1.
Title : Trouble
2.
Author : K. Fortuna[Ikrillah Kh]
3.
Casts : Choi Siwon, Lee Hyomin
other casts
4.
Genre : conflic, Angst/sad,
nggantung. Etc
5.
Rated : PG 15
6.
Lenght : Ficlet
7.
Disclaimer : story is Mine! Don’t be Plagiat
and Copas. Jiwa angst lagi kumat. No comment dari author. Aneh!
Story...............
Author POV
Yeoja itu membekap
mulutnya dengan telapak tangan kirinya sendiri. Ia tak menutup pintu yang tak
sepenuhnya ia buka. Ia berlari keluar dari kantor pusat Hyundai departemant
store ini. Wajahnya terlihat tak karuan. Bintik-bintik bening dari matanya itu
kini mulai nampak jelas dan turun ke pipinya yang tirus.
***
“Chagiya~. Aku pulang” teriak seorang namja sambil merenggangkan
dasinya. Panas!
“Chagiya~” namja yang tadinya ada diruang tamu itu kini berjalan
menuju dapur untuk mengambil air minum. Biasanya saat ia pulang setidaknya ada
secangkis kopi yang siap dihadapannya.
Merasa tidak
menemukan keberadaan istrinya namja itu akhirnya membuka kulkas dan mengambil
air mineral kemudian menenggaknya. Setelah itu ia putuskan berjalan ke
kamarnya. Siapa tahu ia menemukan istrinya disana.
***
Siwon tersenyum
melihat seorang yeoja yang tengah tertidur di ranjang itu. Ia berjalan perlahan
memasuki kamarnya kemudian menutup pintu tanpa suara agar yeoja itu tidak
bangun. Setelahnya ia berjalan kearah lemari. Ia memilih kaos berwarna biru tua
biasa dengan celana hitam longgar. Ia langsung mengganti pakaiannya dikamar ini
bukan dikamar mandi karena itu memang kebiasaannya.
“Chagiya~ apa harimu sangat melelahkan ? apa saja yang kau lakukan
? tidak biasanya kau tidur di jam segini” Siwon berjalan mendekati ranjang
dimana istrinya berada. Ia mengelus kening istrinya dan menyibak poni yang
menutupi sebagian mata yang sekarang tengah terpejam. Siwon menyadari sesuatu!
“Kenapa ada kantung mata di kelopak matamu ? apa kau menangis ? wae
?” Siwon kini duduk ditepi ranjang. Tangannya kini menggenggam tangan Hyomin.
Kemudian ia
sedikit menggeser tubuh istrinya. Ia memandangi wajah istrinya dahulu sebelum
ia merebahkan dirinya diranjang empuk itu. Tangan kanannya ia selipkan dibawah
kepala istrinya. Sedangkan tangan kirinya ia gunakan memeluk pinggang istrinya
yang tengah terlelap.
“Jalja. Kekekek...” siwon terkekeh sendiri saat memandang wajah
istrinya.
“Kenapa saat tidurpun kau tetap cantik, sexy dan emb- menggoda
chagiya~” siwon menatap lekat istrinya kemudian ia mengencup lembut kening itu.
Setelahnya ia mengencup bibir istrinya, sedikit melumat dan tak lama
melepaskannya. Ia takut tidak bisa mengontrol dirinya.
***
“Chagiya~ kenapa kemarin kau tidak mengantarkan makan siang
kekantor” ujar Siwon sambil mengunyah makanannya. Ia sebenarnya sudah merasakan
ada yang berubah pada istrinya. Bahkan dari tadi pagi Siwon hanya mendengar
suara istrinya yang membangunkannya dan menyuruhnya mandi.
“Tidak apa-apa. bukankah kemarin sudah ada yang mengantarkan makan
siang untukmu” Hyomin melahap nasi gorengnya. Efek hamil atau pelampiasan
kekesalannya.
“Ya.. memang. Tapi itupun kebetulan. Kalau kau tidak mengantarkan
makan siang kemarin ke kantor aku bisa mati kelaparan. Untung saja sekertaris
Kim mau berbagi bekalnya untukku”
“Jadi, kau menganggapnya malaikat penolongnya ?” Siwon hanya
mengangguk polos sebagai jawabannya. Hyomin menghempaskan sendok yang ia pegang
sehingga menimbulkan bunyi berisik karena berpadu dengan piring.
“Wae chagiya ?” Siwon melongo menatap Hyomin yang geram menatapnya.
“Berbagi makan siang kenapa harus menggendongnya ? aku tahu Kim
Hyuna itu mantan yeojachingu. Aku tahu ia cantik. Aku tahu ia sexy. Aku tahu ia
lebih dari segala-galanya dari pada aku. Aku juga tahu kau pernah melakukan
‘itu’ dengan Hyuna Sunbae dulu. tapi bisakah kau menghargaiku sebagai
istrimu!!”
untuk sejenak Siwon diam tertegum.
