentikan pergerakan telapak tangan Ny. Choi.
“Bukankah kau terpeleset di kamar mandi ?” Ny. Choi mengerutkan keningnya. Ia menatap putranya untuk menuntut penjelasaan.
“Apa Oppaku mengatakan ia menemukanku di kamar mandi ? Cerita apalagi ini Choi Siwon-ssi ?”
“Sebenarnya Hyomin tidak terpeleset di kamar mandi eomma. Ia-ia-i-ia... tertekan karena ku bentak” Siwon tertunduk. Ia takut akan membuat eommanya marah padanya atau justru jantung eommanya kumat.
“K-K-Kau !! Apa yang terjadi sebenarnya! Jelaskan pada Eomma sekarang!” Ny. Choi menarik lengan putranya keluar dari ruangan rawat Hyomin.
Tes.. Tes... Tes..
            Sekarang bukan butiran air mata yang keluar dari mata Siwon, tapi aliran air mata yang keluar menuruni pipi putih Hyomin. Yeoja itu bahkan mengeluarkan isak-isakan kecil. Ia membekap mulutnya sendiri untuk sedikit meredam isakan yang keluar.
“Kenapa Appamu belum bisa berubah juga ? Eomma harap kau kuat bertahan untuk Eomma setidaknya Aegi-ya” Hyomin mengelus perutnya yang rata.
“Sekarang hanya ada kau disana, jadi bertahanlah”
***
“Yeobo-ah, kau tahu! Putramu ini benar-benar bejat. Ia selama ini masih sama saja. Playboy! Suka mempermainkan yeoja! Bahkan ia membentak istrinya sendiri yang sedang hamil dan menyebabkan keguguran! Suami macam apa dia” Ny. Choi menyeret putranya ke kantor pusat Hyundai Departemant store dan menghempaskan tubuh putranya di sofa ruangan milik suaminya.
“Jadi ? Siw-”
“Ne. dia sendiri yang menceritakannya tadi dilorong rumah sakit. Ia tidak ingin namanya tercoreng dari surat wasiatmu” Tn. Choi menghampiri putranya yang tertunduk disofa ruang kerjanya.
“Kau memang tak pernah berubah anak urakan. Ceriakan Hyomin dan silakan keluar dari Apatemant dan juga Hyundai Departemant store. Tinggalkan semuanya karena kau tidak bisa diatur” Tn. Choi merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan benda berbentuk persegi.
“Buatkan surat cerai Siwon dan Hyomin. Besok harus sudah jadi dan tidak perlu datang kepengadilan cukup tanda tangan saja. Baik gomapta Park!” PIP terputus. Tn. Choi kembali menatap tajam putranya.
“Aku tak bisa memberikan kesempatan kedua untukmu. Silahkan cari jalan hidupmu sendiri. Sesuka hatimu. Jika kau ingin kembali, silahkan buktikan sendiri jika kau bisa mandiri bukan bisa menghambur-hamburkan uang. Besok apartemantmu harus kosong!” Siwon tak menjawab. Ia masih belum bisa mencerna situasi yang sedang ia hadapi. Tn. Choi kembali menyentuh layar benda persegi itu.
“Kemari!” PIP. Tak lama seseorang mengetuk pintu ruangannya.
“Masuk” 2 orang muncul dari balik pintu kaca yang dicat milinium itu.
“Ada apa sajangnim ?” mereka menunduk hormat pada Namja paruh baya itu.
“Bawa dia keluar. Dan tidak ada tapi-tapian” mereka berdua melangkah menuju siwon yang menunduk.
“Mian tuan muda” ujar salah seorang dari mereka sebelum membawa Siwon keluar dari kantor Hyundai Departemant Store.
***
“Hyomin-ah, aku sudah bukan Choi Siwon anak pemilik Hyundai Departemant Store lagi. Aku hanya ingin kau menemaniku, mungkin kehidupan kita tak akan semudah dulu karena sekarang aku hanya tinggal disebuah rumah kontrakan yang tak sebesar apartemant kita dulu. Aku tak akan memaksamu karena aku tahu aku belum tentu sanggup menghidupi dengan layak dirimu nanti” Hyomin langsung menatap kearah Siwon yang duduk disamping ranjangnya.
“Memangnya apa yang terjadi sehinggaanak seorang pemilik Hyundai Departemant Store keluar dari apatemant mewahnya ?” Siwon tersenyum miring.
“Aku sudah bukan anak pemilik Hyundai Departemant Store lagi. Aku tak akan memaksamu untuk tinggal bersamaku jika kau tidak mau. Appa mengusirku karena aku tidak berubah”
            Siwon membuang nafasnya. Entah keberanian dari mana ia mengusap kening Hyomin. Tanpa diduga Hyomin justru memejamkan matanya menikmati sentuhan telapak tangan hangat itu di keningnya. Siwon tersenyum tipis, kali ini senyum kelegaan. Namja itu melihat yeoja dihadapannya tersenyum dan membuat senyum dibibirnya semakin terpatri jelas disana.
