Wednesday, February 27, 2013

Experiment[Dribble]/Cho Kyuhyun



1. Title : Experimen
2. Author : K. Fortuna [Ikrillah Kh]
3. Casts : Cho Kyuhyun/Marcus Cho, Yoon Hyehwa. Etc bila ada
4. Rated : PG 15
5. Lenght : Dribble
6. Genre : AU, Fantasy, others. Up to you because i don’t know
7. Disclaimer : Ini otak saya akhir-akhir ini penuh dengan cerita Another World. Jadi mungkin banyak dribble ataupun Ficlet dari judul itu. Don’t Copas and Plagiat. Typo(s) anywhere. Resiko ditanggung reader.


Story.............


Author POV

Semilir angin malam musim gugur mulai berhembus. Langit yang semula berwarna orange kini berubah menjadi hitam. bukan karena mendung yang tak brsahabat! Hanya saja memang sudah waktunya bagi mentari untuk kembali kebelakang layar. Angin musim gugur memang cukup dingin kala bersentuhan dengan kulit, tapi tidak untuk yeoja yang saat ini sedang duduk menatap 1 titik cahaya kecil dilangit. Ia bahkan memandanginya tanpa kedip! Kagum ? Bukan! Dia tidak terlalu menyukai bintang. Tepat!! Ia melamun dan tatapannya berhenti pada cahaya kecil dilangit malam itu.
Ia tersentak tatkala ada sesuatu-karena itu bukan manusia-menyentuh bahunya. Ia mulai merasa resah. Kenapa ? Kau tahulah perjanjian-bisa dibilang begitu-saat pelajaran sejarah-yang menurut yeoja itu membosankan-yang mengakibatkannya harus terjebak dalam tututan sesuatu yang kini sedang mengusap bahunya berkali-kali.
“Sekarang saatnya Yoon Hyehwa!!” desis sesuatu itu. Kau tak usah menebak lagi ia siapa. Sesuatu yang dimaksud sudah pasti Marcus Cho dari Dark angel itu.
“Apa harus ?” yah... memang Hyehwa masih sangat ragu. Marcus kini duduk disamping Hyehwa. Ia juga menatap langit. Tapi pusat dari benda yang ditatap adalah- Bulan!!
“Sudah berapa kali kubilang... kau tak akan mati. Kau hanya akan merasa pusing dan lemas. Jika kau sudah istirahat maka semua akan kembali lagi. paling hanya 5-6 jam kau tidur kau sudah kembali segar” Hyehwa menatap Marcus yang masih memandang langit. Ia menimbang-nimbang akan menanyakan ini atau tidak. Tapi dia ingin tahu!!
“Emb.. Marcus-ssi!!” Marcus mengalihkan pandangannya menatap Hyehwa saat yeoja berambut ikat hitam sepinggang itu memanggilnya.
“Ada apalagi ? Harus bagaimana aku meyakinkanmu. Bukakah sesuai perjanjian kau akan memberikan auraku jika minimal nilai tugasmu itu B. Kau bahkan mendapat A karena aku. Jadi aku mohon padamu untuk menemati janjimu” lemah. Yah... tenaganya memang berkurang karena perkelahian. Ani! Pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa petinggi Devil yang mencegatnya di Amuria-pembatas dunia Angel dan Devil-.
“Memangnya apa yang terjadi padamu jika aku tidak mentransfer auraku padamu ?” Hyehwa menggigit bibir bawahnya sendiri. Ia takut jika Marcus merasa Hyehwa tidak mempercayainya. Hanya saja yeoja itu belum paham tentang dunia yang entah itu berada dimana.
“Karena kalungku itu berada ditangan Jeremy, maka aku tidak bisa memulihkan keadaanku. Maka aku butuh aura dari white angel dan jika keduanya tidak bisa kudapatkan maka, mungkin tubuhku akan melemah dan semakin lama akan menjadi transparan hingga aku lenyap dibawa oleh hembusan angin” Hyehwa mengangga mendengar penjelasan Marcus. ‘Mungkin ini akan seperti Donor darah’ Hyehwa meyakinkan dirinya.
Tangan langsung memegang kedua pundak Marcus. bukan!! Lebih tepatnya mencekram kedua pundak namja dari golongan dark angel itu. Yeoja yang saat ini mengenakan kaos t-shirt biru laut itu menempelkan bibirnya dengan bibir tebal Marcus. ia memejamkan keduan matanya.
“Lakukan!!” titah Hyehwa. Sebuah senyuman langsung terbit dikedua sudut bibit namja dark angel itu. Tangannya memegang tengkuk dan mengusap punggung Hyehwa.
“Kau hanya perlu memantapkan hatimu jika kau rela. itu sudah cukup dari sebuah mantra” ujar Marcus sebelum ia mengisap udara yang ada dimulut Hyehwa. Ia memejamkan matanya. Yah.. 2 menit. Hingga namja keturunan dark angel itu membuka matanya saat sesuatu menimpa lengan kirinya.
“Gomapta” ia tersenyum tulus sambil membelai kening yeoja yang kini dipindahkan dipangkuannya.
Dengan cekatan ia membawa yeoja yang tengah tak sadarkan diri itu keatas ranjang singel bed dengan bed cover garis-garis tak beraturan. Ia juga menarik selimut sebatas dada yeoja itu. Tangannya yang kekar dan halus ia gunakan untuk membelai pipi yeoja itu.
“Gomapta Hyehwa-ssi. Jaljayo. Nice dream” transparan kemudian sosok itu menghilang.
___________________________________________________________________________
End

No comments:

Post a Comment