Tuesday, April 30, 2013

Trouble [Ficlet]/Choi Siwon


1.        Title                      : Trouble
2.        Author                  : K. Fortuna[Ikrillah Kh]
3.        Casts                    : Choi Siwon, Lee Hyomin other casts
4.        Genre                   : conflic, Angst/sad, nggantung. Etc
5.        Rated                   : PG 15
6.        Lenght                  : Ficlet
7.        Disclaimer           : story is Mine! Don’t be Plagiat and Copas. Jiwa angst lagi kumat. No comment dari author. Aneh!
Story...............
Author POV
            Yeoja itu membekap mulutnya dengan telapak tangan kirinya sendiri. Ia tak menutup pintu yang tak sepenuhnya ia buka. Ia berlari keluar dari kantor pusat Hyundai departemant store ini. Wajahnya terlihat tak karuan. Bintik-bintik bening dari matanya itu kini mulai nampak jelas dan turun ke pipinya yang tirus.
***
“Chagiya~. Aku pulang” teriak seorang namja sambil merenggangkan dasinya. Panas!
“Chagiya~” namja yang tadinya ada diruang tamu itu kini berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Biasanya saat ia pulang setidaknya ada secangkis kopi yang siap dihadapannya.
            Merasa tidak menemukan keberadaan istrinya namja itu akhirnya membuka kulkas dan mengambil air mineral kemudian menenggaknya. Setelah itu ia putuskan berjalan ke kamarnya. Siapa tahu ia menemukan istrinya disana.
***
            Siwon tersenyum melihat seorang yeoja yang tengah tertidur di ranjang itu. Ia berjalan perlahan memasuki kamarnya kemudian menutup pintu tanpa suara agar yeoja itu tidak bangun. Setelahnya ia berjalan kearah lemari. Ia memilih kaos berwarna biru tua biasa dengan celana hitam longgar. Ia langsung mengganti pakaiannya dikamar ini bukan dikamar mandi karena itu memang kebiasaannya.
“Chagiya~ apa harimu sangat melelahkan ? apa saja yang kau lakukan ? tidak biasanya kau tidur di jam segini” Siwon berjalan mendekati ranjang dimana istrinya berada. Ia mengelus kening istrinya dan menyibak poni yang menutupi sebagian mata yang sekarang tengah terpejam. Siwon menyadari sesuatu!
“Kenapa ada kantung mata di kelopak matamu ? apa kau menangis ? wae ?” Siwon kini duduk ditepi ranjang. Tangannya kini menggenggam tangan Hyomin.
            Kemudian ia sedikit menggeser tubuh istrinya. Ia memandangi wajah istrinya dahulu sebelum ia merebahkan dirinya diranjang empuk itu. Tangan kanannya ia selipkan dibawah kepala istrinya. Sedangkan tangan kirinya ia gunakan memeluk pinggang istrinya yang tengah terlelap.
“Jalja. Kekekek...” siwon terkekeh sendiri saat memandang wajah istrinya.
“Kenapa saat tidurpun kau tetap cantik, sexy dan emb- menggoda chagiya~” siwon menatap lekat istrinya kemudian ia mengencup lembut kening itu. Setelahnya ia mengencup bibir istrinya, sedikit melumat dan tak lama melepaskannya. Ia takut tidak bisa mengontrol dirinya.
***
“Chagiya~ kenapa kemarin kau tidak mengantarkan makan siang kekantor” ujar Siwon sambil mengunyah makanannya. Ia sebenarnya sudah merasakan ada yang berubah pada istrinya. Bahkan dari tadi pagi Siwon hanya mendengar suara istrinya yang membangunkannya dan menyuruhnya mandi.
“Tidak apa-apa. bukankah kemarin sudah ada yang mengantarkan makan siang untukmu” Hyomin melahap nasi gorengnya. Efek hamil atau pelampiasan kekesalannya.
“Ya.. memang. Tapi itupun kebetulan. Kalau kau tidak mengantarkan makan siang kemarin ke kantor aku bisa mati kelaparan. Untung saja sekertaris Kim mau berbagi bekalnya untukku”
“Jadi, kau menganggapnya malaikat penolongnya ?” Siwon hanya mengangguk polos sebagai jawabannya. Hyomin menghempaskan sendok yang ia pegang sehingga menimbulkan bunyi berisik karena berpadu dengan piring.
“Wae chagiya ?” Siwon melongo menatap Hyomin yang geram menatapnya.