“Aku ingin mendengar janji yang kau ucapkan saat acara pernikahan dulu!!” Manja. Siwon tersenyum. Ia mengangguk semangat mendengar permintaan Hyomin. Ia mengangkat tangan yang tadi ia gunakan untuk mengelus kening Hyomin keudara.
“Aku Choi Siwon. Mulai detik ini akan setia pada Hyomin. Tak akan menyakiti hatinya. Menerimanya sebagai istriku baik suka maupun duka, baik kaya maupun miskin. Akan kupastikan ia yang akan menjadi ibu dari anak-anakku. Akan selalu berada disampingnya dan menjaganya dimimpi ataupun nyata. Disiang ataupun malam” Hyomin tersenyum menatap Siwon, meskipun janji yang Siwon ucapkan berbeda dengan yang dulu ia ucapkan.
“Tapi kau harus meminta ijin pada Hyuk Jae oppa, jika Hyuk Jae oppa mengijinkan aku akan kembali padamu” Siwon mengangguk. Besok Hyuk Jae pulang dari Jeju. Memang sulit menjadi guru teladan. Melelahkan seminar dimana-mana.
***
Cekreet
            Suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian seorang namja dan yeoja didalam ruangan itu. Dari balik pintu itu muncul seorang namja dengan perawakan kekar dan gagah. Ia berjalan mendekati 2 orang itu. Namja yang sudah ada diruang itu lebih dulu menatap orang yang baru saja masuk itu dengan tatapan yang bila itu bisa membunuh maka matilah orang yang ditatapnya.
“Annyeong Hyung. Hyomin-ah” sapa namja itu sambil tersenyum. Sementara yeoja yang berada diatas ranjang rawat itu menatap was-was namja yang dikenal sebagai oppanya itu.
“Kau masih punya muka untuk bertemu denganku ? Apa yang kau inginkan hingga datang kemari” Siwon hanya tersenyum menanggapi ucapan sinis Hyuk Jae.
“Aku hanya meminta ijin padamu untuk menjaga Hyomin”
“Hahahah....” tawa sinis itu keluar dari mulut Hyuk Jae mendengar ucapan Siwon.
“Bahkan kudengar kau sudah dicoret dalam surat wasiat keluargamu” Siwon kini menunduk. Ia mulai kekurangan rasa percaya dirinya untuk meyakinkan Hyuk Jae.
“Ne. Hyung! Aku memang bukan putra pemilik Hyundai Departemant Store lagi. tapi aku akan bekerja keras untuk membiayai Hyomin dengan uang hasil kerjaku sendiri. Aku yakin aku bisa-”
“Apa dengan keyakinan itu kau bisa berhasil ? Lalu sekarang aku bekerja dimana Choi Siwon yang terhormat!!”
“Jika dalam 1 minggu ini aku tidak juga mendapatkan pekerjaan, maka aku akan mengembalikan Hyomin padamu Hyung. Aku akan melepas Hyomin dan tak akan mengganggu hidup kalian. Bukankah dulu Hyung juga mempercayaiku. Aku mohon, beri aku satu kesempatan” Siwon menatap Hyuk Jae memelas.
“3 hari. Jika tidak maka akan ku pastikan kau tak akan pernah melihatnya walau sedetikpun” Senyum cerah itu langsung terbit dibibir namja itu. Sementara Hyomin hanya tersenyum dalam diamnya.
“Baiklah. Kalau begitu oppa pergi dulu Hyomin-ah, mungkin untuk 3 hari terakhir tidak bisa sering kemari. Permisi” namja itu mencium kening Hyomin sebelum melesat pergi meninggalkan ruang rawat itu.
“Kau sudah lebih baik Hyomin-ah ?”
“Ne oppa, 5 hari disini sudah membuatku bosan” Hyuk Jae tersenyum mendengar perkataan adiknya. Dalam hati ia berdo’a semoga adiknya bisa mendapatkan kebahagiaannya.
***
“Mian hanya ini yang bisa aku sewa. Aku janji akan berkerja dan kuliah dengan benar agar hidup kita lebih baik” Siwon mendekati Hyomin yang menatap kesegala penjuru ruangan rumah kontrakan mereka.
“NE. aku akan membantumu juga oppa!!” Hyomin berbalik. Siwon merengkuh tubuh istrinya. Mengelus punggung halus itu lembut.
“Jika kau bukan anak dari Hyundai Departemant Store aku tak akan takut jika kau akan meninggalkanku” ujar Hyomin disela-sela dekapan mereka.
“Begitukah ?” Siwon menciumi rambut dipucuk kepala Hyomin.
“Aku ingin membesarkan anak kita dengan tenang”
“Maksudmu ?” Siwon melepaskan pelukan mereka. Ia menatap wajah Hyomin.
“Ne. oppa, aku memang keguguran tapi, masih ada janin didalam rahimku” pandangan Siwon kembali mengabur ia bahkan tak menyangka ia masih diberi anugerah yang begitu besar untuknya.
“Aku janji akan menjaganya dengan baik. Aku janji!!”
___________________________________________________________________________
End

No comments:

Post a Comment