Hyomin sudah menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Air matanya memang
sudah keluar. Hyomin beranjak meninggalkan ruang makan. Mendadak selera
makannya menguap. Ia berjalan cepat menuju kamar mereka. Belum sampai ia
menutup dengan sempurna pintu kamar itu. Sebuah tangan berhasil mencegahnya.
Dengan cekatan tangan itu menyudutkan Hyomin. Kedua tangannya mengunci Hyomin
disamping kepala Hyomin. Tubuh yeoja itu diapit oleh tubuh kekar namja itu dan
tembok dibelakangnya.
“Kau kemarin datang ?”
“Bukankah itu tidak penting. Mulai sekarang mintalah makan siang
pada orang yang kau panggil sekertaris Kim itu”
“Ia hanya magang di kantorku” Siwon menatap lembut Hyomin sementara
yeoja itu terlihat kokoh pada pendiriannya.
“Apa urusannya denganku ? itu perusahanmu, bukan perusahaanku”
ketus. Membuat Siwon naik darah. Wajahnya terlihat sudah tak tahan dengan sikap
istrinya yang menurutnya kekanak-kanankan. Childish!
“Kau istriku! Selama ini aku selalu mengalah padaku. Aku tak pernah
mempermasalahkan ini. Tapi kali ini kau keterlaluan Choi Hyomin!! Dengar
terserah bagaimana aku dimatamu. Aku sudah tak peduli dengan penilaianmu itu”
Air mata yeoja itu sudah turun
sebelum Siwon menyelesaikan ucapannya. Ia menggigiti bibir bawahnya sendiri
bahkan terlihat sedikit berdarah. Tangannya yang awalnya menggantung bebas
mengerang memegangi perutnya.
“Argh...” ringisan itu terdengar sangat lirih. Siwon mengundurkan
langkahnya.
“Aku takkan peduli lagi padamu. Aku tahu itu hanya akal-akalanmu
saja. Kau adalah aktris yang buruk Choi Hyomin” ujar Siwon dingin kemudian
beranjak pergi kekantor. Ia bahkan menutup pintu kamar itu dengan kencang
hingga menimbulkan bunyi dentuman keras.
“Argh...” entah itu ringisan keberapa yang yeoja itu keluarkan. Ia
mencoba berjalan kearah nakas yang tak jauh dari ia berdiri-walau tidak tegak-.
Ia berpegangan pada tembok untuk bisa berdiri.
“Oppa... appo. Appeuda.. argh” hyomin terjatuh. Posisinya sudah tak
jauh dari nakas. Kurang dari 1 meter. Tangannya mencoba meraih benda yang ada
diatas nakas. Dapat. Yeoja itu mencari sebuah kontak diponsel yang sudah ada
dalam genggamannya.
“Yeobosaeyo” Hyomin tersenyum tipis.
“o-op-pa. T-t-to-l-long ak-ku” Hyomin jatuh. Tubuhnya lemas
nafasnya tersendat-sendat. Tubuhnya mengejang. Ponsel itu terbanting dan batrai
ponsel itu terlepas. Yeoja itu menutup matanya perlahan.
***
Seorang namja
memasuki sebuah apartemant dengan tergesa. Wajahnya terlukis sebuah
kekhawatiran yang sangat besar. Nafasnya terngah-ngah. Ia memejamkan matanya
untuk sedikit menetralisir rasa takut yang melanda dirinya.
“Hyomin! Hyomin-ah!” teriak namja itu nyaring diruang tamu apartemant
mewah itu. Dirasa tak mendapat jawaban, namja itu menelusuri setiap sudut
ruangan apartemant ini. Ia terus memanggil nama yeodongsaengnya. ‘Lee Hyomin’
Nafas namja itu
tercekat melihat adiknya yang tergeletak dengan darah yang mengucur dari selangkangannya.
Ia langsung berlari menghampiri adik satu-satunya itu. Tanpa babibu namja itu
membawa adiknya ke rumah sakit. Baginya keselamatan nyawa adiknya yang utama.
Ia bahkan lupa dengan tugasnya mengajar. Mungkin hari ini ia akan ijin.
***
“Hyung. Apa yang terjadi dengan Hyomin ?” Siwon menghampiri Hyuk
Jae yang duduk didepan ruang rawat Hyomin. Tatapannya kosong dan dingin.
Tangannya ia lipat didepan dada.
“Seharusnya aku mengatakan itu padamu Choi Siwon Sajangnim!!”