“Berbagi makan siang kenapa harus menggendongnya ? aku tahu Kim Hyuna itu mantan yeojachingu. Aku tahu ia cantik. Aku tahu ia sexy. Aku tahu ia lebih dari segala-galanya dari pada aku. Aku juga tahu kau pernah melakukan ‘itu’ dengan Hyuna Sunbae dulu. tapi bisakah kau menghargaiku sebagai istrimu!!”
untuk sejenak Siwon diam tertegum. Hyomin sudah menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Air matanya memang sudah keluar. Hyomin beranjak meninggalkan ruang makan. Mendadak selera makannya menguap. Ia berjalan cepat menuju kamar mereka. Belum sampai ia menutup dengan sempurna pintu kamar itu. Sebuah tangan berhasil mencegahnya. Dengan cekatan tangan itu menyudutkan Hyomin. Kedua tangannya mengunci Hyomin disamping kepala Hyomin. Tubuh yeoja itu diapit oleh tubuh kekar namja itu dan tembok dibelakangnya.
“Kau kemarin datang ?”
“Bukankah itu tidak penting. Mulai sekarang mintalah makan siang pada orang yang kau panggil sekertaris Kim itu”
“Ia hanya magang di kantorku” Siwon menatap lembut Hyomin sementara yeoja itu terlihat kokoh pada pendiriannya.
“Apa urusannya denganku ? itu perusahanmu, bukan perusahaanku” ketus. Membuat Siwon naik darah. Wajahnya terlihat sudah tak tahan dengan sikap istrinya yang menurutnya kekanak-kanankan. Childish!
“Kau istriku! Selama ini aku selalu mengalah padaku. Aku tak pernah mempermasalahkan ini. Tapi kali ini kau keterlaluan Choi Hyomin!! Dengar terserah bagaimana aku dimatamu. Aku sudah tak peduli dengan penilaianmu itu”
Air mata yeoja itu sudah turun sebelum Siwon menyelesaikan ucapannya. Ia menggigiti bibir bawahnya sendiri bahkan terlihat sedikit berdarah. Tangannya yang awalnya menggantung bebas mengerang memegangi perutnya.
“Argh...” ringisan itu terdengar sangat lirih. Siwon mengundurkan langkahnya.
“Aku takkan peduli lagi padamu. Aku tahu itu hanya akal-akalanmu saja. Kau adalah aktris yang buruk Choi Hyomin” ujar Siwon dingin kemudian beranjak pergi kekantor. Ia bahkan menutup pintu kamar itu dengan kencang hingga menimbulkan bunyi dentuman keras.
“Argh...” entah itu ringisan keberapa yang yeoja itu keluarkan. Ia mencoba berjalan kearah nakas yang tak jauh dari ia berdiri-walau tidak tegak-. Ia berpegangan pada tembok untuk bisa berdiri.
“Oppa... appo. Appeuda.. argh” hyomin terjatuh. Posisinya sudah tak jauh dari nakas. Kurang dari 1 meter. Tangannya mencoba meraih benda yang ada diatas nakas. Dapat. Yeoja itu mencari sebuah kontak diponsel yang sudah ada dalam genggamannya.
“Yeobosaeyo” Hyomin tersenyum tipis.
“o-op-pa. T-t-to-l-long ak-ku” Hyomin jatuh. Tubuhnya lemas nafasnya tersendat-sendat. Tubuhnya mengejang. Ponsel itu terbanting dan batrai ponsel itu terlepas. Yeoja itu menutup matanya perlahan.
***
            Seorang namja memasuki sebuah apartemant dengan tergesa. Wajahnya terlukis sebuah kekhawatiran yang sangat besar. Nafasnya terngah-ngah. Ia memejamkan matanya untuk sedikit menetralisir rasa takut yang melanda dirinya.
“Hyomin! Hyomin-ah!” teriak namja itu nyaring diruang tamu apartemant mewah itu. Dirasa tak mendapat jawaban, namja itu menelusuri setiap sudut ruangan apartemant ini. Ia terus memanggil nama yeodongsaengnya. ‘Lee Hyomin’
           Nafas namja itu tercekat melihat adiknya yang tergeletak dengan darah yang mengucur dari selangkangannya. Ia langsung berlari menghampiri adik satu-satunya itu. Tanpa babibu namja itu membawa adiknya ke rumah sakit. Baginya keselamatan nyawa adiknya yang utama. Ia bahkan lupa dengan tugasnya mengajar. Mungkin hari ini ia akan ijin.
***
“Hyung. Apa yang terjadi dengan Hyomin ?” Siwon menghampiri Hyuk Jae yang duduk didepan ruang rawat Hyomin. Tatapannya kosong dan dingin. Tangannya ia lipat didepan dada.
“Seharusnya aku mengatakan itu padamu Choi Siwon Sajangnim!!”
