Wednesday, February 27, 2013

New Fact[Dribble]/CHo Kyuhyun



1. Title : New Fact [Another World]
2. Author : K. Fortuna [Ikrillah Kh]
3. Casts : Marcus Cho/Cho Kyuhyun,Yoon Hyehwa. Etc jika ada.
4. Rated : PG 13/gak ada kissue dan semacamnya!!
5. Genre : AU, Fantasy. Etc. Find by ur self.
6. Lenght : Dribble
7. Disclaimer : FF lanjutan Another world ‘Experimen’. Otak masih error jadinya ya kayak gini. Don’t Copas and Plagiat. Typo(s). Resiko ditanggung reader.

Story............

Yoon Hyehwa POV
“Euuuuhh” kunaikkan selimut untuk menutupi seluruh tubuhku. Hah... rasanya sungguh lemas sekali. Untuk bangun saja sepertinya akan sangat sulit. Kupejamkan lagi mataku. Matahari sialan!! Siapa yang menggajimu hingga kau berani menampakan cahayamu yang menyilaukan mataku ini!! Sungguh tak berperi kemanusiaan. Belum lama kurasa ada seseorang yang menarik selimutku. Aishhh!! Eomma, jebal hari ini saja!! Ini gara-gara Marcus sialan itu...
“Eomma... badanku sedang tidak enak. Aku ingin istirahat hari ini saja dirumah. Jebalyeo” ucapku dengan mata terpejam. Aneh!! Biasanya eomma akan langsung menyeretku masuk kamar mandi jika aku sedang bermalas-malasan seperti ini. Tumben eomma diam. Apa wajahku benar-benar pucat ?
“Yak!! NEO-” kenapa wajahnya sedekat ini denganku. Hah... untung saja aku membuka mataku. Jika tidak ia pasti akan menyedot auraku lagi. apa ia tak lihat sekarang tubuhku lemas sekali karenanya ?
“Kau tenang saja. Aku hanya ingin mengecek suhu tubuhmu saja. Tapi kau membuka matamu terlebih dahulu. Mian semalam aku terlalu banyak mengambil auramu jadi kau sekarang masih lemas” namja dari golongan dark angel ini sungguh menguras energiku. Bukan karena semalam. Tapi saat bicara dengannya membuat darahku naik!!
“Oh... lalu kau mau sampai kapan ada disini Marcus-ssi ? Jujur aku sudah tak sanggup kau berada disini. Kau membuat hidupku tidak normal. Aku ingin seperti dulu, hidup bebas dengan chingu-chinguku yang lain. Aku ingin menghabiskan waktu dengan mereka. Tanpa harus diikuti oleh dirimu. Aku tak nyaman dengan itu” hah... leganya. Akhirnya semua keluar juga dari mulutku. Aku tak peduli dengan reaksinya yang jelas aku sudah tak tahan lagi.
“Begitu- aku- ah. Aku tak akan mengganggumu. Aku berjanji tapi aku mohon jangan usir aku. Aku tak ingin mereka membunuhku. Aku- aku-” Marcus gelagapan mencari alasan. Ia berbohong! Aku yakin. Selama ini ada hal yang ia tutup-tutupi dariku. Bola matanya bergerak-gerak gelisah kesana kemari. Kugenggam kedua tangannya yang berada bebas diatas ranjang singel bed ini. Tatapan matanya kini terfokus padaku. Ia menghela nafas dan menunduk. Menghindari tatapanku.
“Wae ? Apa yang kau sembunyikan dariku Marcus-ssi ? aku tahu ada sesuatu besar yang tidak aku ketahui. Dan kau menutup-nutupinya dariku. Marhaebwa!!” kudesak ia dengan cara halus. Jika aku membentaknya ia pasti akan merasa lebih tertekan. Dan aku yakin hal yang ia sembunyikan itu berkaitan denganku.
“Marhaebwa!! Aku tak akan memaksamu untuk pergi jika kau mengatakan semuanya padaku!!” aku mencoba menemukan tatapan matanya. Yap. Ia kini menatapku. Aku mencoba menyakinkan dirinya dengan tatapan mataku.
“Jadi- aku pangeran dari bangsa Dark Angel. Dan- em- emb- huff. Garis takdirku adalah denganmu” hah... benar bukan pasti berkaitan denganku. Jika sudah seperti ini pasti akan lebih banyak fakta yang dapat aku temukan lebih tidak logis didunia manusia lagi!! pegang ucapanku jika kau tak percaya!!
“Sebenarnya jika kita belum bersatu, maksudnya seperti belum menikah jika didunia manusia, kekuatanku tidak bisa maksimal. Oleh karena itu jika aku berada didekatmu para devil itu tidak akan berani mengejarku,.. mereka sebenarnya mengejarku karena putri dari kaum devil itu menginginkanku untuk menjadi pendampingnya. Namun bila itu sampai terjadi maka dunia akan gelap. Karena anak dari keturuna devil dan dark angel itu mempunyai kekuatan antara devil dan dark angel. Oleh karena it-”
“Cukup Marcus-ssi. Aku ingin tidur, aku lelah. Kita bicara lain kali saja” kurebahkan tubuhku dan kutarik cepat selimut untuk menutupi seluruh tubuhku. Saat mendengar penjelasaannya kepalaku pusing entah karena apa. kupaksa kelopak mataku untuk menutup.
Marcus POV
Ia menutupi tubuhnya dengan selimut. Sudah jelas cepat atau lambat ia akan merasa aneh denganku yang hanya dekat dengannya. Aku hanya bisa menatap tubuhnya yang kini tertutup dengan selimut. Kuelus pelan tubuhnya. Kupejamkan mataku. Mengucap mantra untuk mengantarnya kealam mimpi dan kali ini kubiarkan ia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hal yang selama ini aku tutup-tutupi darinya.
Aku tulus. Bukan hanya karena takdir itu namun aku tulus padamu saat aku pertama kali melihatmu secara langsung dan kau memelukku mengira aku adalah sebuah guling.
“Nice Dream. Sweety...”
___________________________________________________________________________
End

No comments:

Post a Comment