“Hyung. Kau kenapa ?” Siwon duduk disamping Hyuk Jae. Tangannya
hendak menyentuh pundak kakak iparnya.
“Jangan pernah kau sentuh aku maupun adikku lagi” tangan itupun
menggantung diudara. Tak lama ia menurunkan tangannya.
“Mana janjimu ? aku bahkan menemukannya di apartemantmu jam 8 pagi.
Bukankah jam kerja dimulai pukul setengah sembilan. Jika kalian tidak ada
masalah Hyomin pasti menghubungimu. Sebaiknya kau siapkan saja surat cerai
secepatnya. Ia takkan pernah bisa hamil dan aku yakin cepat atau lambat orang
tuamu akan menyuruhmu untuk mencari istri baru” Hyuk Jae berdiri. Ia masuk
keruang rawat Hyomin. Sementara Siwon masih termangu. Ia ingat sebelum ia pergi
kekantor. Hyomin meringis kesakitan dan ia mengatakan untuk tidak akan perduli
lagi pada Hyomin.
“Ya Tuhan!! Kenapa ini terjadi ? aku bahkan tidak mengerti apa yang
tengah aku alami” gumam Siwon.
***
“Bagaimana keadaan Hyomin noona ?” bukannya salam justru kalimat
itu yang ia lontarkan pada yeoja disebrang sana.
“Apakah sudah tidak ada sapaan yang bisa digunakan selain itu
Siwon-ah ? setiap kau menelponku kau langsung menanyakan itu”
“Noona. Ayolah...” merengek. Itu seperti bukan jiwa seorang Choi
Siwon
“Ia masih belum sadar. Kata Hyuk Jae oppa ia akan kerumah sakit
besok sore karena ia harus menghadari seminar di Mokpo. Itupun paling cepat.
Ada yang ingin noona bicarakan denganmu”
“Baiklah noona. Aku kesana sekarang”
Namja itu langsung
bangkit dari duduknya. Ia mengambil kunci mobil yang ia letakkan diatas meja
kerjanya. Kakinya yang panjang membantunnya untuk melangkah lebih cepat.
“Siwon-ah, tu-”
“Nanti saja Hyuna. Aku sibuk. Batalkan semua jadwalku hari ini”
ujar Siwon saat ia melewati meja kerja Hyuna yang letaknya berada didepan
sebelah kanan pintu ruangannya.
***
“Dia- keguguran”
“Mwo ? noona kau pasti bercanda. Setahuku ia tidak hamil”
“Justru itu yang membuat Hyuk Jae oppa murka. Kau bahkan tidak
mengetahui bahwa adik kecilnya itu sedang mengandung. Apa ia pernah meminta
hal-hal yang aneh ?”
“Anio. Hanya ia lebih sensitive” Minhwa mendesis mendengar jawaban
dari Siwon.
“Apa kau pernah membentaknya ?” Minhwa memincingkan matanya. Siwon
tergagap. Ia bukan hanya membentak Hyomin, ia bahkan mengguncang psikis yeoja
itu.
“Aku- aku bertengkar dengannya. Aku tidak tahu jika ia hamil. Saat
aku memarahinya ia memegang perutnya sambil meringis aku pikir ia hanya berpura-pura
karena selama ini ia sering pura-pura sakit. Ia-”
“Apa saja yang kau katakan ?” potong yeoja yang kini tengah
memangku anaknya ‘Chunjoo’.
“Aku membentaknya karena ia marah melihat aku menggendong Hyuna. Ia
sekertarisku. Aku menggedongnya karena kakinya terkilir, salah high heelnya
patah dan tingginya 15 cm” jelas Siwon cepat.
“Neo jeongmal baboya! Yeoja mana yang kuat saat ia baru tahu
dirinya hamil sementara ia melihat suaminya menggendong yeoja lain babo!” Siwon
meringis karena kakak iparnya itu menjitak kepalanya.
***
“Nona, anda sudah sadar” ujar seorang suster yang memasuki ruang
rawat Hyomin. Mata yeoja itu masih mengerjap-ngerjap menyesuaikan dengan
intensitas cahaya yang masuk keruangannya.
“Apakah kandunganku baik-baik saja ?” tanya Hyomin membuat suster
itu kelabakan.
“Mian nona. Tapi kandungan anda tidak bisa bertahankan karena
kondisi anda yang sedang tidak baik. Saya permisi sebentar”
Hyomin bungkam. Matanya
kembali bekaca-kaca. Tes. 1. Tes.2 hingga akhirnya butiran itu membentuk alur
sendiri. Ia mengusap perutnya yang sudah tidak ada nyawa kecil itu lagi.
“Uri aegi~”
___________________________________________________________________________
End
No comments:
Post a Comment