“Hyung. Kau kenapa ?” Siwon duduk disamping Hyuk Jae. Tangannya hendak menyentuh pundak kakak iparnya.
“Jangan pernah kau sentuh aku maupun adikku lagi” tangan itupun menggantung diudara. Tak lama ia menurunkan tangannya.
“Mana janjimu ? aku bahkan menemukannya di apartemantmu jam 8 pagi. Bukankah jam kerja dimulai pukul setengah sembilan. Jika kalian tidak ada masalah Hyomin pasti menghubungimu. Sebaiknya kau siapkan saja surat cerai secepatnya. Ia takkan pernah bisa hamil dan aku yakin cepat atau lambat orang tuamu akan menyuruhmu untuk mencari istri baru” Hyuk Jae berdiri. Ia masuk keruang rawat Hyomin. Sementara Siwon masih termangu. Ia ingat sebelum ia pergi kekantor. Hyomin meringis kesakitan dan ia mengatakan untuk tidak akan perduli lagi pada Hyomin.
“Ya Tuhan!! Kenapa ini terjadi ? aku bahkan tidak mengerti apa yang tengah aku alami” gumam Siwon.
***
“Bagaimana keadaan Hyomin noona ?” bukannya salam justru kalimat itu yang ia lontarkan pada yeoja disebrang sana.
“Apakah sudah tidak ada sapaan yang bisa digunakan selain itu Siwon-ah ? setiap kau menelponku kau langsung menanyakan itu”
“Noona. Ayolah...” merengek. Itu seperti bukan jiwa seorang Choi Siwon
“Ia masih belum sadar. Kata Hyuk Jae oppa ia akan kerumah sakit besok sore karena ia harus menghadari seminar di Mokpo. Itupun paling cepat. Ada yang ingin noona bicarakan denganmu”
“Baiklah noona. Aku kesana sekarang”
            Namja itu langsung bangkit dari duduknya. Ia mengambil kunci mobil yang ia letakkan diatas meja kerjanya. Kakinya yang panjang membantunnya untuk melangkah lebih cepat.
“Siwon-ah, tu-”
“Nanti saja Hyuna. Aku sibuk. Batalkan semua jadwalku hari ini” ujar Siwon saat ia melewati meja kerja Hyuna yang letaknya berada didepan sebelah kanan pintu ruangannya.
***
“Dia- keguguran”
“Mwo ? noona kau pasti bercanda. Setahuku ia tidak hamil”
“Justru itu yang membuat Hyuk Jae oppa murka. Kau bahkan tidak mengetahui bahwa adik kecilnya itu sedang mengandung. Apa ia pernah meminta hal-hal yang aneh ?”
“Anio. Hanya ia lebih sensitive” Minhwa mendesis mendengar jawaban dari Siwon.
“Apa kau pernah membentaknya ?” Minhwa memincingkan matanya. Siwon tergagap. Ia bukan hanya membentak Hyomin, ia bahkan mengguncang psikis yeoja itu.
“Aku- aku bertengkar dengannya. Aku tidak tahu jika ia hamil. Saat aku memarahinya ia memegang perutnya sambil meringis aku pikir ia hanya berpura-pura karena selama ini ia sering pura-pura sakit. Ia-”
“Apa saja yang kau katakan ?” potong yeoja yang kini tengah memangku anaknya ‘Chunjoo’.
“Aku membentaknya karena ia marah melihat aku menggendong Hyuna. Ia sekertarisku. Aku menggedongnya karena kakinya terkilir, salah high heelnya patah dan tingginya 15 cm” jelas Siwon cepat.
“Neo jeongmal baboya! Yeoja mana yang kuat saat ia baru tahu dirinya hamil sementara ia melihat suaminya menggendong yeoja lain babo!” Siwon meringis karena kakak iparnya itu menjitak kepalanya.
***
“Nona, anda sudah sadar” ujar seorang suster yang memasuki ruang rawat Hyomin. Mata yeoja itu masih mengerjap-ngerjap menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang masuk keruangannya.
“Apakah kandunganku baik-baik saja ?” tanya Hyomin membuat suster itu kelabakan.
“Mian nona. Tapi kandungan anda tidak bisa bertahankan karena kondisi anda yang sedang tidak baik. Saya permisi sebentar”
            Hyomin bungkam. Matanya kembali bekaca-kaca. Tes. 1. Tes.2 hingga akhirnya butiran itu membentuk alur sendiri. Ia mengusap perutnya yang sudah tidak ada nyawa kecil itu lagi.
“Uri aegi~”
___________________________________________________________________________
End

No comments:

Post a Comment